Buka rahasia dikit nih.. Aku pertama kali punya SIM 20 tahun yang lalu. Tapiii… baru berani bawa mobil 19 tahun kemudian.. hahaha.. Parah banget!
Itu juga kepepet karena mau ga mau harus mengambil alih tugas bokap untuk anter jemput anak-anak sekolah. Udah disindir-sindir dari dulu setiap kali mau perpanjang SIM : “Perpanjang mulu.. tapi ga pernah mau bawa mobil!” Hihihi..

Anyway, sekarang aku mau cerita cara perpanjang SIM di Samsat Kebon Nanas. 5 tahun yang lalu aku perpanjang SIM di SIM Keliling. Cepat juga, tapi lumayan panas karena harus nunggu di tenda. Nah, kalau di Samsat Kebon Nanas, walaupun gedungnya tidak bagus tapi mending ada AC-nya dan proses pembuatannya juga cepat, kurang lebih 15 menit. Oya, gedung untuk membuat/memperpanjang SIM berbeda dengan tempat memperpanjang STNK ya. Untuk SIM gedungnya ada di sebelahnya. Di situ banyak diparkir mobil-mobil ringsek karena terlibat kecelakaan. Jadi di situ sama sekali ga ada tempat untuk parkir mobil, kalau bawa mobil parkirnya harus di gedung tempat perpanjang STNK.

Yang harus kita lakukan pertama adalah tes kesehatan. Pada saat tes kesehatan ternyata cuma dites buta warna atau tidak. Jadi disuruh baca angka-angka yang disusun dari bulatan-bulatan besar dan kecil yang berwarna. Tapi lucunya, ada garis menggunakan pulpen yang menelusuri angka yang dimaksud, jadinya yang buta warnapun kalau ngikutin garisnya tetap bisa baca angkanya. Entah ini disengaja atau tidak. Di sini kita dikenakan biaya Rp. 20.000,- dan mendapat lembaran kertas berwarna kuning hasil cek kesehatannya.

Dari tes kesehatan, langkah selanjutnya adalah menuju loket asuransi. Eitss.. tapi ntar dulu. Sebelum ke loket asuransi aku dicegat sama seorang bapak yang duduk di meja informasi di depan pintu. Di situ dimintain fotokopi KTP sama SIM lama masing-masing 2 lembar, dan fotokopian tersebut distaples sama kertas kuningnya sambil ditanyain : “Ibu mau bayar langsung di sini apa engga? Kalau bayar di sini jadi 145ribu, ibu tinggal duduk aja nanti tunggu dipanggil foto. Tapi kalau mau ngurus sendiri juga monggo kok bu..”, kata si Bapak sambil tersenyum manis. Weleh… ternyata calo ga ada, tapi tetap aja ada orang dalam yang cari-cari tambahan. Akhirnya aku pilih ngurus sendiri, toh sepi juga sambil pingin tau gimana sih sebenarnya prosesnya.

Jadi dari tes kesehatan, kita bisa langsung ke loket asuransi dan membayar Rp. 30.000,-. Dari loket asuransi selanjutnya diarahkan untuk menuju loket 1. Di sini dimintai lagi 1 lembar fotokopi KTP dan diberikan form untuk diisi. Biasalah, nama, alamat, tempat tanggal lahir, tinggi badan, pakai kacamata atau engga, dsb. Setelah form dikembalikan ke loket 1, tunggu dipanggil nama kita di loket 2. Setelah dipanggil, kita diwajibkan membayar Rp. 80.000,- dan diberikan secarik kertas untuk diserahkan ke tempat foto.

Di tempat foto, kalau bisa duduknya jangan jauh-jauh dari ruangan tempat foto biar kalau nama kita dipanggil kedengaran. Pas barengan aku ada anak muda yang ketika namanya dipanggil tidak mendengar. Bersungut-sungutlah bapak-bapak yang ada di dalam ruang foto..hehe..
Oya, kalau bisa jangan pakai kemeja berwarna biru karena latar belakang fotonya biru. Dan pada saat tandatangan, buatlah tandatangan sebesar mungkin karena ternyata tandatangan aku -yang perasaan sudah dibuat besar- tetap terlihat kecil di SIM-nya.

Setelah foto, tunggu dipanggil loket 3 untuk menerima hasil print-nya. Selesai. Jangan lupa difotokopi atau discan SIM barunya, biar kalau hilang ngurusnya gampang.

Jadi, sebenarnya cepat dan mudah banget memperpanjang SIM itu. Tapi menurutku, masih perlu diperbaiki lagi prosesnya terutama SDM-nya. Dari semua loket hanya bapak yang duduk di meja informasi saja yang sangat manis senyum dan tutur katanya, tapi ternyata ada maunya… hahaha.. Yang lain masih terlihat jutek dan ketus saat menyuruh-nyuruh kita lanjut ke loket berikutnya.

Kesimpulan :
1. Bawa fotokopi KTP 3 lembar dan fotokopi SIM 2 lembar (sebaiknya bawa lebih fotokopinya, siapa tau..)
2. Hindari menggunakan kemeja biru karena latar belakang fotonya biru.
3. Total pembuatan SIM A-ku Rp. 130.000,- (kalau jadi dibantuin sama bapak itu jadinya Rp. 165.000,-)
4. Jangan pakai sandal!

 

cara-memperpanjang-sim

One comment on “Perpanjang SIM

  1. CaraSim

    alhamdulillah
    tambah mudah mengurus SIM online sendiri
    terima kasih banyak infonya

Leave a reply

required

*