Selain Lawang Sewu, Klenteng Sam Poo Kong juga merupakan salah satu destinasi wisata Semarang yang banyak dikunjungi. Meskipun merupakan sebuah klenteng, namun bangunan ini didirikan untuk menghormati Laksamana Zheng He yang menganut agama Islam. Laksamana Zheng He (Cheng Ho) alias Haji Mahmud Shams adalah seorang penjelajah dari Cina yang menjalankan misi dari kaisar ketiga dinasti Ming untuk berdagang sekaligus membawa misi perdamaian.

Sewaktu Laksamana Zheng He sedang berlayar, seorang juru mudinya yang bernama Wang Jing Hong sakit keras. Maka merapatlah armada Zheng He di pantai Simongan, Semarang. Zheng He menemukan sebuah goa batu yang kemudian digunakannya untuk sholat. Zheng He juga mendirikan sebuah kuil kecil sebelum kembali berlayar. Sementara itu Wang Ji Hong dan beberapa awak kapalnya tetap tinggal di Simongan dimana mereka bergaul dengan penduduk setempat, membangun rumah dan menggarap lahan. Untuk menghormati pimpinannya, Wang Ji Hong mendirikan patung Zheng He di goa tersebut.

Setelah Wang Ji Hong meninggal, ia dimakamkan di sekitar goa itu. Masyarakat sekitar menyebutnya sebagai Makam Juru Mudi. Ketika terjadi tanah longsor pada tahun 1704, goa tersebut hancur. Baru pada tahun 1724 masyarakat Tionghoa memugar goa tersebut dan mendirikan sebuah klenteng untuk menghormati Laksamana Zheng He dan memberi gelar Sam Po Tay. Sebuah patung Sam Po Tay berbalut emas juga dibuat dan diletakkan di goa di bawah klenteng.

Bagi yang bingung dengan letak klentengnya yang sekarang ada di tengah kota bukannya di pinggir pantai, itu karena adanya proses sedimentasi yang mengakibatkan daratan semakin bertambah luas ke arah pantai utara Jawa.

Dalam perjalanannya, klenteng ini mengalami beberapa kali perpindahan kepemilikan sampai akhirnya kepemilikan kuil dipindahkan ke yayasan Sam Poo Kong pada tahun 1924. Selain itu klenteng ini juga terus menerus mengalami pemugaran dengan penambahan beberapa bangunan lainnya.

HTM Klenteng Sam Poo Kong beragam, terbagi menjadi tiket umum dan tiket terusan serta hari biasa dan hari libur. Untuk lebih lengkapnya bisa lihat gambar di bawah ini. Bedanya tiket umum dan terusan adalah bila mengambil tiket umum maka pengunjung hanya bisa masuk ke area panggung dan area patung Laksamana Zheng He. Sedangkan bila mengambil tiket terusan, pengunjung bisa masuk ke area semua klenteng, melihat relief batu yang menceritakan kisah perjalanan Laksamana Zheng He dan dapat menonton film pendek tentang kisah perjalanan Laksamana Zheng He.

Tarif masukKlenteng Sam Poo Kong

Apa saja sih yang bisa di lihat di area ini?

1. Pintu Gerbang Utara

Pintu Gerbang Utara terletak dekat tempat parkir. Terdapat tulisan “Sam Poo Kong” diatas gerbangnya.

2. Pintu Gerbang Selatan

Pintu Gerbang Selatan ini berbentuk setengah lingkatan dengan atap bernuansa arsitektur Cina.

Pintu Gerbang Selatan

3. Panggung

Panggung ini digunakan untuk tempat pertunjukkan pada hari raya atau acara tertentu.

Panggung

4. Patung Laksamana Zheng He

Patung raksasa ini didirikan sebagai peringatan akan Laksamana Zheng He. Di bagian bawah patung terdapat biografi singkat Laksamana Zheng He yang ditulis di atas batu granit. Terdapat juga tanggal peresmian patung ini oleh Gubernur Jawa Tengah.

Patung Laksamana Zheng He dan Kuil Sam Poo Kong

5. Kuil Sam Poo Kong

Di dalam kuil Sam Poo Kong ini terdapat tempat sembahyang bagi umat yang ingin sembahyang. Pada bagian dinding luar bagian belakang terdapat relief batu yang menceritakan kisah perjalanan Laksamana Zheng He. Bebatuan yang digunakan didatangkan dari Tiongkok, sedangkan ukirannya dikerjakan oleh seniman dari Bali.
Selain itu di dalam kuil ini terdapat goa batu, walaupun bentuknya sudah tidak lagi seperti goa. Di dalamnya terdapat peninggalan-peninggalan dan patung kecil Laksamana Zheng He, serta sumur yang berisi mata air. Tempat ini dianggap sakral, sehingga tidak sembarang orang dapat masuk ke sini.

Tempat sembahyang. Terlihat di bagian belakang terdapat relief batu.

Goa Batu di bawah Klenteng

6. Kuil Kyai Juru Mudi

Kuil ini terletak di sebelah utara Kuil Sam Poo Kong dan merupakan tempat pemakamam Wang Ji Hong yang sering dikunjungi oleh orang-orang untuk berziarah dan meminta kesuksesan dalam bisnis.

7. Kuil Dewa Bumi

Terletak di sebelah Kuil Kyai Juru Mudi. Dewa Bumi dianggap membawa rezeki dan berkah sehingga banyak orang yang juga berdoa di kuil ini.

Kuil Kyai Juru Mudi dan Kuil Dewa Bumi

8. Kuil Kyai Jangkar

Terletak di sebelah selatan Kuil Sam Poo Kong. Di dalamnya terdapat makam Kyai Jangkar, tempat pemujaan untuk pendiri agama Kong Hu Cu, dan Rumah Arwah Hoo Ping dimana arwah orang meninggal yang tidak dirawat keluarganya didoakan di sini.

Kuil Kyai Jangkar

9. Kuil Kyai Cundrik Bumi

Kuil ini terletak di sebelah Kuil Kyai Jangkar dan digunakan sebagai tempat penyimpanan senjata.

10. Kuil Kyai Tumpeng

Tempat ini lebih mirip sebuah pendopo daripada kuil. Terdapat makam Kyai Nyai Tumpeng yang merupakan juru masak Zheng He.

11. Pohon Rantai

Pohon ini diyakini sebagai jelmaan dari tali jangkar dari kapal Sang Laksamana. Bentuk dahannya menyerupai rantai kapal.

12. Patung Dewa Penjuru Angin

Terdapat delapan patung Dewa Penjuru Angin di depan Kuil Dewa Bumi.

8 Dewa Penjuru  Angin

 

Di Klenteng Sam Poo Kong ini juga tersedia penyewaan kostum tradisional kerajaan China. Ada fotografernya juga yang siap mengabadikan moment tersebut.

One comment on “Klenteng Sam Poo Kong, Semarang

  1. Pingback: Goa Maria Karmel, Lembang | My Fourleafclover

Leave a reply

required

*