Rupa-rupi

Perpanjang STNK di Kecamatan Pulogadung

Waktunya perpanjang STNK motor. Karena si papa sok sibuk, terpaksalah aku yang harus perpanjang STNKnya. Itu juga udah telat sebulan. Tapi yang namanya ke Samsat, ih males banget. Biasanya sih perpanjang di Gerai Samsat Artha Gading. Tapi pas sabtu kemarin ke sana, ternyata tutup. Mana ga ada pemberitahuannya di pintu kacanya kalau tutup. Alhasil setelah jam 10 lewat belum buka, orang-orang pada bubar.

Sampai rumah aku browsing cari tempat perpanjang STNK keliling. Ternyata jauh-jauh, ga ada yang deket rumah. Tiba-tiba liat artikel tentang perpanjang STNK di Kecamatan Pulogadung. Baca-baca dan akhirnya aku memutuskan perpanjang STNK di sana.

Senin pagi aku sampai di Kecamatan Pulogadung jam 10 lewat. Langsung kelihatan tuh loketnya. Sepi pula. Ngurus perpanjangan ga sampai 10 menit selesai. Haa, asyik banget.

Gerai Samsatnya paling kiri, yang ada spanduknya

Gerai Samsatnya paling kiri, yang ada spanduknya

Langkah-langkahnya mudah :
1. Minta Form Perpanjangan STNK di loket pendaftaran (sebelah kanan).

2. Isi formnya dan kembalikan ke loket pendaftaran dengan dilengkapi

  • KTP (asli dan fotocopy)
  • STNK (asli dan fotocopy)
  • BPKB (asli dan fotocopy)

Note : Berhubung motor atas nama suami, maka perlu KK juga.

3. Tunggu dipanggil Kasir untuk membayar jumlah pajaknya

4. Tunggu dipanggil Loket Pengeluaran SSPD untuk mengambil tanda bukti pembayaran pajak kendaraan bermotor.

 

Samsat-kecamatan-pulogadung3

Saat ini baru 5 kecamatan yang mempunyai gerai Samsat untuk melayani perpanjangan STNK (hanya bisa perpanjangan yah, belum bisa yang 5 tahunan ganti no plat) yaitu Kecamatan Kemayoran (Jakarta Pusat), Kecamatan Pasar Minggu (Jakarta Selatan), Kecamatan Kebon Jeruk (Jakarta Barat), Kecamatan Penjaringan (Jakarta Utara), dan Kecamatan Pulogadung  (Jakarta Timur).

 

Update 9 Desember 2017 :

Hari ini aku perpanjang STNK mobil di sini. Ada perubahan pada jadwal pelayanan pada hari Sabtu, yang tadinya dari jam 9.00 – 11.00 WIB menjadi 9.00 – 10.30 WIB.

Setelah menyerahkan berkas yang diperlukan, tiba-tiba petugasnya bilang, “Bu, lain kali kalau bukan atas nama sendiri ngurusnya di SAMSAT ya. “

“Lho, kan udah pakai KTP sama KK segala nih, Pak.”

“Iya, sekarang udah ga bisa lagi, Bu. Kalau diwakilin ngurusnya harus langsung di SAMSAT.”

Ealah… mau bayar pajak aja kok dibikin ribet. Bukannya makin maju malah jadi mundur pelayanannya :(

Sakitnya Tuh Disini (Kolesistektomi)

Ceritanya dimulai kurang lebih 10 bulan yang lalu, sekitar bulan September 2014, aku mulai merasakan sering sakit di bagian ulu hati dan sempat masuk IGD 2 kali karena gak tahan sakitnya. Gejalanya timbul kalau habis makan pedas atau bersantan dan sakitnya terjadi selalu malam hari. Sempat konsultasi ke dokter juga dan dokter suspect maag. Dapat obat maag pariet, mucosta dan strocain. Total nebus obatnya hampir sejuta…hiks.. Walaupun diganti kantor suami, ga rela juga nebus obat segitu.

Trus dapat info dari teman dan dari hasil googling juga bahwa untuk penyakit maag bisa diterapi dengan minum air perasan jeruk nipis atau lemon. Jadi cara minumnya adalah setiap bangun pagi, campur air hangat dengan air perasan jeruk nipis/lemon secukupnya lalu minum seteguk demi seteguk, biarkan bercampur dengan ludah baru ditelan.

Awalnya tersiksa banget disuruh minum jeruk nipis, karena aku pada dasarnya gak suka masam. Kalau makan soto, yang namanya jeruk nipis pasti selalu aku hindari. Tapi mau gak mau dipaksain juga karena gak enak banget yang namanya sakit maag.. makan pedas sakit, makan santan sakit, makan mie sakit, makan roti sakit, minum teh juga sakit. Akhirnya dibela-belain tiap pagi bangun tidur minum perasan jeruk nipis. Sebenarnya ramuan ini bisa diminum 3 kali sehari, tapi berhubung gak sukanya itu aku cuma minum pagi hari. Sebulan minum udah berasa agak enakan maagnya, rasa sebah (gas) di perut sudah mulai berkurang. Setelah 3 bulan sakitnya sudah hilang, bisa mulai makan macem-macem lagi..hehe.. Minum perasan jeruk nipisnya aku stop.

Nah sekitar Maret 2015 mulai berasa sakit lagi maagnya…huhuhu.. akhirnya mulai terapi lagi pakai jeruk lemon. Iya, yang pertama aku pakai jeruk nipis sekarang coba pakai jeruk lemon supaya tidak terlalu masam. Setelah sebulan lebih minum, sakitnya gak berkurang. Aku pikir apa jeruk lemon kurang tokcer ya.. akhirnya aku ganti pakai jeruk nipis. Setelah minum jeruk nipis di pagi hari memang perut jadi terasa enak, makan apa aja gak masalah, tapi menjelang sore hari perut mulai berasa sebah lagi. Biasanya kalau sudah mulai sebah makin malam akan semakin sakit perutnya dan berasa sampai ke punggung daerah tulang belikat. Kalau sudah begini harus dimuntahin dulu isi perutnya trus minum braxidin atau spasmium baru bisa hilang sakitnya (awal-awal minum buscopan plus, lama-lama gak mempan).

Pertengahan bulan Mei sakitnya makin parah, hampir tiap malam sakit. Akhirnya aku googling lagi berdasarkan gejala-gejalanya dan mulai curiga akan adanya batu empedu. Tapi berhubung anak-anak lagi UAS, ditahan-tahanlah ke dokternya. Makan apapun udah ga enak, pernah coba makan bubur seharian tetap aja sakit.

Setelah anak-anak selesai UAS, langsung malamnya ke dokter internist di RS Yadika. Aku ceritain gejala-gejalanya dan oleh dokter dapat pengantar untuk USG Abdomen dan dikasih obat untuk maagnya. Waktu aku tanya obatnya apa aja, si dokter bilang tanya aja nanti sama apotiknya. Bah, nyebelin banget ni dokter, ga bakalan aku balik lagi ke dia.. >,<

Aku USG di Premier Jatinegara. Oya, untuk USG Abdomen diharuskan puasa dulu selama 6 jam. Dari hasil USG tampaklah ada batu di kandung empedu. Besarnya lumayan, udah 36 mm. Waduh… langsung panik dot com.. Sampai di rumah, cari-cari info di google. Dari hasil googling, banyak cerita mengenai mengeluarkan batu empedu tanpa operasi. Caranya yaitu dengan terapi menggunakan apel, garam inggris dan minyak zaitun (yang mau tau lebih lanjut terapi ini, silakan googling sendiri). Nah, hoax tidaknya terapi ini terus terang aku ga tau.

Yang jelas dari hasil browsing, aku dapat beberapa info mengenai penyakit ini :
1. Yang beresiko terkena penyakit batu empedu adalah 4f : female, forty, fat and fertile.
2. Rasa sakitnya timbul pada malam hari. Sebabnya kenapa ga tau, tapi kalau kata dokter berkaitan dengan posisi ketika kita tidur dimana posisi kandung empedu dan saluran empedu menjadi sejajar sehingga batu empedu akan bergeser dari kandung empedu ke dalam saluran empedu. Akibatnya saluran empedu menjadi tersumbat sehingga timbul nyeri.
3. Kalau batunya kecil bisa dikeluarkan dengan pengobatan non operatif yaitu obat paten Urdafalk, tapi hasilnya juga lama bisa berbulan-bulan. Nah, kalau yang batunya sudah lebih dari 2cm sebaiknya dilakukan operasi pengangkatan kandung empedu.
Oiya, yang namanya operasi batu empedu beda yah dengan batu ginjal. Kalau batu ginjal bisa dilaser batunya, tapi kalau namanya operasi batu empedu, walaupun batunya kecil, kandung empedunya tetap harus diangkat.

Trus bagaimana? Apa kalau kandung empedunya sudah diangkat maka persoalan penyakit batu empedu sudah selesai? Ternyata tidak!
1. Operasi atau tanpa operasi, batu empedu tetap dapat terbentuk kembali…. arrggghhh… Batu empedu bisa terbentuk lagi di saluran empedu.
2. Akibat diangkatnya kandung empedu, cairan empedu yang dihasilkan hati tidak bisa ditampung dan dipekatkan lagi di kandung empedu, maka cairan tersebut akan langsung masuk ke usus duabelas jari sehingga bila kita makan makanan yang mengandung lemak perut akan terasa kembung, tidak nyaman dan bisa terjadi diare. Jadi harus makan rendah lemak sehabis kandung empedunya diangkat. (Kalau kata dokterku, bukan pantang lemak tapi kurangi lemak, masak ga boleh makan enak… hihi.. bisa aja ni dokter).

Ada Oomku yang bilang, walaupun kandung empedunya sudah diangkat dia sempat beberapa kali masuk IGD karena sakitnya timbul lagi. Tapi Tanteku yang lain, yang kandung empedunya sudah diangkat juga, baik-baik aja tuh… ga ada masalah. Makan apa aja juga dihajar… Haiyaaa.. pusing euy.. Makin banyak browsing, makin banyak nanya-nanya, makin bingung.. T_T

Akhirnya dengan pertimbangan karena batunya sudah besar, sakit yang udah ga ketahan lagi, dan hasil konsultasi dengan internist di Hermina Jatinegara (iya, ganti dokter yang lebih komunikatif..hehe..), sampailah pada keputusan untuk mengangkat kandung empedu. Kemudian aku dirujuk ke dokter bedah digestive untuk dijelaskan mengenai prosedur operasinya.

Singkat cerita, aku pilih prosedur laparaskopi dan di operasi tanggal 18 Juni 2015 di Hermina Jatinegara. Jadwal operasinya adalah jam 10 pagi, tapi ternyata jam 10.30 aku baru masuk ke ruang operasi. Di dalam ruang operasi ternyata suster yang akan bantu jalannya operasi belum siap masih bantu operasi lain, padahal dokter bedahnya udah nongkrong di situ. Akhirnya selama 1 jam aku nunggu sambil tidur terlentang di meja operasi… asli bete banget. Mana TV di ruang operasi ceritanya gosip mulu. Akhirnya jam 12.25 dokter anestesinya datang, memperkenalkan diri ke aku trus udah deh ga tau apa-apa lagi. Bangun-bangun udah ada di ruang pemulihan.

Operasinya sendiri berjalan 2,5 jam. Setelah selesai operasi, suamiku dipanggil sama dokternya dan dikasih lihat kandung empedu yang telah dipotong dari salurannya. Suamiku disuruh rekam pakai video sewaktu kandung empeduku dibelek dan terlihat batu empedunya. Gede banget batunya…hehe… sebesar buah kurma. Kemudian batunya dimasukkan ke dalam pot kecil dan diberikan ke suami, sedangkan kandung empedunya dibawa ke patologi untuk dilihat ada tidaknya sel-sel abnormal. Hari Kamis siang dioperasi, Minggu siang aku pulang ke rumah.

Batu empedu yang telah diangkat. Gede yaah... :p

Batu empedu yang telah diangkat. Gede yaah… :p

Bekas luka operasi laparakopi. Foto ini diambil 10 hari pasca operasi. Ada 3 luka, di ulu hati, sebelah kanan perut dan di pusar (tidak nampak di foto). Yang di ulu hari lebarnya kurleb 2,5cm. Agak lebar karena untuk jalan mengeluarkan batu empedu yang sudah besar.

Bekas luka operasi laparaskopi. Foto ini diambil 10 hari pasca operasi. Ada 3 luka, di ulu hati, di perut sebelah kanan dan di pusar (tidak nampak di foto). Yang di ulu hari lebarnya kurleb 2,5cm. Agak lebar karena untuk jalan mengeluarkan batu empedu yang sudah besar.

 

Dokter bilang ga ada pantangan makan, hanya dikurangi makanan yang berlemak. 10 hari setelah operasi aku masih diare ringan. Habis makan, biasanya ga berapa lama pingin pup dan keluarnya juga cair. Tapi setelah lewat hari ke-10 sudah normal lagi pup-nya. 3 minggu setelah operasi jalan-jalan ke Batu, Malang. Puji Tuhan bisa makan enak di sana… hahaha..

Sampai hari ini sakit di ulu hati dan di punggung tidak terasa lagi… mudah-mudahan untuk seterusnya (AMIN). Kadang suka berasa ga enak sih, tapi gak sampai sakit juga. Entah karena beneran gak enak atau karena paranoid. Doakan yaaa… semoga aku sehat terus :)

PS : Bagi yang mau tau kisaran biaya operasinya, aku ambil kelas 1 di Hermina untuk operasi laparoskopi habis sekitar 34 juta (sudah termasuk alat yang dibawa oleh dokternya sendiri yaitu sebesar 5 juta).

Buat paspor online di Kanim Jakarta Timur

Udah lama banget mau memperpanjang paspor dan buatin paspor anak-anak, tapi ga sempat dan males…hehehe.. Jadi kalau si papa lagi tugas ke luar cuma bisa ihik…ihik aja karena ga punya paspor. Akhirnya sebagai resolusi terakhir tahun 2014, disempet-sempetinlah buat paspor. Lagipula katanya mengurus pembuatan paspor sekarang gampang, ga pakai calo, harganya juga ga diketok dan bisa online tanpa harus upload dokumen.

Setelah googling sana-sini dan mencoba input data di web imigrasi, akhirnya berhasil juga tahap awal untuk membuat paspor online.

Berikut langkah-langkahnya :

1. Mengisi Data Online

  • Buka https://ipass.imigrasi.go.id:9443/xpnet/faces/xpnet-main.xhtml
  • Pilih menu Pra Permohonan Personal
  • Perhatikan pilihannya. Untuk memperpanjang paspor, pilih Penggantian – Habis Berlaku dan masukan nomor paspor lamanya. Untuk pembuatan paspor baru, pilih Baru – Paspor Biasa
  • Pilih Jenis Paspor yang dikehendaki
  • Pilih Lokasi Kantor Imigrasi yang dikehendaki
  • Masukan data-data sesuai dengan KK dan KTP

* Untuk Ibu Rumah Tangga dan anak, pilih pekerjaan “Lainnya”
* Untuk anak yang belum mempunyai KTP, masukan NIK yang ada di KK. Tanggal berlaku ID masukan tanggal KK dikeluarkan, dan untuk tanggal berkahirnya tambahkan 5 tahun dari tahun KK dikeluarkan.

  • Setelah input selesai, cek email untuk mendapat Bukti Pengantar ke Bank. Bank yang digunakan adalah BNI

 

2. Melakukan Pembayaran ke Bank

  • Print Bukti Pengantar ke Bank dan serahkan langsung ke tellernya.
  • Biaya pembuatan paspor biasa adalah Rp. 355.000, e-passport Rp. 655.000,- plus biaya admin banknya Rp. 5.000,-
  • Setelah melakukan pembayaran ke bank, kita akan mendapatkan no jurnal banknya.

 

3. Memilih Waktu Kedatangan

  • Buka kembali email yang dikirim sebelumnya. Di sana akan ada link untuk mengkonfirmasi pembayaran yang sudah dilakukan
  • Buka linknya dan masukan no jurnal bank.
  • Pilih waktu kedatangan ke kantor imigrasi
  • Cek email, print Tanda Terima Permohonan-nya. Isi data-data di formulir yang ada.

 

* Langkah 2 dan 3 harus dilakukan dalam 5 hari kerja. Bila tidak maka permohonan akan dihapus dari sistem dan uang yang sudah dibayarkan akan hangus. Untuk mengajukan permohonan kembali, harus mengikuti langkah no. 1 kembali dan melakukan pembayaran lagi.

Perhatikan dokumen yang harus dibawa :

Untuk Dewasa :
– Fotokopi KTP
– Fotokopi KK
– Fotokopi Akte Lahir
– Fotokopi Ijazah
– Fotokopi Surat Nikah
– Fotokopi Paspor Lama (bila ada)
– Bukti Pembayaran ke Bank
– Materai 6.000
– Semua dokumen asli

Untuk Anak-anak :
– Fotokopi KTP Ayah dan Ibu (difotokopi dijadikan 1 halaman)
– Fotokopi KK
– Fotokopi Akte Lahir
– Fotokopi Surat Nikah Orang tua
– Fotokopi Paspor Lama dan (bila ada)
– Fotokopi Paspor Orang Tua (bila ada, difotokopi dijadikan 1 halaman)
– Bukti Pembayaran ke Bank
– Materai 6.000
– Semua dokumen asli

* Semua fotokopi harus di kertas A4
* Kalau anaknya lebih dari 1, jangan pelit-pelit buat fotokopi sebanyak jumlah anak yang dibuatkan paspornya

paspor-kanim-jaktim

4. Datang ke Kantor Imigrasi sesuai tanggal yang dipilih.

  • Ambil nomor dan minta formulir Surat Pernyataan kepada petugas. Untuk anak-anak : Formulir Surat Pernyataan Orang Tua.¬† Untuk Dewasa : Formulir Surat Pernyataan (isinya paspor yang diterima tidak akan disalahgunakan.. blablabla..)
  • Isi Formulir dan bubuhkan materai
  • Tunggu nomor dipanggil untuk diperiksa kelengkapan dokumennya
  • Setelah dokumen diperiksa, kita akan diberi nomor antrian untuk foto dan wawancara
  • Foto dan wawancara

 

5. Paspor selesai dalam 3 hari kerja.

 

Pengalaman aku buat paspor di Kanim Jakarta Timur

Datang jam 7 pagi, ternyata antrian sudah banyak dan untuk paspor online hanya dibatasi 250 orang (kalau ga salah). Untuk paspor offline/walk-in juga dibatasi nomor antriannya (1 nomor untuk 1 pemohon) dan diutamakan buat yang lansia. Tunjukan print out Tanda Terima Permohonannya untuk pembuatan paspor online ke petugas yang menjaga gerbang agar diperbolehkan masuk.

Di dalam gerbang disediakan tempat duduk. Yang sebelah kanan untuk antrian online, sebelah kiri untuk walk-in dan manula. Berhubung tempat duduknya kurang, jadi banyak yang berdiri tidak sesuai antrian. Jam 8 kurang petugas mulai membagikan nomor urut. Mulai deh orang marah-marah karena merasa diserobot..huhuhu.. Setelah sampai ke depan petugas diperiksa dulu print out Tanda Terima Permohonannya apakah tanggal kedatangannya sudah sesuai, kemudian baru mendapatkan nomor, form Surat Pernyataan beserta map resmi untuk menyimpan dokumen-dokumen yang diperlukan. Setelah itu baru dipersilahkan naik ke atas untuk duduk dan menunggu nomor dipanggil. Sambil nunggu, isi Surat Pernyataan dan bubuhkan materai. Lumayan lama juga nunggunya, aku dapat nomor 49 dan baru dipanggil jam 10 lewat. (Sepertinya ada pemohon paspor hari sebelumnya yang baru diproses hari itu. Jadi memang sebaiknya datang lebih pagi agar cepat selesai dan tidak disuruh datang lagi besoknya).

Suasana ruang tunggu di Kanim Jakarta Timur

Suasana ruang tunggu di Kanim Jakarta Timur

 

Setelah dipanggil, datang ke loket yang disebutkan sesuai nomor. Di sini semua dokumen-dokumen akan diperiksa kelengkapannya. Ditanyakan juga bawa aslinya atau tidak. Nah, sewaktu lagi diperiksa ada mbak-mbak yang kebingungan karena dia salah memasukan data. Si mbak mau memperpanjang paspor tapi yang dipilih menunya buat paspor baru. Si petugas cuma menyalahkan si mbak dan bilang : “Lho, yang input datakan kan mbak sendiri, bukan kita. Berati mbak harus ulang prosesnya dari awal dan bayar lagi.” Langsung pucet deh si mbak.
Menurut aku sih ini keterlaluan, karena hal-hal seperti ini pasti banyak yang melakukan kesalahan dan harus ada solusi dari petugas dan sistemnya. Lagipula pada saat wawancara dan foto, kita juga diminta cek kembali oleh petugasnya (sambil lihat layar komputer) apa benar nama (terutama ejaan), alamat, tempat tanggal lahir yang sudah kita input sebelumnya. Berarti kan datanya masih bisa dirubah/diperbaiki.

Dari tempat pemeriksaan dokumen, kita diberikan nomor urut untuk foto dan wawancara. Nunggu lagi kurang lebih sejam. Setelah dipanggil, dokumen yang ada di map diperiksa dan discan. Nah kemarin itu aku lupa fotokopi paspor lama, untung mbak petugasnya baik ga nyuruh aku fotokopi lagi tapi dia pakai fotokopi internal yang ada diruangan. Mungkin si mbak kasihan ngeliat aku jalannya pincang hasil terpeleset di kamar mandi paginya…hihihi.. Setelah dokumen discan, nunggu lagi sebentar buat foto dan wawancara. Di sini bapak petugasnya baik banget dan cukup sabar sama anak-anak. Dia bahkan cerita ada anak yang mau difoto malah kabur ketakutan dan ga balik-balik lagi…. hahaha.. kasian banget orang tuanya. Oya kebetulan di situ ada bayi juga yang mau di foto. Umurnya baru sebulan, di fotonya sambil dipangku dan agak diberdirikan menghadap kamera.

Selesai foto dan wawancara pas jam 12.15. Pffiuuhh…. Pas banget. Jam 12 petugasnya pada istirahat makan siang dan antrian berhenti. Harusnya sih mereka gantian ya…
Anyway, paspornya jadi dalam waktu 3 hari kerja, tapi aku baru ambil seminggu lebih sesudahnya untuk mengantisipasi kalau-kalau paspornya belum jadi. Bawa bukti pembayaran bank untuk ambil paspornya.

Setelah paspornya jadi, tandatangan pada kotak yang ada pada halaman paling belakang menggunakan bolpen hitam, tapi bukan boxi. Pada paspor anak, kolom ini dicap “Unable To Sign”, jadi ga perlu tandatangan. Sedangkan pada bagian “Informasi Pemegang” diisi dengan menggunakan pensil 2B.

pizap.com14210460757471

Kesimpulannya :
– Buat paspor baik online masih gampang-gampang susah. Harus hati-hati waktu memilih pilihan dan memasukan data ke internet. Kalau salah panjang urusannya dan petugas terkesan lepas tangan dan hanya menyalahkan kita.
– Untuk pemohon walk-in harus pagi-pagi banget antrinya biar dapat nomor karena jumlah pemohonnya dibatasi (lebih sedikit dari pemohon online). Dan untuk paspor online, walaupun sudah pilih hari kedatangan tetapi harus pagi-pagi antri nomor biar bisa selesai foto dan wawancara di hari yang sama. Sebaiknya sih kalau paspor online begitu keluar Bukti Permohonan Paspor yang dikirim di email sudah langsung disertai nomor antrian dan kisaran jam kedatangannya. Jadi ga harus pagi-pagi banget antri, rebutan nomor dan marah-marah karena nomor antrian baru dibagi jam 8 kurang, sedangkan antrinya dari jam 6.
– Petugasnya ada yang baik ada pula yang jutek-jutek. Seharusnya para PNS yang melayani masyarakat ditraining seperti front-line nya bank yang manis-manis dan banyak senyum.
– Bebas calo.
– Ruang tunggunya nyaman, film yang diputar adalah “Just For Laugh”. Barangkali supaya yang bete nunggu atau mau marah jadi ketawa-ketawa ngeliat filmnya :)