Farmhouse, Lembang

Beberapa kali mau ke Farmhouse sama si papa tapi selalu gagal karena ga dapat tempat parkir. Sebenarnya aku sama anak-anak sudah pernah ke sini bareng sama teman-temannya si kakak tahun lalu. Tapi kepingin banget ngajak si papa, karena anak-anak mau promosiin susu sama sosisnya ke papa..halah.

Sengaja kami pilih penginapan yang letaknya ga jauh dari Farmhouse, yaitu Gumilang Regency Hotel. Niatnya mau naik angkot aja pagi-pagi dari hotel ke Farmhouse biar ga ribet soal parkir. Tapi akhirnya batal karena kami pikir malas juga kalau harus bolak-balik ke hotel. Jadinya sekitar jam 9 pagi kami sudah check out dari hotel dan langsung menuju ke Farmhouse. Sampai di sana parkiran sudah lumayan ramai.

Sementara si papa parkir, aku turun beli tiket. Harga tiketnya Rp. 25.000,-/orang dan tiketnya dapat ditukar dengan susu. Tahun lalu waktu aku ke sini, tiketnya bisa ditukar dengan sosis atau susu. Sekarang kok cuman susu aja ya? Hhmm… Akhirnya kami beli sosis karena anak-anak belum sarapan. Farmhouse ini selalu ramai didatangi pengunjung, meskipun hari biasa tetap ramai. Heran ya orang ga bosen-bosen datang ke sini.

Area Farmhouse ini sebenarnya tidak terlalu luas. Di dalamnya dibuat seperti kota kecil di Eropa. Ada cafe-cafe dan toko-toko yang menjual cookies, coklat dan suvenir. Bahkan tersedia penyewaan kostum tradisional Eropa yang bisa digunakan sambil berfoto-foto mengelilingi area Farmhouse ini. Anak-anak aku tawarin nyewa kostum langsung pada nolak. Hihi.

Bangunan yang dibuat menyerupai kota kecil di Eropa dijadikan latar belakang untuk berpose dengan menggunakan baju tradisional Eropa

Tarif sewa kostum

Jual coklat dan suvenir

Di Farmhouse ini juga terdapat beberapa hewan peliharaan yang imut-imut, seperti domba, kelinci, burung, iguana, landak, dsb. Mau befoto dan memberi makan hewan-hewan tersebut juga bisa cukup dengan membeli makanannya seharga Rp. 5.000,-. Tapi kalau mau berfoto, harus bilang dulu ke pengawasnya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Dombanya gemuk-gemuk :D

Bisa memberi makan burung di sini

Kandang landak

Berbagai hewan peliharaan yang ada di Farmhouse

Selain itu terdapat juga rumah-rumah hobbit yang menjadi sasaran pengunjung untuk tempat berfoto. Hobbit adalah makhluk fantasi karya penulis The Lord of the Rings. Makhluk tersebut bertubuh pendek dan tinggal di perbukitan dengan membuat rumah di dalam pohon dengan lorong-lorong yang indah dan tertata rapi. Nah rumah-rumah tiruan inilah yang terdapat di Farmhouse dan menjadi salah satu tempat yang ramai untuk berfoto.

Rumah Hobbit

Kalau aku, yang paling aku suka di Farmhouse ini adalah melihat bunga yang beraneka warna. Kepingin rasanya beli dan tanam di rumah. Tapi pasti bunganya ga hidup kalau di Jakarta. Panaaass.

Segar liat bunga ini ^,^

Beraneka macam bunga

Bagi pasangan yang ingin mengikatkan tali cintanya, ga usah jauh-jauh pergi ke Pont Des Arts, Paris. Cukup pergi Paris van Java, tepatnya di Farmhouse ini dan bisa memasang gembok cinta di tempat khusus yang disediakan.

Gembok cinta

Berfoto dan jalan-jalan mengelilingi Farmhouse ini memang menyenangkan, apalagi dengan udaranya yang sejuk..bikin betah. Namun sebaiknya pilih waktu tepat untuk ke sini, jangan pas musim liburan untuk menghindari antrean baik di tempat parkir maupun di dalam Farmhousenya.

 

 

Gumilang Regency Hotel, Bandung

Di Lembang, kami sengaja cari penginapan yang dekat dengan Farmhouse supaya pagi-pagi bisa ke sana sebelum penuh dan parkir susah. Akhirnya dapatlah kami kamar di Gumilang Regency Hotel di Jl. Dr. Setiabudhi. Begitu sampai di hotel, anak-anak langsung kegirangan karena kolam renangnya terletak di depan kamar. Mereka langsung minta berenang padahal sudah sore dan air kolamnya dingin banget.

.

Gumilang Regency Hotel merupakan hotel bintang 3. Kalau lihat price list hotel yang ada di front officenya, harganya mahal bingits. Padahal aku booking melalui salah satu situs travel dapat harga 500rb-an untuk executive roomnya. Jadi kalau mau booking kamar di sini mending lewat situs travel aja karena kalau dengan harga normal dari pihak hotelnya tidak sebanding dengan fasilitas yang didapatkan.

.

.

Hotel ini sebenarnya terlihat seperti guest house dengan bangunan yang terdiri dari 2 tingkat dan 3 tingkat. Kolam renang dan playground terletak di tengah bangunan kamar. Kalau banyak yang berenang atau bermain di playground, cukup terdengar sangat berisik dari dalam kamar.

Ada kolam renang dewasa dan kolam renang anak-anak

Playground

Kamar yang kami pilih adalah Executive Twin Room. Kamarnya persis di tengah-tengah antara kolam renang dan playground, luas dan ada meja makan di dalamnya.

Executive Twin Room

.

.

Kamar mandinya menurut aku perlu direnovasi kalau mau dibilang hotel. Model showernya yang jadul banget. Air panas kadang keluar, kadang engga. Tersedia amenities yang dimasukkan ke dalam box dan hair dryer.

Untuk ruang makannya terletak di depan dekat lobi. Kalau musim liburan sepertinya tempatnya akan kurang memadai. Kami tidak sarapan di sini karena anak-anak kepingin makan sosis di Farmhouse.

ruang makan

Selain kolam renang, Gumilang Regency Hotel juga menyediakan tempat fitness, tempat spa dan ruang karaoke.

Kesimpulannya menginap di sini cocok kalau membawa keluarga besar dengan anak-anak kecil. Harganya kalau pesan di situs travel jauh lebih murah dan lokasinya dekat ke arah Lembang, paling tidak ikut macet-macetnya gak dari arah Bandung. Bahkan lebih enak naik angkot kalau mau ke tempat wisata yang letaknya tidak jauh dari pinggir jalan, seperti Farmhouse, Rumah Sosis (Update Nov’17 : Baru tau kalau Rumah Sosis sudah tutup dari tahun lalu.. wkwk, kemana aja sayah), dsb. Tapi kalau mau cari kenyamanan, privacy, menurutku kurang cocok menginap di sini.

Goa Maria Karmel, Lembang

Dari Klenteng Sam Poo Kong, kami melanjutkan perjalanan kembali ke arah Bandung. Berhubung sudah kemalaman, kami berhenti menginap di Swissbel Hotel, Cirebon. Untuk reviewnya bisa dilihat di sini. Sebelumnya kami sudah pernah menginap di hotel ini, hanya bedanya kali ini kami tidak dimintai deposit untuk kunci kamar dan staff front office  yang melayani lebih ramah.

Keesokan harinya kami melanjutkan perjalanan ke Bandung dan mampir ke Goa Maria Karmel di Lembang. Kalau ke Lembang, kami pasti menyempatkan diri ke sini. Lokasinya tepat di sebelah Hotel Pesona Bamboe. Masuk di gang sebelah hotel tersebut dan ada area parkir di dalamnya walaupun tidak terlalu luas. Di dalam kompleks ini, selain Goa Maria, terdapat juga Kapel Santa Maria Fatima dan Biara Karmel yang dihuni oleh Suster-suster O.C.D (Ordimis Carmelisarum Discalceatorum atau Ordo Karmel Tak Bersepatu).

Suasana hening langsung terasa saat kita memasuki pintu gerbang Goa Maria Karmel ini. Tempat ini memang dimaksudkan sebagai tempat ziarah pribadi atau keluarga, bukan untuk rombongan. Kalaupun datang beramai-ramai dan ingin mengikuti jalan salib, tidak diperkenankan menggunakan pengeras suara.

.

Terdapat dua arah jalan. Yang satu adalah untuk jalan salib dan yang satunya langsung menuju Goa Maria. Kami memilih jalan yang ke arah Goa Maria. Di sekitar jalan setapak menuju Goa Maria banyak terdapat pepohonan dan tanaman. Tidak jauh dari situ tampak patung Yesus yang disalibkan di bukit Golgota dengan pelataran yang cukup luas sehingga para peziarah dapat duduk lesehan di sana untuk berdoa.

Yang sebelah kiri arah jalan salib, sebelah kanan arah ke Goa Maria

Patung Yesus disalib di Bukit Golgota

Di sebelah kirinya adalah Goa Maria. Di depan Goa Maria dibuat undakan-undakan yang dibuat sebagai tempat duduk untuk para pexiarah yang ingin berdoa. Goa Maria ini terbuka untuk umum mulai pukul 7 pagi sampai pukul 7 malam.

Goa Maria Karmel Lembang