Rupa-rupi

Cara Membuat Paspor Online

Tiba saatnya si papa memperpanjang paspornya. Ternyata cara untuk mendaftar atau mengambil nomor antrian sudah beda lagi dari waktu aku buat, tahun 2014. Yang sekarang ini menurutku belum efisien, susah banget mendapatkan quota untuk nomor antrian. Harus rajin-rajin buka aplikasi antrian onlinenya untuk melihat apakah quota di masing-masing kanim dibuka lagi. Jadi sebaiknya kalau mau buat atau perpanjang paspor harus jauh-jauh hari. Ga bisa mepet waktunya.

Berikut langkah-langkahnya untuk mendapatkan nomor antrian paspor :

1.¬† Install aplikasi “Antrian Paspor” dari Playstore.

Jadi, aplikasi ini hanya sekedar untuk mendapatkan jatah quota pemohon dari masing-masing kantor imigrasi saja karena banyaknya pemohon untuk setiap harinya dibatasi.

.

2.  Setelah terinstall, buka aplikasi dan baca informasi yang ada.

.

3. Baca “Persyaratan’ dan ‘Panduan & Cara Pemakaian”

Sebaiknya pada saat membaca “Persyaratan’ dan ‘Panduan & Cara Pemakaian”, sekalian di screenshot. Karena halaman ini tidak muncul lagi setelah kita mempunyai username.

.

4. Bila belum mempunyai akun, klik disebelah kiri bawah. Ikuti perintah yang ada. Setelah akun diverifikasi, login kembali menggunakan username.

.

5. Pilih Kantor Imigarsi yang diinginkan. Boleh membuat paspor di kantor imigrasi yang tidak sesuai dengan domisili kita.

Bila tidak mendapat quota, rajin-rajinlah membuka aplikasi untuk melihat dibukanya quota baru. Ini berhasil waktu bukan di hari Minggu.

.

6. Pilih waktu kedatangan.

Pilih watu kedatangan yang diinginkan. Masukan email dan jumlah pemohon. Maksimal pemohon hanya 4 orang, kalau pemohonnya lebih dari 4 orang buat akun baru.

.

7. Isi Nama Pemohon dan NIK

.

8. Keluar Bukti Cetak yang berisi bukti pendaftaran dan QR Code. Sebaiknya bukti ini diprint.

.

 

Membuat Paspor di Kanim Jakarta Timur

Di hari H, datang ke Kanim Jakarta Timur. Karena sudah menggunakan nomor antrian online, jadi lebih tertib. Oleh petugas, para pemohon diberikan formulir yang harus diisi. Yang sudah selesai bisa langsung menyerahkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan ke loket. Berhubung si papa memperpanjang paspor, hanya diminta fotokopi KTP dan KK. Kemudian langsung ke bagian wawancara dan foto. Setelah foto, diberikan Bukti Pengantar Pembayaran ke Bank. Kalau malas antri di bank, bisa lewat internet banking dengan memasukan kode bayar MPN G2-nya. Paspor bisa diambil setelah 5 hari kerja.

.

 

Kesimpulannya, membuat dan memperpanjang paspor masih gampang-gampang susah. Di kantor imigrasinya sih lancar karena pemohon yang datang adalah pemohon telah mendapatkan nomor sesuai waktu kedatangannya. Tetapi untuk mendapatkan nomor antrian onlinenya butuh perjuangan. Kebetulan tanteku juga mau memperpanjang paspornya, masalahnya dia butuh cepat. Akhirnya karena tidak jua mendapatkan nomor antrian, pakai calo, yang ternyata setelah ditemui adalah orang dari kantor imigrasinya sendiri.. hhmm.

Perpanjang STNK di Kecamatan Pulogadung

Waktunya perpanjang STNK motor. Karena si papa sok sibuk, terpaksalah aku yang harus perpanjang STNKnya. Itu juga udah telat sebulan. Tapi yang namanya ke Samsat, ih males banget. Biasanya sih perpanjang di Gerai Samsat Artha Gading. Tapi pas sabtu kemarin ke sana, ternyata tutup. Mana ga ada pemberitahuannya di pintu kacanya kalau tutup. Alhasil setelah jam 10 lewat belum buka, orang-orang pada bubar.

Sampai rumah aku browsing cari tempat perpanjang STNK keliling. Ternyata jauh-jauh, ga ada yang deket rumah. Tiba-tiba liat artikel tentang perpanjang STNK di Kecamatan Pulogadung. Baca-baca dan akhirnya aku memutuskan perpanjang STNK di sana.

Senin pagi aku sampai di Kecamatan Pulogadung jam 10 lewat. Langsung kelihatan tuh loketnya. Sepi pula. Ngurus perpanjangan ga sampai 10 menit selesai. Haa, asyik banget.

Gerai Samsatnya paling kiri, yang ada spanduknya

Gerai Samsatnya paling kiri, yang ada spanduknya

Langkah-langkahnya mudah :
1. Minta Form Perpanjangan STNK di loket pendaftaran (sebelah kanan).

2. Isi formnya dan kembalikan ke loket pendaftaran dengan dilengkapi

  • KTP (asli dan fotocopy)
  • STNK (asli dan fotocopy)
  • BPKB (asli dan fotocopy)

Note : Berhubung motor atas nama suami, maka perlu KK juga.

3. Tunggu dipanggil Kasir untuk membayar jumlah pajaknya

4. Tunggu dipanggil Loket Pengeluaran SSPD untuk mengambil tanda bukti pembayaran pajak kendaraan bermotor.

 

Samsat-kecamatan-pulogadung3

Saat ini baru 5 kecamatan yang mempunyai gerai Samsat untuk melayani perpanjangan STNK (hanya bisa perpanjangan yah, belum bisa yang 5 tahunan ganti no plat) yaitu Kecamatan Kemayoran (Jakarta Pusat), Kecamatan Pasar Minggu (Jakarta Selatan), Kecamatan Kebon Jeruk (Jakarta Barat), Kecamatan Penjaringan (Jakarta Utara), dan Kecamatan Pulogadung  (Jakarta Timur).

 

Update 9 Desember 2017 :

Hari ini aku perpanjang STNK mobil di sini. Ada perubahan pada jadwal pelayanan pada hari Sabtu, yang tadinya dari jam 9.00 – 11.00 WIB menjadi 9.00 – 10.30 WIB.

Setelah menyerahkan berkas yang diperlukan, tiba-tiba petugasnya bilang, “Bu, lain kali kalau bukan atas nama sendiri ngurusnya di SAMSAT ya. “

“Lho, kan udah pakai KTP sama KK segala nih, Pak.”

“Iya, sekarang udah ga bisa lagi, Bu. Kalau diwakilin ngurusnya harus langsung di SAMSAT.”

Ealah… mau bayar pajak aja kok dibikin ribet. Bukannya makin maju malah jadi mundur pelayanannya :(

Sakitnya Tuh Disini (Kolesistektomi)

Ceritanya dimulai kurang lebih 10 bulan yang lalu, sekitar bulan September 2014, aku mulai merasakan sering sakit di bagian ulu hati dan sempat masuk IGD 2 kali karena gak tahan sakitnya. Gejalanya timbul kalau habis makan pedas atau bersantan dan sakitnya terjadi selalu malam hari. Sempat konsultasi ke dokter juga dan dokter suspect maag. Dapat obat maag pariet, mucosta dan strocain. Total nebus obatnya hampir sejuta…hiks.. Walaupun diganti kantor suami, ga rela juga nebus obat segitu.

Trus dapat info dari teman dan dari hasil googling juga bahwa untuk penyakit maag bisa diterapi dengan minum air perasan jeruk nipis atau lemon. Jadi cara minumnya adalah setiap bangun pagi, campur air hangat dengan air perasan jeruk nipis/lemon secukupnya lalu minum seteguk demi seteguk, biarkan bercampur dengan ludah baru ditelan.

Awalnya tersiksa banget disuruh minum jeruk nipis, karena aku pada dasarnya gak suka masam. Kalau makan soto, yang namanya jeruk nipis pasti selalu aku hindari. Tapi mau gak mau dipaksain juga karena gak enak banget yang namanya sakit maag.. makan pedas sakit, makan santan sakit, makan mie sakit, makan roti sakit, minum teh juga sakit. Akhirnya dibela-belain tiap pagi bangun tidur minum perasan jeruk nipis. Sebenarnya ramuan ini bisa diminum 3 kali sehari, tapi berhubung gak sukanya itu aku cuma minum pagi hari. Sebulan minum udah berasa agak enakan maagnya, rasa sebah (gas) di perut sudah mulai berkurang. Setelah 3 bulan sakitnya sudah hilang, bisa mulai makan macem-macem lagi..hehe.. Minum perasan jeruk nipisnya aku stop.

Nah sekitar Maret 2015 mulai berasa sakit lagi maagnya…huhuhu.. akhirnya mulai terapi lagi pakai jeruk lemon. Iya, yang pertama aku pakai jeruk nipis sekarang coba pakai jeruk lemon supaya tidak terlalu masam. Setelah sebulan lebih minum, sakitnya gak berkurang. Aku pikir apa jeruk lemon kurang tokcer ya.. akhirnya aku ganti pakai jeruk nipis. Setelah minum jeruk nipis di pagi hari memang perut jadi terasa enak, makan apa aja gak masalah, tapi menjelang sore hari perut mulai berasa sebah lagi. Biasanya kalau sudah mulai sebah makin malam akan semakin sakit perutnya dan berasa sampai ke punggung daerah tulang belikat. Kalau sudah begini harus dimuntahin dulu isi perutnya trus minum braxidin atau spasmium baru bisa hilang sakitnya (awal-awal minum buscopan plus, lama-lama gak mempan).

Pertengahan bulan Mei sakitnya makin parah, hampir tiap malam sakit. Akhirnya aku googling lagi berdasarkan gejala-gejalanya dan mulai curiga akan adanya batu empedu. Tapi berhubung anak-anak lagi UAS, ditahan-tahanlah ke dokternya. Makan apapun udah ga enak, pernah coba makan bubur seharian tetap aja sakit.

Setelah anak-anak selesai UAS, langsung malamnya ke dokter internist di RS Yadika. Aku ceritain gejala-gejalanya dan oleh dokter dapat pengantar untuk USG Abdomen dan dikasih obat untuk maagnya. Waktu aku tanya obatnya apa aja, si dokter bilang tanya aja nanti sama apotiknya. Bah, nyebelin banget ni dokter, ga bakalan aku balik lagi ke dia.. >,<

Aku USG di Premier Jatinegara. Oya, untuk USG Abdomen diharuskan puasa dulu selama 6 jam. Dari hasil USG tampaklah ada batu di kandung empedu. Besarnya lumayan, udah 36 mm. Waduh… langsung panik dot com.. Sampai di rumah, cari-cari info di google. Dari hasil googling, banyak cerita mengenai mengeluarkan batu empedu tanpa operasi. Caranya yaitu dengan terapi menggunakan apel, garam inggris dan minyak zaitun (yang mau tau lebih lanjut terapi ini, silakan googling sendiri). Nah, hoax tidaknya terapi ini terus terang aku ga tau.

Yang jelas dari hasil browsing, aku dapat beberapa info mengenai penyakit ini :
1. Yang beresiko terkena penyakit batu empedu adalah 4f : female, forty, fat and fertile.
2. Rasa sakitnya timbul pada malam hari. Sebabnya kenapa ga tau, tapi kalau kata dokter berkaitan dengan posisi ketika kita tidur dimana posisi kandung empedu dan saluran empedu menjadi sejajar sehingga batu empedu akan bergeser dari kandung empedu ke dalam saluran empedu. Akibatnya saluran empedu menjadi tersumbat sehingga timbul nyeri.
3. Kalau batunya kecil bisa dikeluarkan dengan pengobatan non operatif yaitu obat paten Urdafalk, tapi hasilnya juga lama bisa berbulan-bulan. Nah, kalau yang batunya sudah lebih dari 2cm sebaiknya dilakukan operasi pengangkatan kandung empedu.
Oiya, yang namanya operasi batu empedu beda yah dengan batu ginjal. Kalau batu ginjal bisa dilaser batunya, tapi kalau namanya operasi batu empedu, walaupun batunya kecil, kandung empedunya tetap harus diangkat.

Trus bagaimana? Apa kalau kandung empedunya sudah diangkat maka persoalan penyakit batu empedu sudah selesai? Ternyata tidak!
1. Operasi atau tanpa operasi, batu empedu tetap dapat terbentuk kembali…. arrggghhh… Batu empedu bisa terbentuk lagi di saluran empedu.
2. Akibat diangkatnya kandung empedu, cairan empedu yang dihasilkan hati tidak bisa ditampung dan dipekatkan lagi di kandung empedu, maka cairan tersebut akan langsung masuk ke usus duabelas jari sehingga bila kita makan makanan yang mengandung lemak perut akan terasa kembung, tidak nyaman dan bisa terjadi diare. Jadi harus makan rendah lemak sehabis kandung empedunya diangkat. (Kalau kata dokterku, bukan pantang lemak tapi kurangi lemak, masak ga boleh makan enak… hihi.. bisa aja ni dokter).

Ada Oomku yang bilang, walaupun kandung empedunya sudah diangkat dia sempat beberapa kali masuk IGD karena sakitnya timbul lagi. Tapi Tanteku yang lain, yang kandung empedunya sudah diangkat juga, baik-baik aja tuh… ga ada masalah. Makan apa aja juga dihajar… Haiyaaa.. pusing euy.. Makin banyak browsing, makin banyak nanya-nanya, makin bingung.. T_T

Akhirnya dengan pertimbangan karena batunya sudah besar, sakit yang udah ga ketahan lagi, dan hasil konsultasi dengan internist di Hermina Jatinegara (iya, ganti dokter yang lebih komunikatif..hehe..), sampailah pada keputusan untuk mengangkat kandung empedu. Kemudian aku dirujuk ke dokter bedah digestive untuk dijelaskan mengenai prosedur operasinya.

Singkat cerita, aku pilih prosedur laparaskopi dan di operasi tanggal 18 Juni 2015 di Hermina Jatinegara. Jadwal operasinya adalah jam 10 pagi, tapi ternyata jam 10.30 aku baru masuk ke ruang operasi. Di dalam ruang operasi ternyata suster yang akan bantu jalannya operasi belum siap masih bantu operasi lain, padahal dokter bedahnya udah nongkrong di situ. Akhirnya selama 1 jam aku nunggu sambil tidur terlentang di meja operasi… asli bete banget. Mana TV di ruang operasi ceritanya gosip mulu. Akhirnya jam 12.25 dokter anestesinya datang, memperkenalkan diri ke aku trus udah deh ga tau apa-apa lagi. Bangun-bangun udah ada di ruang pemulihan.

Operasinya sendiri berjalan 2,5 jam. Setelah selesai operasi, suamiku dipanggil sama dokternya dan dikasih lihat kandung empedu yang telah dipotong dari salurannya. Suamiku disuruh rekam pakai video sewaktu kandung empeduku dibelek dan terlihat batu empedunya. Gede banget batunya…hehe… sebesar buah kurma. Kemudian batunya dimasukkan ke dalam pot kecil dan diberikan ke suami, sedangkan kandung empedunya dibawa ke patologi untuk dilihat ada tidaknya sel-sel abnormal. Hari Kamis siang dioperasi, Minggu siang aku pulang ke rumah.

Batu empedu yang telah diangkat. Gede yaah... :p

Batu empedu yang telah diangkat. Gede yaah… :p

Bekas luka operasi laparakopi. Foto ini diambil 10 hari pasca operasi. Ada 3 luka, di ulu hati, sebelah kanan perut dan di pusar (tidak nampak di foto). Yang di ulu hari lebarnya kurleb 2,5cm. Agak lebar karena untuk jalan mengeluarkan batu empedu yang sudah besar.

Bekas luka operasi laparaskopi. Foto ini diambil 10 hari pasca operasi. Ada 3 luka, di ulu hati, di perut sebelah kanan dan di pusar (tidak nampak di foto). Yang di ulu hari lebarnya kurleb 2,5cm. Agak lebar karena untuk jalan mengeluarkan batu empedu yang sudah besar.

 

Dokter bilang ga ada pantangan makan, hanya dikurangi makanan yang berlemak. 10 hari setelah operasi aku masih diare ringan. Habis makan, biasanya ga berapa lama pingin pup dan keluarnya juga cair. Tapi setelah lewat hari ke-10 sudah normal lagi pup-nya. 3 minggu setelah operasi jalan-jalan ke Batu, Malang. Puji Tuhan bisa makan enak di sana… hahaha..

Sampai hari ini sakit di ulu hati dan di punggung tidak terasa lagi… mudah-mudahan untuk seterusnya (AMIN). Kadang suka berasa ga enak sih, tapi gak sampai sakit juga. Entah karena beneran gak enak atau karena paranoid. Doakan yaaa… semoga aku sehat terus :)

PS : Bagi yang mau tau kisaran biaya operasinya, aku ambil kelas 1 di Hermina untuk operasi laparoskopi habis sekitar 34 juta (sudah termasuk alat yang dibawa oleh dokternya sendiri yaitu sebesar 5 juta).