Baru-baru ini di wilayah sekolah anak-anakku sedang ramai mengikuti Tes Kecerdasan STIFIn. Di sekolah, di tempat les, semua membicarakan STIFIn. Oh, rupanya si Bapak promotor tes ini memang keliling ke semua sekolah di sekitar rumah.. hehe..

Sebelum memutuskan untuk ikut, seperti biasa, nanya ke Oom Google dulu :)
Dari hasil pencarian yang semua berasal dari web Indonesia, Tes STIFIn adalah tes yang memetakan mesin kecerdasan dengan kepribadian seseorang. Tes-nya dilakukan dengan cara men-scan kesepuluh ujung jari kita. Kenapa sidik jari? Menurut konsep STIFIn, sidik jari membawa informasi tentang komposisi susunan syaraf dan kemudian dihubungkan dengan belahan otak tertentu yang dominan berperan sebagai sistem-operasi dan sekaligus menjadi mesin kecerdasan kita.

Penemu STIFIn adalah Farid Poniman. Siapa itu Farid Poniman? Nanya lagi ke Oom Google. Hasilnya bahwa beliau adalah satu diantara tiga penulis buku best seller Kubik Leadership. Bersama kedua temannya, ia menjadi pemilik dan sekaligus pendiri Kubik Training & Consultancy. Kuliah di IPB jurusan Ilmu Pertanian, lalu di UI di jurusan Administrasi dan meneruskan lagi di Universiti Kebangsaan Malaysia jurusan Psikologi. Karir dimulai dari manjadi staf promosi di PT. Procter & Gamble Indonesia, Periklanan di H.U. Republika, menjadi manajer humas di TPI, menjadi GM di majalah Ummat, menangani direktur konsorsium Bursa Kerja, dan kemudian menjadi dirut di Kubik.
Baca ini agak aneh juga, bagaimana dengan latar belakang seperti itu beliau bisa menemukan suatu metode untuk menentukan kecerdasan manusia?

Kali ini minta oom Google untuk kasih informasi dari web luar negeri. Hasilnya, juga tidak memuaskan. Hanya ada web-web yang membahas tentang finger print, tapi lebih ke arah testimoni daripada memperlihatkan bukti ilmiah dan ujung-ujungnya bila ingin mengetahui lebih lanjut harap menghubungi Consulting Company tsb. Dari hasil colek-colek Oom Google, aku dapat kesimpulan bahwa tes ini merupakan salah satu Pseudo Science.

Tapi nih.. sebagai ibu-ibu, kayanya gatel juga kalau anaknya ga diikuti tes ini. Apalagi liat ibu-ibu yang lain pada heboh..
Yaak, akhirnya dengan membayar 150.000 per anak, ikutlah si kakak dan si dedek tes ini.
Hasilnya seperti ini.. Ini adalah hasil yang diterangkan oleh si Bapak promotor tadi ya.. jadi bila ada yang salah, getok saja bapak itu.. hehe..

STIFIn membagi mesin kecerdasan menjadi 5 yaitu Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling dan Insting dimana masing-masing mesin kecerdasan memiliki kemudi Intovert dan Ekstrovert. Yang dimaksud Introvert disini adalah bahwa si anak mempunyai motivasi dari diri sendiri, sedangkan bila Ekstrovert maka motivasi berasal dari luar, bukan dari diri sendiri.

Dua anakku yang dites, hasilnya yang satu adalah Intuiting Ekstrovert sedangkan yang satu Insting.

Intuiting Ekstrovert

Menurut STIFIn, tipe Intuiting adalah jenis kepribadian yang berdasarkan kecerdasan indra keenam (intuisi).

Cara belajar yang dianjurkan adalah memolakan. Bagi anak dengan tipe Ie harus dibantu dengan merumuskan tema yang dipelajari, dengan demikian ia akan mampu menemukan konsep dari apa yang dipelajarinya. Selain itu perlu difasilitasi juga dengan peraga bongkar pasang agar mudah direkam oleh kecerdasan spatialnya.

Kebiasaannya adalah usil, yang disebabkan karena daya imaginasinya besar.

Kehebatannya adalah kreatif. Nah, perbedaan antara Introvert dan Ekstrovert disini adalah bila Intuiting Introvert (Ii) maka dia adalah murni penemu, maksudnya benar-benar menciptakan sesuatu. Sedangkan Intuiting Ekstrovert (Ie) lebih kepada memodifikasi benda-benda yang sudah ada. Jadi bagi si Ie, kunci suksesnya adalah memperbaiki kualitas.

Sistem operasi tipe Ie ada di belahan otak kanan di lapisan abu-abu yang terletak di bagian luar atau permukaan otak.

Selain itu, tipe Intuiting disebutkan mempunyai perut panjang. Kata si Bapak promotor, maksudnya bahwa tipe Intuiting ini doyan ngemil, ga pernah kenyang karena ususnya panjang dan punya kecenderungan maag kalau telat makan.. Hahaha, kalau ini cucok banget sama anak aku..

Fungsi tubuh tipe Ie dikatakan sebagai Sprinter jarak pendek. Ini berhubungan dengan ususnya yang panjang, sehingga energi yang dihasilkan agak lambat dan tenaganya cepat habis. Tenaga yang dihasilkan hanya meledak sesaat dan akan cepat habis.

Dengan daya kreativitasnya, tipe Ie lebih menyukai pekerjaan yang berkelas. Dia tidak suka pekerjaan yang kotor oleh keringat, lebih suka memberi ide atau inspirasi kepada orang lain. Tipe Ie menyukai peran sebagai reformer (pembaharu). Dia membawa ide murni dan kemudian dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan yang ada. Dengan kemampuan indera keenamnya, tipe Ie mampu memprediksi kejadian dan menangkap ide sehingga tipe Ie cocok dalam bidang bisnis karena lebih berani mengambil resiko.

Jalur keberhasilan tipe Ie adalah KATA. KATA adalah ilmu bagi tipe Ie. Tipe Ie akan pandai mengarang dengan menggunakan imajinasinya. Simbolnya adalah jari manis, sedangkan habitatnya adalah di Eropa dan Amerika. Kata si Bapak promotor tipe Ie dapat berkembang dengan baik di Eropa dan di Amerika karena disana adalah tempat bermunculan sastrawan-sastrawan hebat, sutradara hebat, dsb. Berarti mama harus mulai nabung “Apel Washington” dari sekarang ya nak…hihihi..

Bidang industri yang cocok bagi tipe Ie adalah wirausahaan/investasi, pendidikan/pelatihan, sastra, cinematrografi, spionase/kepolisian. (Anakku langsung lompat-lompat kegirangan, katanya : Yeaayy, aku nanti jadi super agent kaya Johny English! *haddoohhh.. -.-‘* )

Sedangkan profesi yang dapat dipilih adalah marketer/iklan agency, lifestyle/mode, bisnis-penerbangan, bisnis agro-forestry, seniman, pengusaha, peneliti sains murni, fisikawan quantum, pencipta lagu, reengineering, proyeksi, peramal bisnis, pemain saham, investor, filosof, pakar pembelajaran/pemodul, event organizer, produsen, disainer, ahli kreatif berbagai bidang, arsitek, sutradara, pelukis abstrak, pesulap, peramal, pialang saham, atlit (spinter/pertandingan), pelatih olahraga pertandingan, penyembuh, cenayang, dll.

Hal-hal yang harus dilakukan orangtua kepada anaknya adalah :
– Bicarakan gambaran besar dan implikasi
– Bicarakan kemungkinan
– Gunakan analogi dan metafor
– Gali pilihan/alternatif
– Gugah imajinasi mereka
– Jangan bebani mereka dengan detil

Insting

Kecerdasan Insting (In) merujuk kepada naluri yang berasal dari indera ketujuh.

Sistem operasinya berada di belahan otak tengah. Otak tengah menjadi penyangga dan penghubung belahan otak lainnya sehingga proses koordinasi, harmonisasi, dan keseimbangan otak dapat berjalan secara baik. Tipe In tidak mempunyai kemudi kecerdasan karena kecerdasannya berdasarkan naluri yang proses kerjanya adalah secara otomatis. Tipe In memiliki reflek yang cepat dan responsif yang membuat tipe In mudah beradaptasi dan mempunyai banyak kawan.

Tipe In merupakan orang yang Generalis, serba bisa, tidak punya kelebihan tapi tidak punya kekurangan. Jadi cocok dalam lingkungan dan profesi apapun. Faktor ini menyebabkan tipe In selalu ingin berperan sebagai partner, meskipun hanya menjadi orang nomor dua. Tipe In menyukai suasana damai dan tenteram. Disebutkan juga bahwa In mempunyai mata ketiga. Ia akan dapat melihat hikmah yang terdapat dalam suatu peristiwa dan dapat memaknainya secara spiritual serta mendapatkan informasi penting dari indera ketujuhnya.

Cara belajar pada tipe In sangat berbeda tipe kecerdasan lainnya. Pada umumnya orang akan belajar dari detail kemudian disimpulkan secara umum (induktif). Sedangkan tipe In cenderung harus mengetahui dulu kesimpulannya baru kemudian diteruskan pada rincian (deduktif). Maka pada setiap buku yang ia baca ia selalu merangkai dulu mencari kesimpulannya baru kemudian diuraikan detailnya. Sambil belajar dapat dibantu dengan suasana yang damai dan tenteram dengan dukungan musik latar yang lembut.

Keinginan alamiahnya adalah selalu bahagia. Ia hanya merasa nyaman hidup dalam suasana yang bahagia dan jauh dari masalah. Jika telah mendapatkan kebahagiaan maka ia memulai PERAN untuk memultitaskingkan pengabdiannya. Keberhasilan hidupnya ditandai dengan perannya yang bermakna bagi orang lain dan itu jugalah yang menjadi sumber kebahagiaannya.

Simbol jari untuk tipe In adalah jari tengah dengan unsurnya adalah air. Sedangkan habitat dimana tipe In dapat berkembang dengan baik adalah Jepang. Waduuh, berarti mama mesti nabung “Apel Fuji” juga dong… hahaha..

Bidang industri yang cocok bagi tipe In yaitu musik/performance, jasa, kulinary, agama/budaya/charity.

Sedangkan profesi yang dapat dipilih adalah pembalap, entertainer, agamawan, aktivis, musik, chef,jurnalis, aktivis, pengetahuan umum, performance, spiritualis, birokrat, pelayan masyarakat, mediator, tangan kanan untuk semua posisi dan semua industri, kolumnis, generalis, presenter serba-bisa, atlit serba-bisa, dll.

Hal-hal yang harus dilakukan orangtua kepada anaknya adalah :
– Bicaralah straight to the point dengan lembut
– Hindari pembahasan yang rumit
– Hindari kata-kata berakup
– Gunakan lebih sedikit kalimat
– Selalu selesaikan kalimat anda
– Tanggapi persis yang ia inginkan

Penjelasan-penjelasan di atas adalah penjelasan yang dapat aku rangkum dari si Bapak Promotor tadi.
Naah.. sekarang pada penasaran gak anaknya masuk ke tipe kecerdasan yang mana? hehe..
aku pribadi sih gak terlalu percaya banget dengan hasil ini, karena bagaimanapun juga perkembangan anak kita selain dipengaruhi oleh nature atau genetik yang diwarisinya, juga dipengaruhi oleh nurture atau kondisi lingkungan baik keluarga dan masyarakat serta faktor ekonomi dan budaya tempat ia tumbuh.
Hasil di atas juga tidak 100% cocok dengan perilaku atau tabiat anak aku. Dan penjelasan yang aku dapat juga hanya berdasarkan tipe kecerdasan yang dimiliki anak, bukan kasus perkasus seperti yang aku harapkan.

Apakah benar metode ini adalah salah satu Pseudo Science, aku kembalikan lagi kepada masing-masing orangtua untuk mencari-cari informasi sendiri. Apalagi sekarang banyak sekali metode-metode yang meng-klaim dirinya dapat menjadikan anak Anda menjadi lebih pintar dan sukses. Jangan langsung percaya dengan penjelasan orang lain. Seperti halnya dengan pengobatan alternatif, metode yang satu mungkin cocok untuk seseorang tapi bisa jadi tidak cocok untuk yang lain.

Leave a reply

required

*