Fave Hotel Hyper Square, Bandung

Ke Bandung ini rencananya mau nengokin tanteku yang habis di operasi. Sudah rencana nih, nginepnya di Padalarang di Mason Pine. Tapi entah kenapa mau booking kok rasanya aras-arasen. Ntar aja aku pikir, kalau sudah nyampe Bandung baru booking.

Berangkat dari rumah jam 6 pagi, dan santai-santai dulu di rest area. Sampai Bandung keluar gerbang tol Kopo macet banget. Mana pas liat petunjuk bensin tinggal segaris. Tadi mau ngisi di rest area penuh banget, pikiran cari yang sepian. Eh, malah kelupaan :D.

Sampai di rumah tanteku sekitar jam 11.30. Di sana udah ada nyokap sama tante-tanteku yang lain. Berhubung sudah dekat jam makan siang, rencananya kami mau makan siang di Laksana. Berangkatlah kami iring-iringan 2 mobil. Tapi aku bilang ke nyokap untuk jalan duluan, ntar aku nyusul karena mau isi bensin dulu. Selesai isi bensin, nyokap nelpon. Batal ke Laksana, tanteku (yang habis operasi) nyesek. Jadi disuruh langsung ke UGD RS Kebon Jati. Ealah..

Nungguin hasil pemeriksaan sama administrasinya lama banget. Tapi hasilnya ga ada apa-apa. Dokter bilang cuma psikis aja. Thanks God.
Tanteku akhirnya memutuskan opname, karena oomku ada tugas di luar kota. Daripada sendirian di rumah, mending di RS ada yang jagain. Aku juga pamit karena anak-anak keliatan capek. Berhubung udah sore, liat waze dimana-mana macet, akhirnya aku pilih hotel yang paling dekat, yaitu Fave Hotel Paskal. Untung ga sempat booking Mason Pine :)

Sampai di hotel, ternyata tempat parkirnya cuma sebatas di depan hotelnya aja. Mana penuh dan gerimis. Pas check-in, oleh resepsionis kami mau diberi smoking room yang sudah dibersihkan sehingga tidak bau, padahal pas booking aku minta yang non smooking floor. Aku tolak dong. “Ga bisa mba, aku alergi,” kubilang. Akhirnya dapat juga yang non smoking room. Cuma dari kamar kedengaran kamar sebelah berisik banget. Ternyata ada manten dan saudara-saudaranya yang nginap di situ. Jadi rame banget.

Fave Hotel Room

Fave Hotel Room

Kamar mandinya

Kamar mandinya

 

Malamnya kami makan di Paskal Hypersquare Food Market. Terakhir aku makan di sini pas Marsha umur setahun lebih. Berarti udah 10 tahun yang lalu. Dulu perasaan ramai. Sekarang kok sepi. Apa karena hujan?

Paskal Food Market

Paskal Food Market

Paginya aku sama si papa sarapan sekitar jam 9. Makanan udah tinggal sedikit dan ga ditambahin lagi. Menunya tabrakan. Nasi putih, nasi merah, capcay, ayam opor, tahu gimbal dan bubur.

Tempat sarapan

Tempat sarapan

Kesimpulannya, nginap di sini kurang menyenangkan. Pertama, tempat parkir kurang memadai. Aku sempat ngobrol sama satpam hotel, beliau bilang di depannya Fave Hotel ini nanti akan dibangun mall. Pemiliknya sama dengan pemilik hotelnya. Jadi nanti kemungkinan parkirnya bisa masuk ke mall.
Kedua, di dalam kamar kedengaran suara-suara orang di kamar sebelah dan di luar. Mungkin karena memang pas ada acara keluarganya pengantin.
Ketiga, sarapannya menunya harus diperbaiki. Ga masalah kalau ragamnya sedikit, namanya juga budget hotel, asal nyambung. Opor ayam enaknya pakai sambel goreng atau oseng-oseng sayur. Atau kalau capcay ketemunya ya sama chinese food lainnya.

Rencananya kami masih semalam lagi di Bandung, dan kamipun memutuskan untuk pindah hotel.

Nasi Tim Ayam

Udah lama pingin nasi tim, cuma ga tau beli dimana. Yang enak gitu. Beberapa hari yang lalu pas ke pasar liat jamur, jadi keinget lagi sama nasi tim. Apa bikin sendiri aja ya? Resep tinggal liat di inet. Akhirnya beli deh jamurnya. Sampai rumah, seperti biasa mood masaknya hilang. Jamur langsung aku simpan di kulkas.  4 hari kemudian begitu mau bikin, eh jamurnya sudah berjamur. Hahah.. Ga jadi deh bikinnya.

Kemarin pas ke Superindo liat jamur yang sudah dikemas di gelas plastik. Nah, kalau yang ini bisa nih disimpan lama di kulkas. Mau masaknya kapan aja ga masalah. Tapi tiba-tiba sorenya jadi pingin bikin. Buru-buru cari inspirasi dulu, baca-baca beberapa resep trus dikira-kira aja sesuai selera.

Pertama ayamnya dulu direbus sampai empuk. Kalau yang ini aku sudah punya yang sudah matang dan beku di kulkas, tinggal dicairin dan disuwir-suwir ayamnya. Kuahnya aku kantong-kantongin secukupnya biar kalau mau makan  tinggal ambil satu dan dikukus bareng nasinya. Oya, nasi tim ini aku buat untuk beberapa kali makan, jadi ayam dan nasinya ditaruh dibox terpisah, taruh di lemari es, dan kalau mau makan baru dicetak dan dikukus. Biasanya buat sarapan paginya aku sama si papa.

Kembali ke ayam. Ayamnya disuwir-suwir dan jamurnya dipotong kecil-kecil. Kemudian tumis bawang merah dan bawang putih dengan minyak. Masukan ayam dan jamurnya. Tambahkan saos tiram, kecap inggris, kecap ikan, kecap manis, garam dan lada. Masukkan telur rebus. Masak sampai mendidih dan koreksi rasa.

Untuk nasinya, cuci dulu berasnya kira-kira semangkok kecil (kalau kurang bisa bikin lagi). Tumis bawang putih pakai minyak wijen, kemudian masukan garam dan berasnya. Tambahkan air kira-kira 600ml. Ini tergantung jenis berasnya ya. Ada yang beras mau air ada yang engga. Nasi tim kan biasanya lembek, jadi bila sudah mendidih aronannya dan  keliatan kurang air tinggal ditambahkan airnya.

Cara menghidangkannya, ambil telur dan suwiran ayam secukupnya dan dicetak di panci aluminium kecil. Setelah itu tambahkan nasinya. Kukus kurang lebih 15 menit. Hidangkan bersama kuahnya.

Disimpan di tempat terpisah.

Disimpan di tempat terpisah.

 

Nasi Tim Ayam

Nasi Tim Ayam

 

Perpanjang STNK di Kecamatan Pulogadung

Waktunya perpanjang STNK motor. Karena si papa sok sibuk, terpaksalah aku yang harus perpanjang STNKnya. Itu juga udah telat sebulan. Tapi yang namanya ke Samsat, ih males banget. Biasanya sih perpanjang di Gerai Samsat Artha Gading. Tapi pas sabtu kemarin ke sana, ternyata tutup. Mana ga ada pemberitahuannya di pintu kacanya kalau tutup. Alhasil setelah jam 10 lewat belum buka, orang-orang pada bubar.

Sampai rumah aku browsing cari tempat perpanjang STNK keliling. Ternyata jauh-jauh, ga ada yang deket rumah. Tiba-tiba liat artikel tentang perpanjang STNK di Kecamatan Pulogadung. Baca-baca dan akhirnya aku memutuskan perpanjang STNK di sana.

Senin pagi aku sampai di Kecamatan Pulogadung jam 10 lewat. Langsung kelihatan tuh loketnya. Sepi pula. Ngurus perpanjangan ga sampai 10 menit selesai. Haa, asyik banget.

Gerai Samsatnya paling kiri, yang ada spanduknya

Gerai Samsatnya paling kiri, yang ada spanduknya

Langkah-langkahnya mudah :
1. Minta Form Perpanjangan STNK di loket pendaftaran (sebelah kanan).

2. Isi formnya dan kembalikan ke loket pendaftaran dengan dilengkapi

  • KTP (asli dan fotocopy)
  • STNK (asli dan fotocopy)
  • BPKB (asli dan fotocopy)

Note : Berhubung motor atas nama suami, maka perlu KK juga.

3. Tunggu dipanggil Kasir untuk membayar jumlah pajaknya

4. Tunggu dipanggil Loket Pengeluaran SSPD untuk mengambil tanda bukti pembayaran pajak kendaraan bermotor.

 

Samsat-kecamatan-pulogadung3

Saat ini baru 5 kecamatan yang mempunyai gerai Samsat untuk melayani perpanjangan STNK (hanya bisa perpanjangan yah, belum bisa yang 5 tahunan ganti no plat) yaitu Kecamatan Kemayoran (Jakarta Pusat), Kecamatan Pasar Minggu (Jakarta Selatan), Kecamatan Kebon Jeruk (Jakarta Barat), Kecamatan Penjaringan (Jakarta Utara), dan Kecamatan Pulogadung  (Jakarta Timur).

 

Update 9 Desember 2017 :

Hari ini aku perpanjang STNK mobil di sini. Ada perubahan pada jadwal pelayanan pada hari Sabtu, yang tadinya dari jam 9.00 – 11.00 WIB menjadi 9.00 – 10.30 WIB.

Setelah menyerahkan berkas yang diperlukan, tiba-tiba petugasnya bilang, “Bu, lain kali kalau bukan atas nama sendiri ngurusnya di SAMSAT ya. “

“Lho, kan udah pakai KTP sama KK segala nih, Pak.”

“Iya, sekarang udah ga bisa lagi, Bu. Kalau diwakilin ngurusnya harus langsung di SAMSAT.”

Ealah… mau bayar pajak aja kok dibikin ribet. Bukannya makin maju malah jadi mundur pelayanannya :(