Finally, liburan lagi setelah dari awal tahun puasa jalan-jalan karena si kakak sudah sibuk dengan tryout, ujian dan lain-lainnya. Ini juga disempet-sempetin waktunya karena kebetulan si papa pindah kerja (lagi) dan sudah disuruh belajar ini itu sama kantor barunya, padahal masuk hari pertama aja juga belum ‘-.-
Tadinya pingin ke Surabaya, udah jauh-jauh bulan sebelumnya ngomong mau ke sana. Tapi berhubung waktu liburnya ga lama, akhirnya kami putuskan sampai Semarang aja road tripnya.

Hasil dari buka-buka situs travel, akhirnya pilihan kami untuk menginap di Semarang adalah di Louis Kienne Hotel. Ada 2 Louis Kienne Hotel, yang satu di Jl. Pandanaran, yang satu lagi di Jl. Ahmad Yani. Jarak antara keduanya cukup dekat yaitu sekitar 2km. Kami pilih yang paling dekat dengan Simpang Lima yaitu yang di Jl. Ahmad Yani. Hanya 150 meter dari Simpang Lima. Tinggal ngesot..hehe.

Sampai di Semarang sekitar jam 7 malam. Parkir di hotelnya rada ribet karena tempat parkirnya sempit, terutama di tikungan-tikungannya. Kalau lihat dari temboknya udah banyak mobil yang jadi korban.

Mau naik lift, pintu masuknya terhalang mobil yang diparkir. Koper ga bisa lewat..huhh.

 

Proses check-in agak lama karena ada orang yang marah-marah karena ga bisa masuk ke kamarnya gara-gara access cardnya ga berfungsi. Tapi salut buat mas-mas front officenya yang tetap sabar ngeladenin dia. Sehabis check-in, kami ga langsung masuk kamar, melainkan keluar lagi jalan kaki untuk cari makan malam. Seru banget liat kuliner di Simpang Lima ini. Bikin laper mata, semuanya kepingin :D Akhirnya pilihan kami jatuh pada nasi liwet lesehan.

.

Setelah kenyang, kami balik ke hotel dan masuk ke kamar. Kamarnya nyaman, dengan karpet di lantainya. Kamar mandi tidak terlalu luas dan tidak ada pembatas lantai antara tempat shower dan wastafelnya sehingga kalau mandi air bisa keluar membasahi lantai di bawah wastafel.

Deluxe Room

.

Paginya aku dan si papa jalan-jalan ke Simpang Lima cari sarapan, sementara anak-anak masih molor di kamar. Kebetulan hari itu adalah hari Minggu dan ada Car Free Day. Di lapangan Simpang Lima banyak orang-orang berolahraga dan main bola. Sayang lapangannya sangat kotor, penuh sampah.

Lapangan Simpang Lima. Banyak banget sampah yang berserakan :(

Lagi ada perkumpulan penggemar anjing :)

Kiri atas : aneka nasi bungkus dengan lauknya. Tinggal pilih, ada tulisannya di bungkusnya. Kanan atas : Nasi Liwet. Kiri bawah : Soto Semarang. Kanan bawah : Misoa Ayam.

 

Setelah capek muter-muter, kami balik ke hotel. Sekarang giliran anak-anak yang sarapan di hotel. Ruang makannya terletak di gedung yang berbeda, yaitu di gedung apartemen, jadi dari kamar turun ke loby dulu trus pindah lift. Oh iya, lift hotel ini hanya 2, sedangkan lantainya cukup banyak ada 23 lantai. Jadi lama banget nunggu liftnya, belum lagi kalau ternyata penuh.

Balik lagi ke masalah ruang makan. Untuk ukuran hotel bintang 4 ruang makannya boleh dibilang tidak memadai, sempit. Apalagi musim liburan. Waktu sedang kebingungan cari tempat duduk, disarankan oleh waiternya untuk makan di lantai atas. Aku pikir ada ruang makan lain untuk tempat tamu makan, ternyata sepertinya tempat makan staf. Banyak tamu lain yang membatalkan makan di sini, mereka lebih memilih nunggu sampai ada meja di lantai bawah yang kosong. Untuk menuju ke tempat makan ini kami naik tangga, dan di ujung tangga sebelah kanan ternyata dapur hotelnya. Baru kali ini sih liat dapur hotel. Itu juga ngeliat sepintasĀ  pas pintunya terbuka. Suram, sempit dan berantakan banget keliatannya. Entah kalau di hotel lain gimana, ga pernah ngereview sampai dapurnya sih :D

Dining room. Plafon yang terlalu rendah membuat ruang makan ini semakin kecil.

Ruang makan tambahan yang sepertinya ruang makan staf.

 

Setelah selesai sarapan, anak-anak minta berenang. Kolam renangnya berada di lantai paling atas, lantai 23, barengan sama tempat fitnessnya. Dari pinggir Sky Pool ini kita bisa melihat lapangan Simpang Lima dari atas. Menurut aku cuma satu ini daya tarik dari Louis Kienne Simpang Lima ini, terutama buat mereka yang senang mendapat foto yang instagramable.

Sky Pool

Bisa lihat lapangan Simpang Lima dari pinggir Sky Pool.

 

Jadi, pengalaman kami menginap di Louis Kienne Simpang Lima ini banyak plus minusnya. Kelebihannya adalah lokasinya yang strategis, dekat banget sama Simpang Lima dan Sky Poolnya yang keren. Sedangkan kekurangannya adalah mengenai tempat parkir, lift dan ruang makannya. Mungkin kalau menginapnya tidak pada saat high season, hotel ini bisa dipertimbangkan untuk tempat menginap di Semarang.

One comment on “Louis Kienne, Simpang Lima, Semarang

  1. Pingback: Serunya Pesan Hotel dengan Traveloka | My Fourleafclover

Leave a reply

required

*