Toko Oen – Malang

Kalau ke Malang, jangan lupa mampir ke Toko Oen. Itu kata orang-orang :)
Apa sih Toko Oen itu? Toko Oen adalah toko yang berdiri sejak jaman Belanda, yaitu tahun 1930. Berlokasi di Jl. Jend. Basuki Rahmat, toko ini tetap mempertahankan bentuk bangunan dan interiornya sampai sekarang. Hidangan yang disajikan adalah hidangan ala Belanda, Cina dan Indonesia. Kebetulan suami pernah tinggal di Malang waktu kecil dan sering makan di Toko Oen ini, makanya dia pingin banget makan di sini.

masih terdapat interior jaman dulu, termasuk mesin pemotong rotinya

masih terdapat interior jaman dulu, termasuk mesin pemotong rotinya

Begitu sampai Toko Oen, langsung dong pasang status di bb : @Toko Oen, Malang. Ga berapa lama langsung banyak teman-teman yang bbm : Aneett.. cobain steik lidahnya deh; Mba, aku nitip rotinya dong…; ih, es krimnya enak lho..; dll.
Ternyata beken juga nih Toko Oen. Okelah, mari kita pesan makanan.

Pertama-tama suami nyari makanan yang sering dia makan waktu kecil. Berhubung ga tau nama makanannya, dia jelasin ciri-ciri makanannya ke pelayannya. Pelayannya agak kebingungan, setelah beberapa lama akhirnya dia nyerah ga tau nama menunya dan keluarlah kata-kata sakti ini : “Maaf Pak, sekarang di sini memang menunya sudah banyak berubah.” wkwkwk…
Akhirnya suamiku pesan Steik Lidah dan anak-anak pesan es krim.

Selagi menunggu pesanan datang, Marsha melihat-lihat cake yang dipajang di dalam etalase dan tertarik dengan penampilan dari Chocolate Ganache Cake.  Aku orderin 1 slice untuk dimakan berdua dengan Edward. Ternyata anak-anak pada kecewa berat, karena rasanya tidak sesusai dengan penampilannya. Cakenya kasar, coklatnya juga ga enak.

Sekarang beralih ke es krimnya. Nngg.. kalau dimakan nih.. misalnya rasa coklat, berasa sih coklatnya.. tapi setelah di lidah kok es krimnya ga berasa meninggalkan jejak. Seperti makan es batu yang terbuat dari coklat aja.

Aku nanya ke suami, enak ga steik lidahnya? Engga dia bilang, rasanya agak ketolong karena dikasih saos sambel. Aku cobain juga saos steiknya, hambar. Hahaha… waduh, kenapa selera kami berbeda sama orang-orang lainnya. Kebetulan ibuku sehari sebelumnya juga makan di Toko Oen ini bareng dengan tanteku. Beliau makan Huzarensalade, dan ga enak juga. Ga kaya dulu, katanya.

menu-toko-oen

Belakangan baru dapat bbm dari oomku yang tinggal di Surabaya. Beliau bilang yang punya Toko Oen sekarang sudah beda, jadi rasanya sudah ga enak lagi, tidak seperti dulu… Weleh, telat oom bbm-nya…wkwkwk..
Jadi sebenarnya si mas pelayan itu udah ngomong jujur ke kami yaa..

Ternyata makan di Toko Oen tidak seenak yang dibayangkan. Suami juga kecewa berat. Harga menunya juga mahal-mahal sama seperti harga Jakarta. (Soalnya dari hari pertama menginjakkan kaki di Malang, makanannya murah-murah terus… hihi..)

Bagi yang belum pernah ke Toko Oen, silahkan mencoba sendiri ya. Mungkin saja seleramu berbeda dengan seleraku :)

 

(Update April 2014 : Dapat info dari teman ibuku yang tinggal di Negeri Belanda tapi masih punya saudara di Malang, bahwa Toko Oen yang asli pindah di Hotel Tugu – Alun-alun Bunder).

Batu Night Spectacular

Keluar dari Jatim Park 2 sudah hampir jam 6 sore. Tadinya mau langsung balik ke hotel, tapi kata suamiku mumpung sudah dekat sama Batu Night Spectacular lebih baik mampir aja. Ya sudahlah, akhirnya kami mampir di BNS berbekal baterai kamera yang tinggal beberapa kali jepret bakalan habis..hihi..

Batu Night Spectacular

Batu Night Spectacular

 

Tiket masuknya Rp. 15.000/org, tapi belum termasuk dengan wahana-wahana di dalamnya. Jadi kalau mau naik wahana yang ada di dalam BNS harus bayar lagi.
Wahana-batu-night-spectacular

pizap.com13819970732035

Si papa naik gokart. Bayar 35rb/2 lap.

Si papa naik gokart. Bayar 35rb/2 lap.

 

BNS ini terkenal juga dengan Lampion Gardennya. Kalau yang pernah liat Celebration of Lights-nya Disney di Taman Mini lebaran tahun lalu pasti udah punya bayangan seperti apa lampion garden ini. Masuk ke Lampion Garden ini harus bayar lagi. Tarifnya 12.500/org.

Setelah ambil foto ini, baterai kamera langsung habis, ga mau nyala lagi..hihi..

Setelah ambil foto ini, baterai kamera langsung habis, ga mau nyala lagi..hihi..

 

Eco Green Park – Jatim Park 2

Ga kalah dengan Batu Secret Zoo, Eco Green Park ini berisi berbagai jenis unggas dari berbagai belahan dunia.
Memasuki area Eco Green Park, kita disajikan replika dari candi-candi yang ada di pulau Jawa dan Bali serta diorama kerusakan alam akibat penebangan hutan.
Sebelumnya minta maaf lagi karena foto-foto di sini diambil pakai blackberry (model lama pula), jadi hasilnya buram semua…hahaha.. Nanti kalau ke Jatim Park lagi, akan aku update lagi fotonya. Atau mungkin ada teman-teman yang berbaik hati mau menyumbangkan fotonya untuk dipakai diblog ini ;)

Eco Green Park ini luasnya sekitar 5 hektar, jadi silahkan sewa e-bike lagi biar kaki ga capek. Di sini sewa e-bikenya bisa perjam, 35rb/jam.

hewan yang dibuat dari daur ulang 3 mobil bekas dan alat-alat elektronik bekas

hewan yang dibuat dari daur ulang 3 mobil bekas dan alat-alat elektronik bekas

Perpaduan logam daur ulang dengan air menghasilkan permainan yang unik

Plaza Music : Perpaduan logam daur ulang dengan air menghasilkan musik dan permainan yang unik

 

Selain itu ada pula permainan yang namanya Jungle Adventure. Di sini kita naik mobil yang disupiri oleh petugas. Disepanjang jalan, ada pemburu-pemburu yang mengintai dan tugas kita adalah menembaki pemburu-pemburu tersebut. Nanti ada score-nya, berapa banyak pemburu yang tertembak oleh pistol kita.

Jungle Adventure

Jungle Adventure

 

Ada kejadian yang bikin sebel di Eco Green Park ini, yaitu pada saat aku sedang lihat-lihat proses pengolahan sampah, baru sadar kalau suami dan anak-anak udah pada ga ada. Waduuhh.. pada kemana sih? Masa aku ditinggal?
Mana ga tau sampai pintu keluar jaraknya masih jauh apa engga, pengunjung lain juga ga ada. Jangankan pengunjung, petugas satupun ga nampak.. hiks..

(Malemnya pas di hotel, aku lihat peta EGP di internet. Ini tempat aku berpisah sama suami n the kidz, ditandai dengan anak panah merah. Waakkss.. ternyata jauh banget aku jalannya sampai pintu keluar).

peta-eco-green-park

Parahnya lagi, pulsa hp-ku habis sedangkan hp suami baterainya habis. Jadilah ga bisa kontak siapa-siapa.. #haduuh
Mana jam 5 di Batu-Malang itu gelapnya seperti kalau Magrib di Jakarta. Beneran horor deh jalan sendirian lewatin kandang-kandang burung, apalagi lewat kandang burung hantu yang tempatnya agak tertutup plus lewatin kandang burung bangkai..huaaa..

Trus ngelewatin pula area dimana burung-burung bebas berkeliaran di jalan. Aahh… kalau aku dipatuk gimana.. Tengak-tengok kanan kiri beneran ga ada petugas satu pun, rasanya udah pingin nangis di sini. Akhirnya jalan cepat-cepat supaya cepat keluar dari area ini.

Ini adalah area dimana burung bisa bebas berkeliaran di jalan. Ngeri banget jalan di sini sendirian :'(

Ini adalah area dimana burung bisa bebas berkeliaran di jalan. Ngeri banget jalan di sini sendirian :'(

 

Bener-bener ga menikmati apa-apa di EGP, just want to get the hell out of here! Padahal disepanjang jalan banyak wahana-wahana yang menarik, seperti Eco Journey, Rumah Terbalik, Water Track, Basmi Hama, Dome Multimedia. Tapi berhubung jam 5 EGP mau tutup and I’m lost alone here, jadinya cuma numpang lewat aja.

Berbagai wahana di Eco Green Park

Berbagai wahana di Eco Green Park

 

Sampai di pintu keluar, ternyata suami dan anak-anakku ga ada. Ditunggu beberapa menit ga muncul-muncul, akhirnya pakai bantuan pengeras suara dari bagian informasi. Yang tadinya aku mau marah-marah karena ditinggal, akhirnya ga jadi.. malah ganti kuatir karena mereka ga nongol-nongol.

Akhirnya beberapa saat kemudian, datang suamiku dan anak2 dari arah pintu masuk. Lho?
Ternyata pas di tempat pengolahan sampah itu ada toko yang jual madu. Dan suamiku berada di toko itu lumayan lama.. iih, kaya beruang aja. Begitu keluar dari toko nyari-nyari aku ga ketemu, akhirnya jalanlah mereka bertiga mengikuti rute EGP. Tapi sesampai di Bird of Paradise salah satu e-bikenya mogok (aku sewa 2 e-bike di sini). Dicoba diutak-atik tetap ga mau jalan dan tidak kelihatan petugas sama sekali. Karena suami bingung rutenya masih jauh apa engga, akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke arah pintu masuk dengan menggunakan 1 e-bike (suami jalan kaki, anak2 naik e-bike). e-bike yang mogok ditinggal.. ya iyalah, masa mau digendong.

Tempat e-bikenya mogok

Tempat e-bikenya mogok

 

Jadilah kami semua ga menikmati apa-apa di EGP, kecuali Jungle Adventure dan Plasa Music. Doain ya next time bisa ke Jatim Park lagi. Harus siapin waktu 4-5 hari buat menjelajah semua wahana di Jatim Park 1, Jatim Park 2 dan Batu Night Spectacular serta tempat-tempat wisata di sekeliling Batu lainnya :)