Liburan ke Bandung (Grand Royal Panghegar)

Yuhuuu… udah lama ga nulis, soalnya emang udah lama ga jalan-jalan..hihi..
Mungkin masih trauma sama perjalanan ke Batukaras bulan Desember lalu… perasaan lama banget di jalan, ga sampai-sampai.. huh..
Kebetulan anak-anak lagi libur paskah, akhirnya kami pilih pergi ke Bandung. Itupun dengan niat pingin leyeh-leyeh aja di hotel. Makanya beberapa hari sebelumnya aku mulai browsing sana-sini cari-cari hotel. Maunya yang kamarnya luas, ada sofanya buat nambahin tempat tidur secara anak-anak udah pada gede jadi sempit kalau tidur berempat satu ranjang..hihi..
Dan pilihan akhirnya jatuh ke Grand Royal Panghegar, selain lokasinya di tengah kota, dekat dengan Braga dan katanya kolam renangnya air hangat. Weeits, perfect banget nih.

Benar saja, begitu sampai di hotelnya dan lihat kamarnya langsung deh jatuh cinta. Kami ambil kamar Studio Room Condotel atau Deluxe Condotel (sama aja).
Kamarnya luas, kasurnya twin bed tapi bisa didekatkan, ada sofanya (dan lebar), ada pantry kecilnya, ada meja makan daann… ada microwavenya! Hihi… lain kali kalau ke sini lagi ga usah ngumpet-ngumpet bawa kompor :D

grand-royal-panghegar

Deluxe Condotel Room

 

Trus kolamnya ternyata benar air hangat.. Ada 3 kolam kecil dan 1 kolam besar. Kolam kecil yang paling atas (lihat di gambar) airnya paling panas. Kalau masih pagi kolam tersebut panas banget airnya. Anak-anak teriak-teriak, “Ma, ini kaya kolam renang yang di Garut.”  Iihh… berisik banget.

kolam-renang-panghegar

View from our room

Berenang terus 3 hari berturut-turut :D

Berenang terus 3 hari berturut-turut :D

Hari  pertama kami makan siang di Braga Citywalk, tepatnya di The Kiosk. Makanannya lumayan, tapi lampunya remang-remang banget, ga enak di mata… maklum udah uzur..huhu.. Sebenarnya jalan-jalan di Braga ini menurut aku ga ada apa-apanya. Makanannya boleh dibilang ada semua di Jakarta. Mirip deh kaya PVJ *Uughh.. paling males kalau ke PVJ, berasa di Kelapa Gading banget*. Cuma ada beberapa cafe yang memang terlihat menarik untuk dikunjungi.

Malamnya suami ngajakin makan di Sindang Reret, letaknya di Jl. Surapati dekat kantor Telkom. Tempatnya enak banget, bisa lesehan juga. Kami pesan gurame bakar dan sup ginseng. Selesai makan anak-anak main ayunan dan kuda-kudaan.

14290741776931

Makan malam di Sindang Reret

 

Hari ke-2 cuma pergi ke Goa Maria di Lembang trus makan siang di ayam goreng Brebes, udah gitu balik ke hotel. Agak menjelang sore, suami ngajak jalan ke Banceuy mau beli kopi. Ngotot pula jalan kaki, katanya deket. Ternyata jaauuhh banget…weleeh.. anak-anak tampangnya udah pada bete. Dan sampai di sana ternyata pabrik kopinya udah tutup dari jam 3 siang… arrgghh!! Dari situ mau balik ke hotel diajakin naik angkot tetep ga mau, katanya deket kok. Akhirnya begitu hujan besar baru deh kita naik angkot sampai BIP. Itupun angkotnya ga berhenti depan BIP, kami masih disuruh nyebrangin lampu merah dan jalan dikit baru sampai BIP. Akhirnya sambil nunggu hujan reda berteduh dulu di pos polisi.

Di BIP beliin makan malam buat anak-anak trus balik ke hotel. Parahnya, dari BIP ke Panghegar ga ada angkot yang langsung ke sana. Padahal jalannya tinggal lurus ga sampai 2 km. Akhirnya kami naik taksi dan bayar 25 ribu. Gila bener taksi di Bandung!

Malamnya aku dan suami makan di Eins Bistro & Boutique di Jl. Lembong, tinggal nyebrang hotel. Anak-anak ga mau ikut, milih tinggal di kamar. Kami pesan Chicken Grilled dan Wagyu Steak, dagingnya lembut banget. Tapi menurutku rasa sausnya Indonesia banget. Enak, tapi ga sesuai sama namanya yang bilang makanan Jerman-Asia. We were expecting something different. Cafenya kebetulan sepi, mungkin karena hari kerja. Kekurangan lainnya adalah ga ada non-smoking areanya.

Eins Bistro & Boutique

Eins Bistro & Boutique

 

Hari terakhir, setelah berenang (berenang terus 3 hari berturut-turut) kami check-out dan balik ke Jakarta. And YES, we will definitely be back to this hotel again.

Buat paspor online di Kanim Jakarta Timur

Update : Cara membuat paspor tahun 2018

Udah lama banget mau memperpanjang paspor dan buatin paspor anak-anak, tapi ga sempat dan males…hehehe.. Jadi kalau si papa lagi tugas ke luar cuma bisa ihik…ihik aja karena ga punya paspor. Akhirnya sebagai resolusi terakhir tahun 2014, disempet-sempetinlah buat paspor. Lagipula katanya mengurus pembuatan paspor sekarang gampang, ga pakai calo, harganya juga ga diketok dan bisa online tanpa harus upload dokumen.

Setelah googling sana-sini dan mencoba input data di web imigrasi, akhirnya berhasil juga tahap awal untuk membuat paspor online.

Berikut langkah-langkahnya :

1. Mengisi Data Online

  • Buka https://ipass.imigrasi.go.id:9443/xpnet/faces/xpnet-main.xhtml
  • Pilih menu Pra Permohonan Personal
  • Perhatikan pilihannya. Untuk memperpanjang paspor, pilih Penggantian – Habis Berlaku dan masukan nomor paspor lamanya. Untuk pembuatan paspor baru, pilih Baru – Paspor Biasa
  • Pilih Jenis Paspor yang dikehendaki
  • Pilih Lokasi Kantor Imigrasi yang dikehendaki
  • Masukan data-data sesuai dengan KK dan KTP

* Untuk Ibu Rumah Tangga dan anak, pilih pekerjaan “Lainnya”
* Untuk anak yang belum mempunyai KTP, masukan NIK yang ada di KK. Tanggal berlaku ID masukan tanggal KK dikeluarkan, dan untuk tanggal berkahirnya tambahkan 5 tahun dari tahun KK dikeluarkan.

  • Setelah input selesai, cek email untuk mendapat Bukti Pengantar ke Bank. Bank yang digunakan adalah BNI

 

2. Melakukan Pembayaran ke Bank

  • Print Bukti Pengantar ke Bank dan serahkan langsung ke tellernya.
  • Biaya pembuatan paspor biasa adalah Rp. 355.000, e-passport Rp. 655.000,- plus biaya admin banknya Rp. 5.000,-
  • Setelah melakukan pembayaran ke bank, kita akan mendapatkan no jurnal banknya.

 

3. Memilih Waktu Kedatangan

  • Buka kembali email yang dikirim sebelumnya. Di sana akan ada link untuk mengkonfirmasi pembayaran yang sudah dilakukan
  • Buka linknya dan masukan no jurnal bank.
  • Pilih waktu kedatangan ke kantor imigrasi
  • Cek email, print Tanda Terima Permohonan-nya. Isi data-data di formulir yang ada.

 

* Langkah 2 dan 3 harus dilakukan dalam 5 hari kerja. Bila tidak maka permohonan akan dihapus dari sistem dan uang yang sudah dibayarkan akan hangus. Untuk mengajukan permohonan kembali, harus mengikuti langkah no. 1 kembali dan melakukan pembayaran lagi.

Perhatikan dokumen yang harus dibawa :

Untuk Dewasa :
– Fotokopi KTP
– Fotokopi KK
– Fotokopi Akte Lahir
– Fotokopi Ijazah
– Fotokopi Surat Nikah
– Fotokopi Paspor Lama (bila ada)
– Bukti Pembayaran ke Bank
– Materai 6.000
– Semua dokumen asli

Untuk Anak-anak :
– Fotokopi KTP Ayah dan Ibu (difotokopi dijadikan 1 halaman)
– Fotokopi KK
– Fotokopi Akte Lahir
– Fotokopi Surat Nikah Orang tua
– Fotokopi Paspor Lama dan (bila ada)
– Fotokopi Paspor Orang Tua (bila ada, difotokopi dijadikan 1 halaman)
– Bukti Pembayaran ke Bank
– Materai 6.000
– Semua dokumen asli

* Semua fotokopi harus di kertas A4
* Kalau anaknya lebih dari 1, jangan pelit-pelit buat fotokopi sebanyak jumlah anak yang dibuatkan paspornya

paspor-kanim-jaktim

4. Datang ke Kantor Imigrasi sesuai tanggal yang dipilih.

  • Ambil nomor dan minta formulir Surat Pernyataan kepada petugas. Untuk anak-anak : Formulir Surat Pernyataan Orang Tua.  Untuk Dewasa : Formulir Surat Pernyataan (isinya paspor yang diterima tidak akan disalahgunakan.. blablabla..)
  • Isi Formulir dan bubuhkan materai
  • Tunggu nomor dipanggil untuk diperiksa kelengkapan dokumennya
  • Setelah dokumen diperiksa, kita akan diberi nomor antrian untuk foto dan wawancara
  • Foto dan wawancara

 

5. Paspor selesai dalam 3 hari kerja.

 

Pengalaman aku buat paspor di Kanim Jakarta Timur

Datang jam 7 pagi, ternyata antrian sudah banyak dan untuk paspor online hanya dibatasi 250 orang (kalau ga salah). Untuk paspor offline/walk-in juga dibatasi nomor antriannya (1 nomor untuk 1 pemohon) dan diutamakan buat yang lansia. Tunjukan print out Tanda Terima Permohonannya untuk pembuatan paspor online ke petugas yang menjaga gerbang agar diperbolehkan masuk.

Di dalam gerbang disediakan tempat duduk. Yang sebelah kanan untuk antrian online, sebelah kiri untuk walk-in dan manula. Berhubung tempat duduknya kurang, jadi banyak yang berdiri tidak sesuai antrian. Jam 8 kurang petugas mulai membagikan nomor urut. Mulai deh orang marah-marah karena merasa diserobot..huhuhu.. Setelah sampai ke depan petugas diperiksa dulu print out Tanda Terima Permohonannya apakah tanggal kedatangannya sudah sesuai, kemudian baru mendapatkan nomor, form Surat Pernyataan beserta map resmi untuk menyimpan dokumen-dokumen yang diperlukan. Setelah itu baru dipersilahkan naik ke atas untuk duduk dan menunggu nomor dipanggil. Sambil nunggu, isi Surat Pernyataan dan bubuhkan materai. Lumayan lama juga nunggunya, aku dapat nomor 49 dan baru dipanggil jam 10 lewat. (Sepertinya ada pemohon paspor hari sebelumnya yang baru diproses hari itu. Jadi memang sebaiknya datang lebih pagi agar cepat selesai dan tidak disuruh datang lagi besoknya).

Suasana ruang tunggu di Kanim Jakarta Timur

Suasana ruang tunggu di Kanim Jakarta Timur

 

Setelah dipanggil, datang ke loket yang disebutkan sesuai nomor. Di sini semua dokumen-dokumen akan diperiksa kelengkapannya. Ditanyakan juga bawa aslinya atau tidak. Nah, sewaktu lagi diperiksa ada mbak-mbak yang kebingungan karena dia salah memasukan data. Si mbak mau memperpanjang paspor tapi yang dipilih menunya buat paspor baru. Si petugas cuma menyalahkan si mbak dan bilang : “Lho, yang input datakan kan mbak sendiri, bukan kita. Berati mbak harus ulang prosesnya dari awal dan bayar lagi.” Langsung pucet deh si mbak.
Menurut aku sih ini keterlaluan, karena hal-hal seperti ini pasti banyak yang melakukan kesalahan dan harus ada solusi dari petugas dan sistemnya. Lagipula pada saat wawancara dan foto, kita juga diminta cek kembali oleh petugasnya (sambil lihat layar komputer) apa benar nama (terutama ejaan), alamat, tempat tanggal lahir yang sudah kita input sebelumnya. Berarti kan datanya masih bisa dirubah/diperbaiki.

Dari tempat pemeriksaan dokumen, kita diberikan nomor urut untuk foto dan wawancara. Nunggu lagi kurang lebih sejam. Setelah dipanggil, dokumen yang ada di map diperiksa dan discan. Nah kemarin itu aku lupa fotokopi paspor lama, untung mbak petugasnya baik ga nyuruh aku fotokopi lagi tapi dia pakai fotokopi internal yang ada diruangan. Mungkin si mbak kasihan ngeliat aku jalannya pincang hasil terpeleset di kamar mandi paginya…hihihi.. Setelah dokumen discan, nunggu lagi sebentar buat foto dan wawancara. Di sini bapak petugasnya baik banget dan cukup sabar sama anak-anak. Dia bahkan cerita ada anak yang mau difoto malah kabur ketakutan dan ga balik-balik lagi…. hahaha.. kasian banget orang tuanya. Oya kebetulan di situ ada bayi juga yang mau di foto. Umurnya baru sebulan, di fotonya sambil dipangku dan agak diberdirikan menghadap kamera.

Selesai foto dan wawancara pas jam 12.15. Pffiuuhh…. Pas banget. Jam 12 petugasnya pada istirahat makan siang dan antrian berhenti. Harusnya sih mereka gantian ya…
Anyway, paspornya jadi dalam waktu 3 hari kerja, tapi aku baru ambil seminggu lebih sesudahnya untuk mengantisipasi kalau-kalau paspornya belum jadi. Bawa bukti pembayaran bank untuk ambil paspornya.

Setelah paspornya jadi, tandatangan pada kotak yang ada pada halaman paling belakang menggunakan bolpen hitam, tapi bukan boxi. Pada paspor anak, kolom ini dicap “Unable To Sign”, jadi ga perlu tandatangan. Sedangkan pada bagian “Informasi Pemegang” diisi dengan menggunakan pensil 2B.

pizap.com14210460757471

Kesimpulannya :
– Buat paspor baik online masih gampang-gampang susah. Harus hati-hati waktu memilih pilihan dan memasukan data ke internet. Kalau salah panjang urusannya dan petugas terkesan lepas tangan dan hanya menyalahkan kita.
– Untuk pemohon walk-in harus pagi-pagi banget antrinya biar dapat nomor karena jumlah pemohonnya dibatasi (lebih sedikit dari pemohon online). Dan untuk paspor online, walaupun sudah pilih hari kedatangan tetapi harus pagi-pagi antri nomor biar bisa selesai foto dan wawancara di hari yang sama. Sebaiknya sih kalau paspor online begitu keluar Bukti Permohonan Paspor yang dikirim di email sudah langsung disertai nomor antrian dan kisaran jam kedatangannya. Jadi ga harus pagi-pagi banget antri, rebutan nomor dan marah-marah karena nomor antrian baru dibagi jam 8 kurang, sedangkan antrinya dari jam 6.
– Petugasnya ada yang baik ada pula yang jutek-jutek. Seharusnya para PNS yang melayani masyarakat ditraining seperti front-line nya bank yang manis-manis dan banyak senyum.
– Bebas calo.
– Ruang tunggunya nyaman, film yang diputar adalah “Just For Laugh”. Barangkali supaya yang bete nunggu atau mau marah jadi ketawa-ketawa ngeliat filmnya :)

Sunrise Resort Batukaras

25 Desember bertepatan dengan peringatan meninggalnya bapak mertuaku. Berhubung udah pada bosen nyekar di Ancol, adik-adik ipar pada minta nyekar agak jauhan. Awalnya tempat yang ingin kami tuju adalah Pangandaran, tetapi setelah googling tempat penginapan yang ada ternyata harganya pada musim liburan sangat mahal, naik bisa sampai 300% dibanding hari biasa. Akhirnya setelah googling lagi ketemu tempat namanya Batukaras yang letaknya 30km dari Pangandaran. Di sini penginapannya harganya lebih murah dibandingkan Pangandaran. Dan dapat info dari teman juga kalau di Batukaras pantainya lebih bersih dari Pangandaran. Terus terang baru pertama kali ini aku dengar tempat yang namanya Batukaras. Batukaras ini letaknya dekat Green Canyon. Nah, kalau Green Canyon mah sering dengar, ada banyak paket liburannya di web diskon..hehe..

Setelah browsing beberapa hotel yang ada di Batukaras, pilihanku jatuh ke Sunrise Resort yang kebetulan pada saat ditelpon masih mempunyai 3 kamar kosong pada tanggal yang diinginkan. Kami pergi rombongan, 8 dewasa dan 3 anak.

Tanggal 25 Desember kami berangkat dari rumah jam 6.30 pagi dan ternyata kena macet di tol Cikampek karena ada truk yang terperosok rodanya di bahu jalan. Kemudian ketemu macet lagi di sepanjang jalan dari Nagreg menuju Tasikmalaya. Alhasil sampai di Batukaras jam 23.00. Pffiuuhh, 16.5 jam perjalanan. Senang juga begitu sampai di hotel, kamarnya bagus dan bersih. Oya, pada saat memasuki kawasan Batukaras ada biaya retribusi kendaraan. Untuk mobil sedan kena Rp. 19.500,-/mobil dan minibus kecil Rp. 36.000,-/mobil. Untuk kendaraan lainnya kurang hafal karena ga sempat foto papan tarifnya berhubung nyampenya udah malem dan ga mood foto-foto.

Keesokan harinya baru deh lihat-lihat pemandangan di sekeliling hotel. Ternyata pas banget pilih hotel ini untuk menginap. Letaknya dekat dengan pantai tetapi bukan pantai wisatanya jadi tidak terlalu ramai. Ada banyak perahu-perahu nelayan yang ditambatkan di pantai, tapi tetap tidak mengganggu untuk dapat bermain pasir dan air. Ombaknya agak besar, mungkin karena musim penghujan.

Pantai dekat tempat kami menginap

Pantai dekat hotel tempat kami menginap

 

Menabur bunga di laut

Menabur bunga di laut

 

pantai-batukaras2

Foto-foto dulu

 

Siang harinya kami pergi ke kawasan wisata pantai Batukaras untuk makan siang. Di sini suasananya ramai sekali. Ternyata pantai Batukaras sudah sangat banyak dikenal orang, banyak bis-bis wisata yang parkir di sini.

Lokasi wisata pantai Batukaras

Lokasi wisata pantai Batukaras

 

Kami makan di salah satu rumah makan yang menyajikan makanan laut. Harganya cukup mahal, untuk 1kg ikan bakar dicharge Rp. 130.000,-, 1 porsi cumi Rp. 65.000,- dan 1 porsi cah kangkung Rp. 20.000,-. Rasanya sih standar.

Di dekat kawasan wisata ini ada hotel Java Cove Beach. Kata teman tempatnya cozy banget banget, pemiliknya bule galak. Kalau nginep di sini ga boleh ribut-ribut. Hehehe… untung kemarin pas mau booking tempatnya udah penuh, lagian anak-anakku kan ribut banget.. kalau kami diusir bisa repot deh..hihihi..
Oya, rata-rata penginapan di sini yang punya orang bule.

Di sore hari melihat asyiknya anak-anak nelayan bermain air di laut

Di sore hari melihat asyiknya anak-anak nelayan bermain air di laut

 

Para nelayan bergotong royong menarik jala yang sudah dipenuhi ikan. Setelah ikan-ikan dikumpulkan mereka kembali lagi berlayar ke laut. Di Batukaras juga ada tempat pelelangan ikan, tapi sayang ga bisa untuk minta dimasakin dan makan di tempat.

Para nelayan bergotong royong menarik jala yang sudah dipenuhi ikan. Setelah ikan-ikan dikumpulkan mereka kembali lagi berlayar ke laut.    Di sini juga ada tempat pelelangan ikan, tapi sayang ga bisa untuk minta dimasakin dan makan di tempat.

 

Pada waktu makan malam, berhubung udah males jalan jauh-jauh kami mencoba membeli makanan di salah satu warung makan yang letaknya ga jauh dari tempat kami menginap. Tepatnya di depan Hotel Bintang (lihat peta di bawah). Warungnya kecil, ga ada pajangan apa-apa kaya ga niat jualan. Menunya ayam goreng/bakar dan seafood. Berhubung tempatnya kurang meyakinkan, kami minta dibungkus aja dan makan di hotel, yang penting perut terisi dan ga kelaparan. Tapi ternyata ayam goreng dan nasi uduknya enak loh, apalagi sambel ulegnya… mantap banget.

Besok paginya kami bersiap-siap pulang kembali ke Jakarta. Start dari hotel jam 9 pagi dan mulailah hujan. Untung banget kemarin cerah sepanjang hari. Berhubung hari itu hari Sabtu, banyak mobil dan bis wisata yang berdatangan untuk menginap menikmati weekend. Kebanyakan datang dari Jakarta dan Bandung. Wheeww.. pasti tengah malam buta tuh berangkat dari Jakarta/Bandung.

Melewati Green Canyon, sudah ramai sekali kendaraan dan orang-orang yang antri untuk body rafting. Walah.. padahal hujan loh dan menurut staf di hotel tempat kami menginap air di Green Canyon sedang tinggi dan warnanya keruh. Yah tapi mau gimana lagi, masa mereka sudah datang jauh-jauh harus pulang lagi..hihi… Sebaiknya sih kalau mau ke Green Canyon tunggu musim panas aja, jangan musim hujan apalagi bulan Desember gini.

Perjalanan pulang kami ditemani oleh hujan yang terus menerus mengguyur dari Batukaras sampai Bandung. Lepas dari Bandung baru ga ketemu hujan lagi. Sampai di rumah jam 22.00. Benar-benar perjalanan yang melelahkan. Kayanya dalam waktu dekat ini ga bakalan roadtrip dulu deh..

 

Review Sunrise Resort Batukaras

– Hotelnya bagus dan bersih. Walaupun High Season, harga kamarnya cukup murah. Standard room Rp. 500.000,-/malam (untuk 2 orang), Family Room Rp. 1.000.000,-/malam (untuk 4 orang)

Kanan atas tipe Standard Room, kiri bawah tipe Family Room

Kanan atas tipe Standard Room, kiri bawah tipe Family Room

 

pizap.com14211387097754

Tampak depan hotel

– Pantainya dekat dan tidak ramai. (Kalau mau ke pantai yang tidak terlalu ramai bisa pilih Sunrise Resort, Vila Monyet atau Bale Karang Cotagges).

Batukaras-map1

– Ada kolam renangnya.

kolam-renang-sunrise-resort-batukaras
– Sarapannya model ala carte. Mie gorengnya enak.

Namun ada sedikit kekurangannya :
– Tidak ada teko elektrik. Jadi agak repot kalau mau bikin air panas. Harus minta dulu ke staf hotelnya.
– Tidak ada telpon antar kamar atau ke resepsionis. Kebetulan kami pesan 3 kamar sehingga harus bolak-balik keluar kamar untuk berkomunikasi karena sinyal hp benar-benar ga ada kecuali Telkomsel. Jadi kalau mau tetap eksis di Batukaras harus sedia simcard Telkomsel.
– Tidak ada tempat sampah di dalam kamar. Kalau mau buang sampah harus bolak balik keluar. Tapi hebatnya tempat sampah di luar kamar selalu diambil sampahnya setiap saat. Jadi tiap kali buang sampah di luar, sampah lamanya udah ga ada.
– Botol shampoo dan sabun yang disediakan pihak hotel ga ada tulisannya, benar-benar polos. Jadi bingung ngebedain mana yang shampoo, mana yang body wash.

Tapi secara keseluruhan hotel ini very recomended untuk tempat menginap. Hotelnya bersih dan stafnya pun ramah.