Archives

Kampung Sumber Alam, Garut

Tiba-tiba saja si papa nanya, “Ma, anak-anak kapan liburnya?”. Waduh, tanda-tanda mau liburan nih *nyengir lebar*. Langsung aja aku bilang, “Anak-anak mah kapan aja bisa, asal papa minta ijin ke gurunya.” Eh, ternyata si papa langsung oke. Yihaaa… tumben-tumbennya nih. Pas, aku tanya mau kemana, jawabannya ke Garut. Ya sutra lah gapapa, yang penting keluar dari Jakarta :D

Mulailah aku googling cari-cari tempat buat menginap. Tadinya tertarik dengan Kamojang Green Hotel & Resort karena liat di fotonya pemandangannya bagus banget. Tetapi setelah membaca beberapa review dari yang pernah menginap di sana, hasilnya kurang bagus terutama kebersihan kamarnya. Yah, ndak jadi deh. Trus lihat-lihat ke Puncak Darajat. Taman airnya sih oke, tapi kok ngeliat penginapan-penginapannya kayaknya ngga banget. Dengan harga yang seperti hotel berbintang, tapi foto kamarnya kok ga meyakinkan. Akhirnya setelah baca review sana-sini, pilihanku jatuh ke Kampung Sumber Alam.

Seperti biasa, kami kalau pergi selalu mengincar waktu weekday, biar semua-muanya lebih murah dan ga pake rame. Hihi. Kami berangkat Minggu pagi dan langsung menuju ke Kampung Sumber Alam di Cipanas, Garut. Sebelum check-in aku minta ditunjukkan dulu pilihan kamarnya. Ada beberapa pilihan kamar untuk kapasitas 2 orang plus extra bed. Pertama-tama yang dilihat adalah Pondok Kalapa. Letaknya tidak begitu jauh dari Lobby, tapi kamar dan kamar mandinya aku kurang suka. Dari Pondok Kalapa, selanjutnya yang dilihat adalah Villa Kawung yang letaknya berdekatan. Nah yang ini kamarnya letaknya ada di atas, sedangkan kamar mandinya ada di bawah. Kamar mandinya terlihat lebih bagus dari yang di Pondok Kalapa. Tapi sayangnya di kamar ga ada viewnya, lagi pula aku ngajak mertuaku yang mengidap artritis dan pasti keberatan kalau disuruh naik turun tangga.

Gambar sebelah kiri adalah Villa Kawung (bangunan 2 lantai), gambar sebelah kanan adalah Bungallow Pondok Kalapa

Gambar sebelah kiri adalah Villa Kawung (bangunan 2 lantai), gambar sebelah kanan adalah Bungallow Pondok Kalapa.
Kedua model bungallow ini terletak di bagian paling depan setelah lobby.

 

Dari Villa Kawung kami diperlihatkan Bungallow no.2, letaknya pas di depan kolam renang dan ada teras untuk duduk-duduk. Anak-anak begitu liat langsung bilang, “Di sini aja. Ma, dekat kolam.” Iya sih, sepertinya enak duduk-duduk di situ sambil liatin anak-anak berenang. Tapi terus terang aku ga suka banget sama kamarnya. Keliatan suram dan udaranya ngelekep. Kamar mandinya juga kurang bagus. Trus aku tanya lagi ke bell boy-nya, “Ada kamar lain lagi ga, Mas?” “Ada bu, tapi jauh di belakang.” Waduh, repot juga kalau jauh, takutnya mertuaku susah jalannya. Akhirnya aku ambil Bungallow no. 2 itu.

Pemandangan di Kampung Sumber Alam ini memang bagus. Setelah dari Lobby, kita disuguhkan pemandangan yang asri dengan bangunan-bangunan beratapkan ijuk yang didirikan di atas kolam ikan, atau balong kalau orang Sunda bilang. Lebih ke dalam lagi, ternyata areanya sangat luas. Di sana kita disuguhkan pemandangan ala kampung dengan bungallow-bungallow yang berada di atas kolam dan terdengar suara jangkrik yang ramai. Serasa di kampung. Nyesel juga sih kenapa ga sampai ngeliat ke sini kamarnya.

Bagian dalam Kampung Sumber Alam. Kalau mau suasana yang benar-benar kampung, tidak berisik, bisa menginap di area ini.

Bagian dalam Kampung Sumber Alam. Kalau mau suasana yang benar-benar kampung, tidak berisik, bisa menginap di area ini.

bungallow-kampung-sumber-alam5

mini-outbond-kampung-sumber-alam

Mini outbond.

Ada 3 kolam renang di Kampung Sumber Alam.

Ada 3 kolam renang di Kampung Sumber Alam.

Review Bungallow No.2

Akhirnya kami ambil Bungallow ini dan check-in untuk satu malam dulu. Ternyata, kamar ini benar-benar mengecewakan. Pertama-tama yang bikin kesel adalah flush toiletnya jebol. Sebelumnya check-in udah keliatan flushnya kendor, tapi dicoba masih bisa dengan cara menaikkan gagang flushnya ke atas. Setelah check-in begitu si kakak pakai, flushnya jadi ga berfungsi dan air mengalir terus. Alhasil kalau mau nyiram kudu nampung air dulu pake ember. Kedua, setelah semua personil dan barang bawaan masuk kamar, aduh.. pengap banget udaranya. Walaupun di luar angin sejuk semilir-semilir, tapi di dalam kamar ngelekep banget. Akhirnya aku minta kipas angin sama bell boy-nya. Malam hari jadinya tidur pake kipas angin karena kalau pintu dibuka banyak nyamuk. Eh, baru kali ini nginep di hotel bayar 800rb pake kipas angin (di sini kebanyakan bungallownya non-AC). Ketiga, ternyata di depan kolam renang itu berisik baget. Dari pagi sampai kolam tutup, berisik. Ke empat, lampunya remang-remang banget. Yang ini sih sebenarnya udah tau, dan aku udah bilang ke suami untuk bawa lampu sendiri. Eh, dianya lupa. Dari malam aku udah bertekat besok harus pindah hotel.

Tempat tidur di Bungallow no.2. Ada connecting door ke Bungallow no.1.

Tempat tidur di Bungallow no.2. Ada connecting door ke Bungallow no.1.

 

Duduk-duduk di teras yang menghadap ke kolam renang.  Ga enaknya, berisik dan yang dari kolam renang juga bisa lihat ke dalam kamar kita.

Duduk-duduk di teras yang menghadap ke kolam renang. Enaknya, bisa sambil ngawasin anak-anak yang lagi berenang.
Ga enaknya, berisik dan yang dari kolam renang juga bisa lihat ke dalam kamar kita.

 

Kamar mandinya. Anak-anak ga ada yang mau berendam di situ :D

Kamar mandinya luas tapi engga banget, ga sesuai dengan tarif kamarnya.
Anak-anak ga ada yang mau berendam di situ :D

 

Secara keseluruhan suasana di Kampung Sumber Alam ini cukup bagus. Di sana pengunjung akan disuguhkan suasana ala kampung dengan pemandangan yang indah. Bagi yang suka dengan suasana pedesaan, bangunan-bangunan dari kayu dan lampu-lampu yang remang-remang, Kampung Sumber Alam ini bisa dijadikan pilihan tempat menginap di Garut. Bagi yang mempunyai budget lebih *gak kaya aku* atau dengan keluarga besar, bisa lebih leluasa memilih bungallow yang lebih bagus dengan pilihan fasilitas tambahan lainnya seperti AC, whirpool pribadi dan kolam rendam pribadi.

Daftar harga kamar Kampung Sumber Alam.

Daftar harga kamar Kampung Sumber Alam.

Ke Garut Yuukk..

Akhirnya mendaratlah kami di Garut, setelah pasti tiket Air Asia ke Bali ga jadi dipakai.. *hiks, melayang deh 2.2 juta ku*
Kenapa Garut? Iya, karena emang sudah lama banget suami pingin ke sini setelah denger cerita teman-temannya yang orang Bandung yang melarikan diri ke Garut karena sumpek sama orang-orang Jakarta yang pada liburan ke Bandung..hehe..
Awalnya browsing ke google dulu untuk lihat tempat-tempat wisatanya. Tapi bingung juga. Nah setelah sampai di Garutnya, baru deh kebayang daerah-daerahnya.

Yuk lihat peta di bawah. Jadi tempat wisata yang paling dekat dari arah Bandung adalah Sumber Air Panas Cipanas, yang ditandai dengan huruf B, sedangkan huruf C adalah tempat wisata Puncak Darajat. Keduanya sama-sama mempunyai sumber air panas, tetapi udara di Puncak Darajat lebih sejuk karena berada di pegunungan.

peta-wisata-cipanas-puncak-darajat
Tujuan kali ini adalah Sumber Air Panas di Cipanas, Garut. Sebenarnya pingin juga main-main ke Puncak Darajat, tapi anak-anak ribut aja kekeuh berenang terus di hotel, gak mau diajak jalan-jalan. Okelah, berarti Puncak Darajat masuk list liburan selanjutnya :-D

Dari hasil browsing awalnya kami memilih Hotel Banyu Alam yang ratenya cukup terjangkau dan mendapat review baik dari para blogger. Tetapi setelah sampai di sana, entah kenapa kok kurang berkenan di hati ditambah lagi tidak adanya kolam renangnya. Akhirnya kami coba lihat ke hotel Tirtagangga yang letaknya tidak jauh dari situ. Ternyata… sukaa :)
Kamarnya bersih, ada bak rendam di kamar mandinya, ada kolam renangnya dan ada air panas alam yang bisa digunakan semua tamu hotel.
Tapi ada satu kekurangannya, yaitu pemandangannya tidak terlalu bagus. Bila melihat keluar kamar maka yang terlihat adalah rumah-rumah penduduk yang kebanyakan membuka warung.

pemandangan-hotel-tirtagangga
Ohya, di sini semua airnya hangat bahkan air untuk menyiram toiletpun hangat…hihi..
Anak-anak jam 6 pagi udah pada bangun dan langsung berendam di bak mandi.

Hotel Tirtagangga mempunyai sumber air panas alami yang dibeli oleh pemilik hotel dari pemerintah Belanda ketika mereka meninggalkan Indonesia tahun 1945. Hotel ini sendiri dibangun tahun 1962 dan direnovasi secara keseluruhan tahun 2002. Air panas alami ini mengandung Magnesium Sulfat tinggi yang dapat menyembuhkan penyakit rematik, stroke, penyakit tulang dan saraf. Coba saja memasukkan kaki ke dalamnya… puaannass..kulit rasanya terbakar. Tapi banyak juga yang tahan, bahkan ada yang masuk berendam di dalamnya.

kolam-renang-dan-air-panas-alami-tirtagangga

Ternyata, kolam renang dan air panas ini di hotel ini bila malam hari ramai dikunjungi pengunjung yang bukan merupakan tamu hotel. Dengan membayar 20ribu per orang, mereka dapat masuk untuk berenang dan berendam. Kebetulan kami menginap di sana pada waktu weekday, suami sempat bingung kenapa banyak orang yang datang. Ya iyalah, tinggal di Garut pulang jam 5 sore, 10 menit dah sampai rumah, ga kena macet, malamnya tinggal berendam di air hangat. Besok paginya ga usah bangun pagi-pagi, jam 7.30 berangkat dari rumah juga ga telat :-D

Oya, jalan-jalan ke Garut jangan lupa beli Chocodot di toko oleh-oleh Aladdin dan makan di Pujasega.

Selain Tirtagangga, hotel-hotel yang terdapat di area Cipanas ini antara lain adalah Kampung Sumber Alam Resort, Banyu Alam Resort dan Hotel Danau Dariza. Ketiga hotel ini mengusung konsep rumah tradisional yang dibangun di atas kolam atau balong -kata orang Sunda. Sedangkan hotel lainnya adalah Hotel Sabda Alam yang memiliki Waterboom sendiri dan Hotel Augusta dengan ratenya yang cukup murah.

Dibawah ini adalah rate hotel Tirtagangga.

tarif-hotel-tirtagangga