Jalan-jalan

Cerita tentang jalan-jalan

Neo+ Green Savana, Sentul – Bogor

Bandung macet. Bogor macet. Puncak macet juga, ditambah ada longsor. Haiiissh.. mau liburan aja susah banget, kemana-mana macet. Lagian liburnya cuma sebentar, tapi suntuk di rumah aja. Akhirnya inget pernah ada postingan teman yang nginep di salah satu hotel di Sentul yang ada kolam renangnya persis di depan kamar. Sebenarnya aku kurang suka kamar di depan kolam renang, karena pasti berisik. Tapi mumpung nginepnya weekday, pas banget nih nyoba kamar di depan kolam renang karena pasti tidak banyak tamu yang menginap.

Hotel yang aku maksud adalah Neo+ Green Savana yang letaknya ga jauh dari Jungleland, pas di belakangnya Taman Budaya Sentul. Hotelnya sendiri ga terlalu besar. Hanya terdiri dari 2 lantai sehingga kamarnyapun tidak banyak. Agak susah untuk booking di hotel ini kalau weekend karena sering penuh terutama untuk kamar yang berada persis di depan kolam renang.

Neo+ Green Savana by Aston

 

Tipe kamarnya hanya 2 macam, Standard dan Suite. Aku pilih yang Standard, itupun sudah luas banget sekitar 32m². Kalau bawa anak sebaiknya pilih yang Twin Bed karena kasurnya besar (2 queen bed), jadi lega banget apalagi kalau tempat tidurnya digeser dijadikan satu. Ada connecting doornya juga di setiap kamar.

Standard Room – Twin Bed

 

Kamar mandinya juga luas banget. Tempat shower, toiletnya dan area wastafel dipisahkan oleh dinding kaca. Jadi kalau yang satu mau pup, yang satu mau mandi, yang satu mau dandan ga rebutan tempat… haha…

Kamar mandi

 

Kolam renangnya sendiri terbagi jadi 3 bagian. Kolam dewasa, tapi ga dalam-dalam banget sekitar 1.2m, kolam anak-anak dan kolam jacuzzi. Kolam Jacuzzinya air hangat. Kolam renangnya bisa digunakan sampai jam 8 malam. Si kakak sempat minta berendam di jacuzzi malam-malam, tapi berhubung penerangannya kurang jadi agak-agak creepy juga berenang malam-malam.. ga keliatan nanti ada apa di dasar kolamnya…hiiyy..

Kolam dewasa

.

Kolam anak dan Jacuzzi

 

Untuk breakfastnya cukup lumayan. Ga enak-enak banget tapi acceptable lah. Tapi sayangnya peralatan makannya, terutama piring-piringnya, kurang bersih nyucinya. Masih terlihat bekas-bekas minyak di piringnya, ga keset gitu. Bahkan terlihat masih ada remah-remah di piringnya.

Oya, di samping hotel ada lapangan luas banget. Entah punyanya hotel atau punyanya Taman Budaya. Jadi selain berenang, anak-anak bisa main di sini. Pihak hotel juga menyediakan sepeda untuk disewa. Sewanya Rp.40.000,-/jam (weekday).

Lapangan di samping hotel

Sewa sepeda

.

Secara keseluruhan, hotel ini bisa dijadian aternatif tempat menginap yang menyenangkan. Ga jauh dari Jakarta, dan bebas macet. Kapan-kapan pasti balik menginap di sini :)

Singapore Trip

Hari ke-2 di Singapur kami jalan-jalan ke Sentosa Island. Dari hotel kami naik MRT ke Harbour Front Station. Keluarnya di Vivo City Mall. Trus naik Sentosa Express yang terletak di lantai 3 Vivo City Mall. Naik Sentosa Express ini bayarnya SGD 4.00 dan kita bisa turun naik tanpa harus membayar lagi di 4 station yang ada di Sentosa yaitu Sentosa Station, Waterfront Station, Imbiah Station, dan Beach Station.

Untuk tiket permainannya kami ambil Sentosa Fun Day Pass Play 3. Sengaja cuma ambil yang 3 karena memang rencana gak sampai malam di Sentosa, mau lanjut ke Marina Bay. Sentosa Fun Day Pass terdiri dari 3 macam : Play 3, Play 5 dan Play Max. Jadi kita bebas memilih 3, 5 atau semua atraksi tertentu yang ada di Sentosa. Pilihan atraksinya adalah :

  • 4D AdventureLand: Desperados in 4D
  • 4D AdventureLand: Extreme Log Ride
  • 4D AdventureLand: Journey 2: The Mysterious Island
  • AJ Hackett Skybridge
  • Butterfly Park & Insect Kingdom
  • KidZania Singapore 2-Hour TranZit PaZZ
  • MegaBounce atau MegaJump @ Mega Adventure Park
  • MOSH!
  • Segway® Fun Ride (2 rides) atau Bi-Pedal Bicycle (2 hours)
  • Sentosa Merlion
  • Skyline Luge Sentosa (1 Luge & 1 Skyride)
  • Singapore Cable Car – Sentosa Line ONLY
  • Tiger Sky Tower
  • Trick Eye Museum Singapore
  • Wave House Sentosa – Catch-A-Wave (2 Tries)
  • Wings of Time (Standard Seat)
  • Madame Tussauds Singapore & Images of Singapore LIVE (2-in-1 Combo)* – Dihitung 2 atraksi
  • S.E.A. Aquarium & Royal Albatross Dockside Non-Sailing Tour (2-in-1 Combo) – Dihitung 2 atraksi

Kami beli tiket di Klook.com dan langsung ditukarkan di tikecting counter Vivo City lt.3 dengan cukup menunjukkan kode vouchernya di layar hape. Kemudian kami mendapat 1 lembar tiket untuk masing-masing orang. Nanti kalau mau naik suatu atraksi, baru lembaran tersebut distempel. Atraksi yang kami pilih adalah Skyline Luge, 4D Adventure Land dan Segway Fun Ride.

Sentosa Fun Day Pass ticket

 

Skyline Luge (1 Luge & 1 Skyride)

Luge ini sejenis kereta luncur yang direm dengan cara menarik stangnya. Luge ini tidak mempunyai pedal gas, jadi hanya berjalan meluncur mengikuti gravitasi bumi. Ada 2 track yang dapat dipilih, Jungle Trail atau Dragon Trail. Jungle Trail panjangnya 628 meter, sedangkan Dragon Trail panjangnya 688 meter. Kami ambil rute Dragon Trail karena lebih panjang (ga mau rugi..hehe) dan ternyata rutenya seru banget karena dibuat berbelok-belok dan miring, kayak lintasan mobil balapnya Lightning McQueen.

Sehabis naik Luge, selanjutnya kami naik Skyride. Skyride ini sebenarnya untuk membawa luge-lugenya ke atas yang digantung di bawah Skyride. Tadinya dipikir kita naik Skyride dulu ke atas trus turunnya naik Luge. Eh, ternyata engga. Ngantri Luge sendiri, ngantri Skyride sendiri.

Naik Skyride ini bikin perut rada geli-geli. Apalagi yang takut ketinggian. Pingin foto-foto tapi takut kalau hapenya malah jatuh…huaaa.

Lugging

Dragon Trail Track

Skyride

 

4D Adventure Land

Atraksi ke-2 yang kami pilih adalah 4D Adventure Land. Kebetulan yang mau diputar adalah film Journey 2: The Mysterious Island yang salah satu pemerannya adalah Dwayne Johnson. Terus terang kecewa banget dengan atraksi ini. Ga seru sama sekali. Bangkunya cuma goyang-goyang dikit aja. Masih lebih seru yang di Dufan, di Jatim Park atau yang ada di mall-mall.

Segway Fun Ride

Atraksi ke-3 nya adalah naik Segway. Yeaay.. Kebayang dong naik segway disepanjang pinggir pantai. Sebelumnya kami disuruh isi Release of Liability form dulu. Setelah itu kami dibawa naik bis menuju station Segway-nya. Di sana pakai helm dulu dan diajarin cara pakai segwaynya, kemudian difoto-foto. Trus mulailah kami jalan mengikuti instrukturnya dari belakang. Dan setelah 300 meteran, selesailah naik segway-nya. WHAT?? Aku sama suami cuma pandang-pandangan. Begini doang? Asli keki abis. Ternyata untuk naik Segway selama 30 menit menyusuri pantai harus booking jam dulu dan biayanya beda. Harusnya dikasih tau dong ya kalau ada 2 macam pilihan berikut waktu dan jarak tempuhnya. Mana pake isi-isi form dulu, kesannya heboh banget. Pas nyampe di hotel, aku baca-baca review di Tripadvisor ternyata memang banyak yang kecewa. Totally rip-off. Waste of money!

.

Jadi dari 3 atraksi yang kami pilih. Hanya Skyline Luge yang benar-benar worth it. Hiks..

Dari Sentosa, kami naik MRT lagi menuju Marina Bay. Di sana Edward ngeliat tempat parkir e-bike. Ngototlah dia pingin naik sepeda, padahal ada tulisannya tidak untuk anak di bawah 12 tahun. Tapi dasar si papa yang penasaran, akhirnya diinstall juga applikasinya. Berhubung 1 e-bike hanya bisa digunakan 1 nomor telepon, terpaksa hapeku juga diinstall juga. Eh, tapi gara-gara ribet buka tutup casing, jatuhlah itu hape dan layarnya retak. Hiaaa… nasiib.

.

.

Marina Bay

Merlion

Setelah puas ngiter-ngiter Marina Bay sampai ke patung Merlion, pulanglah kami kembali ke hotel dengan kaki gempor.

Hari ke-3 di Singapur saatnya si papa ikut training dari kantornya. Aku sama anak-anak jalan-jalan bertigaan aja. Si kakak diajakin ke USS ga mau, malah pingin ke Fountain of Wealth di Suntec City. Mau make a wish, katanya. Ealah..

Suntec City terdiri dari 5 gedung yang bila dilihat dari atas menyerupai tangan kiri. Di tengah-tengahnya terdapat Fountain of Wealth yang terlihat seperti cincin di telapak tangan. Fountain of Wealth ini terbuat dari perunggu dengan diameter sebesar 66 meter dan dibuat dengan fengshui terbaik. Konon kalau kita membuat permintaan sambil mengitari air mancur yang berada di tengah sebanyak 3 kali sambil menyentuh airnya, maka permintaan kita akan terkabul. Dulu tahun 2002 aku dan si papa pernah make a wish di sini dan ternyata terkabul. Jadi, silahkan aja dicoba.

Untuk menyentuh air nya ada sesinya, jadi ga setiap saat bisa. Sesinya adalah jam 10.00-12.00, 14.00-16.00, 18.00-19.30. Di pintu masuk Fountain-nya ada bapak-bapak yang jaga. Pengunjung yang mau menyentuh airnya harus antri bergantian sehingga tidak terjadi penumpukan orang di dalam air mancurnya.

Water Touch Session

Fountain of Wealth

 

Kami sampai di sana kurang lebih jam 10.30. Setelah mengitari Fountain of Wealth and make a wish, si kakak ngajakin balik ke hotel. Eh, busyeet.. bener-bener nih anak-anak. Pada males jalan, maunya leyeh-leyeh di kamar aja. Diajakin liat-liat Suntec City pada ga mau. “Ini kan cuma mall, ma. Di Jakarta juga banyak.” Iya juga sih ya.. Akhirnya aku ajakin ke Bugis. Tadinya pada mau protes. Tapi setelah aku tanya pada mau nyari oleh-oleh ga buat teman, baru deh mau diajakin ke Bugis.

Setelah belanjaan terasa berat, kami balik ke hotel. Dan si kakakpun tidur. Sorenya dibangunin ngajak jemput si papa di kantor, eh ga mau bangun. Akhirnya karena emosi, aku ancam ninggal dia di hotel. Lah, si kakaknya malah manggut-manggut. Hadeehh.. Akhirnya aku sama si dedek jalan berdua aja jemput si papa.

Hari ke-4 kamipun kembali ke Jakarta. Memang sepertinya jalan-jalannya kurang maksimal, karena masih banyak tempat yang belum dikunjungi. Tapi percayalah, kaki ini sudah gempor rasanya. Mudah-mudahan lain kali ada rejeki lagi untuk explore tempat-tempat lain.

Hotel Bencoolen, Singapore

Ini pertama kalinya ngajak anak-anak keluar negeri, tepatnya ke Singapur. Udah bikin paspor dari 3 tahun yang lalu, tapi baru kepake sekarang. Haha.. Kebetulan aja si papa ada training di sana 1 hari, jadi sekalian deh kitanya pada ngikut.

Singkat cerita, mendaratlah kami di Changi dan langsung naik MRT menuju hotel. Hotelnya ada di sekitaran Bugis, tepatnya di Bencoolen Street. Nama hotelnya juga Bencoolen. Dapat hotel ini dari hasil browsing sana sini. Di Singapur peraturan untuk tamu hotel cukup ketat, ga seperti di sini yang bisa pesen kamar 1 tapi yang masuk se-RT. Haha.. engga se-RT ding. Tapi misalnya punya anak 3, ga masalah cuma booking 1 kamar dengan 2 bed trus tidurnya umpel-umpelan.

Kalau di Singapur, semua tamu yang datang paspornya discan dan jumlah tempat tidurnya disesuaikan dengan jumlah tamunya. Tapi biasanya anak-anak di bawah umur tertentu masih bisa sharing tempat tidur dengan ortunya. Sebaiknya sebelumnya cek dulu langsung ke hotelnya mengenai batasan umurnya, karena masing-masing hotel punya kebijakan sendiri, sehingga nantinya kita gak kena charge tambahan sampai di sana.

Waktu booking hotel ini, si papa nelpon dulu ke sana tanya kalau anak umur 9 tahun bisa sharing bed apa engga. Dijawab bisa, tapi kena tambahan untuk breakfast sebesar SGD 10/night. Kebetulan mereka punya kamar triple room, 1 double bed dan 1 single bed. Jadinya kami booking di situ, pas buat kami berempat.

Hotel Bencoolen ini letaknya dekat dengan MRT Bencoolen Station (Downtown Line, jalur biru). Pintu masuk/keluarnya kurang lebih 50 meteran dari hotel. Ada yang diseberang hotel, ada juga yang disebelah kanannya. Di Singapur pintu masuk/keluar MRT biasanya dibuat lebih dari 1. Tidak jauh dari situ juga ada MRT Bras Basah Station(Circle Line, jalur kuning). Persis di depan hotel ada Nanyang Academy of Fine Arts dan di sebelah hotel ada Masjid Bencoolen. Ga ketinggalan juga ada Halte Bus dan public bike.

.

Sampai di hotel kami disambut oleh Pak Cik Muhammad. Beliau asli orang Singapur tapi fasih bahasa Indonesia. Orangnya ramah banget. Beliau juga yang nunjukin arah jalan kalau kami mau pergi-pergi.

Hotel Bencoolen

Lobby hotel

Hotel Bencoolen merupakan hotel bintang 3, namun cukup lengkap fasilitasnya. Ada kolam renang, restaurant, gym dan spa. Gedungnya sendiri agak nyempil di antara bangunan sekitarnya. Untuk interior lorong kamar, kamar dan kamar mandinya terlihat sudah lama.

Lorong kamar

 

Kamar yang kami tempati luasnya kurang lebih 4×5 meter dengan kamar mandi, 1 queen bed dan 1 single bed. Lumayan sempit buat 4 orang lalu lalang di dalamnya. Belum lagi koper-kopernya. Ada safe deposit box, lemari es dan hair dryer. Kebersihan kamar, kamar mandi dan sprei tempat tidurnya baik.

Triple room

.

.

.

Breakfastnya sederhana tapi menurut aku enak. 3 hari sarapan pagi selalu ada telor ceplok, chicken ham dan baked beans. 2 menu lainnya ganti-ganti. Oya, ternyata si Edward ga kena charge lagi breakfastnya. Jadi di kupon breakfastnya ditulis 3+1. Mungkin karena dilihat anaknya kecil kali.. hihi.

.

.

Kalau mau ambil air minum atau es batu, tersedia di lantai 2. Di sana juga terdapat kolam renang dan gym. Sayang kami ga sempat berenang karena kebetulan Singapur lagi hujan terus dan udaranya cukup dingin. Kolamnya kecil tapi bagus.

Kesimpulannya, menginap di Hotel Bencoolen bisa dijadikan alternatif menginap di Singapur. Selain lokasinya yang strategis, rate kamarnya juga terjangkau. Daripada menginap di hostel, harganya tidak akan beda terlalu jauh. Di hostel biasanya tidak memperbolehkan anak kecil untuk menginap, kecuali booking 1 kamar penuh. Belum lagi kamar mandinya yang sharing. Anak-anak udah pesan ga mau sharing bathroom. Hehe.

Oh ya, mau kasih info aja. Kalau lagi browsing hotel, ada banyak hotel-hotel murah di kawasan Geylang. Tapi sebenarnya kawasan tersebut merupakan red district-nya Singapur atau tempat prostitusi. Jadi kalau malam jangan kaget banyak perempuan-perempuan berpakaian minim di pinggir jalan yang melakukan transaksi. Tapi sekali lagi, di sana hotelnya murah-murah. Haha… Jadi silahkan dipertimbangkan lagi, terutama kalau perginya sama keluarga dan bawa anak-anak.