Ah Poong – Sentul City

Karena bosen di rumah dan ga tau mau kemana, akhirnya berangkatlah kami menuju Sentul City. Pingin tau yang namanya Pasar Ah Poong :)
Kebetulan perginya pas hari Lebaran H-1, jadi jalanan sepi banget. Tol Jagorawipun lengang.

Dari arah Jakarta kami keluar di tol Sentul City. Dari gerbang tol, ketemu pertigaan belok ke kiri, ketemu bundaran belok kanan. Letak Ah Poong ada di belakang Mall Bellanova.
Sampai di sana ternyata wedeww… ramehee bangets. Parkiran penuuh.. Restorannya juga terlihat dari seberang jalan penuh sekali.

ah-poong-sentul-city
Untuk menuju ke Ah Poong, harus berjalan kaki menyeberangi Sungai Cikeas melalui jembatan terlebih dahulu. Ada 3 jembatan : Blue Bridge, Red Bridge dan Yellow Bridge. Kalau yang Blue Bridge itu jembatan biasa, Red Bridge itu kalau dilewati jembatannya goyang-goyang -anak-anak seneng banget lewat di sini, yang Yellow Bridge menghubungkan Ah Poong dengan Eco Art Park.

pizap.com13762882093281

Memasuki area Restoran, suasananya rame banget, cari tempat duduk susah dan geraahh..
Oya, makanan di restoran ini merupakan jaringan FoodCourt Eat & Eat, jadi seperti di Eat & Eat lainnya, kita harus isi kartu dulu untuk berbelanja makanan. Menunya adalah beragam masakan Indonesia, kalau ga salah hanya ada 1 yang bukan menu Indonesia yaitu Singapore Chicken Rice.

Mau menikmati naik perahu setelah makan? Bisa kok…
Di sini naik perahunya gratiiss.. paling kita tinggal kasih tip ke si abang yang ngedayung aja.

naik-perahu-di-ah-poong

Di sebelah kiri Pasar Ah Poong ada Eco Art Park. Di taman ini tempatnya adem, banyak pepohonan dan tersedia juga permainan untuk anak-anak. Ada patung Robot besar yang terbuat dari barang-barang bekas dan patung-patung lainnya yang agak porno..haha.. entah apa maksud si pembuat patung ini..

Eco Art Park

Eco Art Park

 

Eco-Art-Park
Secara keseluruhan, kunjungan kami siang itu ke Pasar Ah Poong kurang menyenangkan. Anak-anak sudah kegerahan, nunggu tempat duduk kosong dan antri beli makanannya pun lama. Makanannya juga tidak sebanding dengan harganya (baca : rasa ga enak-enak banget). Belum lagi harus redeem kartunya, antri dan kasirnya kekurangan uang kecil.
Agak terhibur dengan Eco Art Park karena tempatnya nyaman, adem dan anak-anak bisa bermain.

Ke sana lagi? Pikir-pikir dulu deh.. mending nyari kuliner di Bogor sekalian :)

Ocean Dream – Ancol

Berhubung sedang bulan puasa, ada diskon sebesar 50% dari Ancol untuk masuk ke Ocean Dream Samudra. Lumayan banget.. Dari harga tiket normalnya sebesar 110 ribu/orang jadi tinggal bayar 55 ribu/orang :D

Terakhir kali aku ke sini waktu SMA, jadi udah lebih dari 15 tahun yang lalu. Kalau dulu Gelanggang Samudra pertunjukan utamanya adalah lumba-lumba dan anjing laut (apa singa laut ya?), sekarang ada berbagai macam pertunjukan di Ocean Dream ini, yaitu : Pentas Singa Laut, Pentas Lumba-lumba, Pentas Aneka Satwa, Underwater Theater, Pentas Scorpion Pirates dan Cinema 4 Dimensi. Jadi dengan membayar 110 ribu (harga normal) kita bisa menonton semua pertunjukan yang ada. Khusus untuk Cinema 4 Dimensi hanya bisa ditonton 1 kali karena kita diberikan tiket terpisah.

Sampai di sana jam 9 pagi. Weekkss.. ternyata pertunjukannya baru mulai jam 9.45. Jadilah kami jalan-jalan dan foto-foto dulu. Jadwal pertunjukkan bisa dilihat di bawah ini. Sebaiknya diatur dulu mana-mana yang mau dilihat terlebih dahulu, disesuaikan waktunya supaya semua pertunjukan dapat dilihat dan tidak membuang-buang waktu untuk menunggu pertunjukan selanjutnya. Masing-masing pertunjukan berlangsung kurang lebih 30 menit, jadi ada waktu 15 menit untuk pindah tempat ke pertunjukan berikutnya.

jadwal-pertunjukan-ocean-dream

 

Pertunjukan pertama yang kami lihat adalah Pentas Aneka Satwa jam 09.45. Ceritanya adalah satwa-satwa ini merasa resah karena adanya pembalakan liar di hutan mereka.

Ini si beruang yang menunjukkan keahliannya menangkap gelang, naik sepeda, push-up, main gitar, naik mobil.

Ini si beruang yang menunjukan keahliannya menangkap gelang, naik sepeda, push-up, main gitar.

 

3 burung dari Madagaskar, Linsang, Bebek dan Kuda Nil juga tampil mempertunjukkan kebolehannya

3 burung dari Madagaskar, Linsang, Bebek dan Kuda Nil juga tampil mempertunjukan kebolehannya

 

Dari Pentas Aneka Satwa kami beralih ke Pentas Singa Laut yang dimulai jam 10.30. Pertunjukannya sangat menghibur, singa lautnya konyol-konyol, mulai dari ngambek ga mau ngapa-ngapain, minta dipijetin, minta dicium dan dipeluk,  salah menghitung, dll.

pentas-singa-laut-ancol

Lanjut lagi jam 11.15 nonton Pentas Lumba-lumba. Ceritanya adalah 3 orang sahabat yang sangat mencintai lumba-lumba dan bercita-cita bila sudah besar nanti akan menjadi pelatih lumba-lumba. Atraksinya sangat bagus, namun sayang hanya sebentar. Di akhir pertunjukan diberi kesempatan bagi para pengunjung untuk dapat berfoto dengan lumba-lumba.

pentas-lumba-lumba-ancol

Ternyata, pergerakan ekor lumba-lumba berbeda dengan pergerakan ekor ikan lainnya. Kalau ikan pada umumnya ekornya bergerak ke kanan dan ke kiri, ekor lomba-lumba bergerakan ke atas dan ke bawah.

Ternyata, pergerakan ekor lumba-lumba berbeda dengan pergerakan ekor ikan lainnya. Pada umumnya ekor ikan bergerak ke kanan dan ke kiri, tetapi ekor lomba-lumba bergerak ke atas dan ke bawah.

 

Dari Pentas Lumba-lumba, pertunjukan selanjutnya seharusnya adalah Cinema 4D. Tapi sayang, Cinema 4D nya lagi rusak… huhu… *apa karena lagi diskon 50% yah?*.  Akhirnya sambil menunggu Pentas Underwater dimulai, kami masuk ke Rumah Pintar yang berisi buku-buku bacaan dan beberapa satwa yang diawetkan.

rumah-pintar-ocean-dream

 

Lanjut nonton Underwater Show jam 12.30. Underwater show adalah pertunjukan di dalam air dimana terdapat penari-penari yang berkolaborasi dengan para penyelam dan lumba-lumba.
underwater-show-ancol

Pertunjukan terakhir yang kami lihat ada Scorpion Pirates. Scorpion Pirates adalah pertunjukan yang dilakukan secara profesional oleh water stuntmen. Ceritanya adalah mengenai seorang arkeolog bernama Dr. Alexander Sparks yang melakukan ekspedisi mencari benda-benda bersejarah. Dalam perjalanannya ia harus berhadapan dengan para bajak laut jahat, Scorpion Pirates. Pertunjukan ini dipenuhi dengan aksi laga, ledakan-ledakan, aksi menggunakan pedang dan cambuk dan juga tidak lupa aksi-aksi konyol para bajak laut. Nonton pertunjukan ini dijamin ketawa ngakak. Kebetulan suamiku merekam semua dari awal sampai akhir, jadi sampai sekarang anak-anak masih suka nonton videonya sambil ketawa ketiwi sendiri.
Oya, berhubung pertunjukan ini penuh dengan suara keras dan ledakan-ledakan, bagi yang berpenyakit jantung, anak-anak kecil dan bayi sebaiknya tidak diajak ke sini. Atau bisa siap-siap bawa penutup kuping dari rumah. Trus hati-hati juga buat yang duduk di depan, siap-siap aja kena siraman dari air danau yang kotor :)

scorpion-pirates-ancol

Selain pertunjukan di atas, di Ocean Dream ini juga banyak wahana untuk anak-anak bermain seperti Ubur-ubur (Ballon Ride), Boto-boto (Miniature Plane Ride) dan Laga Logon (Bumper Car).

Ga rugi deh jalan-jalan ke Ocean Dream Ancol ini (apalagi kalau lagi diskon 50% .. hihi..).  Next time pasti ke sini lagi :)

Pinisi Edutainment Park

Setelah digempur penyakit bertubi-tubi, bosen rasanya di rumah aja ga ngajak anak liburan kemana-mana. Akhirnya setelah mendengar cerita teman tentang Pinisi trus browsing-browsing internet dan membaca ceritanya para blogger yang diundang ke Pinisi, berangkatlah kami ke Pinisi.
Oya, sebelumnya lihat dulu di web-nya Pinisi harga tiketnya. Untuk hari Senin-Kamis anak-anak dikenakan HTM 100ribu, sedangkan orangtua/pendampingnya 50ribu. Waktu bermain dari jam 9 pagi sampai jam 2 siang.

Ternyata sampai di sana.. Doeengg!! Berhubung musim liburan maka tiketnya menjadi 135ribu per anak/pendamping.. T_T
Tadinya pingin batal aja apalagi setelah melihat tempatnya, ternyata hanya 2 lantai dan tidak terlalu luas. Tapi anak-anak keliatan sudah antusias pingin bermain, akhirnya terpaksa beli deh tiketnya.

Pinisi untuk saat ini terdiri dari 2 lantai yaitu di lt.9 dan 10 Pasaraya blok M. Lantai 8 baru akan dibuka tahun 2014.

Di lantai 9 ada replika kapal Pinisi yang sangat besar dan dapat dinaikin oleh anak-anak. Gak ada apa-apanya di dalam kapal, jadi anak-anak cuma masuk, ngiter-ngiter di dalam bentar trus keluar lagi.

Replika Kapal Pinisi. Di atasnya ada area Flying Fox.

Replika Kapal Pinisi. Di atasnya ada area Flying Fox.

 

Ada juga terdapat Kids Playground dimana anak bisa melatih motorik kasarnya untuk memanjat dan merangkak. Ada juga perosotannya seperti perosotan di kolam renang, panjang dan bergelombang. Oya, untuk masuk ke area ini anak diwajibkan memakai kaos kaki. Jadi siap-siap bawa kaos kaki dari rumah bila tidak mau disuruh beli di situ. Tapi maaf ga ada fotonya, soalnya udah sewot duluan begitu disuruh beli kaos kaki padahal udah bayar 135ribu.. hihi…

 

Carousel a.k.a Komidi Putar - foto diambil dari atas

Carousel a.k.a Komidi Putar – foto diambil dari atas

 

Bumper Boat - mirip seperti bom-bom-car tapi agak susah dikendalikan. Alhasil Marsha ga bisa maju cuma muter-muter aja :)

Bumper Boat – mirip seperti bom-bom-car tapi agak susah dikendalikan. Alhasil Marsha ga bisa maju cuma muter-muter aja :)

 

Ini tampak luar Bioskop 4D Simulatornya beserta film yang diputar, pilih salah satu. Di dalamnya hanya cukup untuk 6 orang dan kita diberi kacamata hitam 3D.  Ga sempat motret juga di dalam karena rempong megangin anak-anak naik dan aku juga ikut naik :p
Motret dari luar, nungguin anak laki-laki ini minggir tapi dianya malah manyun aja ga minggir-minggir.. ya sudahlah, difoto aja deh.. :D

Tampak luar bioskop 4D Simulator

Tampak luar bioskop 4D Simulator

 

Selain itu ada beberapa kelas yang dapat diikuti di Pinisi ini, yaitu kelas Batik, kelas Gamelan, kelas Tari, kelas Vokal/Musik, kelas Pedalangan, kelas Angklung. Yup, di Pinisi ini memang mengusung budaya Indonesia. Setiap kelas durasinya adalah 30 menit.

Kelas-kelas yang dapat diikuti

Kelas-kelas yang dapat diikuti

 

Terakhir di lantai 9 adalah Planetarium. Waah.. Planetarium seperti di TIM? Oh, tidak.. Namanya saja Planetarium, tapi dalamnya hanya berupa ruangan aula dengan bangku biasa dan layar lebar di depan. Film yang diputar memang tentang Tata Surya. Tidak lama, hanya 15 menit. Itupun anak-anakku udah kebosanan :D

Di dalam Planetarium ada photo booth untuk yang mau berpose dengan menggunakan baju astronot.

Naik ke lantai 10 hanya ada ada Toddler Area, Wall Climbing, Cyber Game dan Choo-Choo Train.

toddler-area-pinisi-edutainment-park

Toddler Area

 

Wall Climbing

Wall Climbing

 

Cyber Game - bermain dengan menggunakan sensor gerakan

Cyber Game – bermain dengan menggunakan sensor gerakan

 

choo-choo-train-pinisi-edutainment-park

 

Tersedia juga Food Court dengan dinding yang dihiasi dengan gambar-gambar Pahlawan Nasional Indonesia.

Gambar-gambar Pahlawan Nasional Indonesia

Gambar-gambar Pahlawan Nasional Indonesia

 

Akhirnya, waktu berkunjungpun telah habis. Semua pengunjung dipersilahkan keluar.
Kids were having a great time, tapi menurut aku tempat ini tidak ada bedanya dengan tempat mainan yang ada di mall-mall. Tadinya kupikir mirip dengan Kidzania tetapi dengan mempertunjukkan budaya Indonesia. Ternyata tidak.
Di sini anak tidak di arahkan dan terkesan main sendiri-sendiri. Belum lagi permainannya yang lebih ke arah untuk anak di bawah 7 atau 8 tahun. Apabila anak yang lebih besar datang ke sini pasti cepat bosan setelah menikmati wahana yang ada.

Just a piece of my thought :)