Jalan-jalan

Cerita tentang jalan-jalan

Goa Bunda Maria Ratu, Weleri

Tak sengaja, lewat depan rumahmu… eh, kayak lagunya siapa ya?
Iya beneran, ga sengaja dalam perjalanan menuju ke Magelang dari arah Pantura tiba-tiba liat di pinggir jalan ada Goa Maria. Langsung si papa kasih sen kiri dan masuk di parkiran. Ternyata ini adalah Goa Bunda Maria Ratu yang terletak di Jl. Weleri-Sukerejo Km.3 atau yang terkenal juga dengan nama Goa Bunda Maria Ratu Besokor. Padahal dari rumah udah googling cari-cari Goa Maria di JaTeng, tapi ga muncul nama Goa Maria ini.

Puji Tuhan, akhirnya bisa mampir di sini. Memang sudah tekad kami setiap road trip harus mampir ke Goa Maria yang kami lewati. Soalnya sudah banyak doa-doa kami yang dikabulkan dengan perantara Bunda Maria.
Jam menunjukkan pukul 15.30 sore, saat kami masuk ke pelataran parkir yang sepi.

Goa-Bunda-Maria-Ratu-Weleri6Goa-Bunda-Maria-Ratu-Weleri

Di dekat pintu masuk ada kantor sekretariat yang menjual benda-benda rohani. Kebetulan ada suster di sana, jadi sekalian kami permisi dulu sambil memperkenalkan diri. Goa Marianya terletak tidak jauh dari tempat parkir. Jalan menuju ke Goa sedikit menanjak dan licin karena penuh lumut.

Goa-Bunda-Maria-Ratu-Weleri5Goa-Bunda-Maria-Ratu-Weleri4

Tidak jauh dari Goa Maria ada pancuran air suci yang berasal dari Tuk (sumber air) Sirondo. Kata susternya, air tersebut aman untuk langsung dikonsumsi.

Goa-Bunda-Maria-Ratu-Weleri2

Misa diadakan di kapel ini, dengan konsep outdoor, dimana umatnya bisa duduk lesehan atau menggunakan bangku kecil.

Goa-Bunda-Maria-Ratu-Weleri3

Bagi yang ingin jalan salib di sini, tersedia rute untuk jalan salib. Tapi sayang ga ada fotonya :(

Best Western Premier La Grande, Bandung

Hari kedua kami memutuskan pindah hotel. Pilihan akhirnya jatuh ke Best Western Premier La Grande, depan BIP. Sengaja cari kolam air hangat, requestnya anak-anak. Sampai di sana ternyata parkirnya juga PR banget. Kalau sabtu minggu pasti penuh banget. Harus minta jasa valet. Pintu masuk agak membingungkan, hotelnya letaknya belakang KFC dan Soes Merdeka.

Lobby hotelnya, untuk ukuran hotel bintang 4 kurang luas. Namun stafnya ramah-ramah. Berhubung belum waktunya check-in, kami jalan-jalan dulu di Yogya Riau. Tinggal jalan kaki lewat BIP trus nyebrang ke Yogya. Setelah kamar ready, kami ditelpon oleh resepsionis yang memberitahu bahwa sudah bisa check-in.

Lobby room

Lobby room

Superior room

Superior room

Kamar mandi

Kamar mandi

 

Jam 3 sore anak-anak minta berenang. Aku ga ikut berenang karena lagi ga enak badan. Kolam renangnya terletak di lantai 4 (tumben ada lantai 4). Konsep kolam renangnya adalah semi indoor dengan bentuk kolamnya L. Kebetulan saat itu sedang gerimis sehingga anginnya duiingiiin banget. Aku nungguin anak-anak berenang sambil kemulan 2 handuk dari kepala sampai kaki. Bodo deh diliatin sama anak-anak kecil.. haha.

Kolam renang

Kolam renang

Pemandangan sekitar kolam renang

Pemandangan sekitar kolam renang

 

Malamnya, seperti biasa, anak-anak udah mager. Ga mau diajak cari makan. Malah mengutus aku sama papanya yang cari makan aja dan minta dibungkusin. Akhirnya aku sama suami yang jalan keluar. Di depan hotel ternyata lagi ada pawai kendaraan hias dalam rangka HUT Kota Bandung. Rupanya tema pawai ini adalah Robotic Galatica. Berbagai macam kendaraan dihias dari mulai model Starwars sampai Big Heroes Six ada. Ada juga yang model transformer, dari mobil bisa berubah jadi robot. Pawainya panjang banget. Lebih dari 1 jam ga habis-habis kendaraan hias yang lewat. Sayangnya lagi gerimis. Jadi penonton kurang banyak dan beberapa peserta udah ga semangat lagi gaya-gaya, cuma jalan biasa.

Paginya aku sarapan sama si kakak. Si papa ngincer food truck yang mangkal di depan hotel, yang ternyata pagi-pagi belum buka. Haha.  Sarapan hotelnya cukup enak dengan beragam menu pilihan.

Dining Room

Dining Room

 

Ada berbagai plus minusnya menginap di sini. Kekurangannya adalah disebabkan oleh lahan hotel yang terlalu sempit. Karena mengejar lokasi yang strategis sehingga tidak memikirkan kenyamanan tamu yang datang. Mulai dari lahan parkir yang sempit dan terbatas, lobby hotel yang tidak sepadan dengan lobby hotel bintang 4 (walaupun dekorasi hotelnya mewah), kolam renang yang terkesan dipaksakan ada.

Tetapi selain kekurangan di atas, ada juga kelebihan yang membuat kami mempertimbangkan untuk menginap di sini lagi, yaitu staf hotelnya yang ramah, kamar yang bersih dan nyaman, kolam renangnya air hangat dan lokasinya yang strategis. Mau ke bioskop tinggal nyebrang, di kanan kiri dan di belakang hotel banyak tukang makanan. Puas deh kulinernya.

 

Fave Hotel Hyper Square, Bandung

Ke Bandung ini rencananya mau nengokin tanteku yang habis di operasi. Sudah rencana nih, nginepnya di Padalarang di Mason Pine. Tapi entah kenapa mau booking kok rasanya aras-arasen. Ntar aja aku pikir, kalau sudah nyampe Bandung baru booking.

Berangkat dari rumah jam 6 pagi, dan santai-santai dulu di rest area. Sampai Bandung keluar gerbang tol Kopo macet banget. Mana pas liat petunjuk bensin tinggal segaris. Tadi mau ngisi di rest area penuh banget, pikiran cari yang sepian. Eh, malah kelupaan :D.

Sampai di rumah tanteku sekitar jam 11.30. Di sana udah ada nyokap sama tante-tanteku yang lain. Berhubung sudah dekat jam makan siang, rencananya kami mau makan siang di Laksana. Berangkatlah kami iring-iringan 2 mobil. Tapi aku bilang ke nyokap untuk jalan duluan, ntar aku nyusul karena mau isi bensin dulu. Selesai isi bensin, nyokap nelpon. Batal ke Laksana, tanteku (yang habis operasi) nyesek. Jadi disuruh langsung ke UGD RS Kebon Jati. Ealah..

Nungguin hasil pemeriksaan sama administrasinya lama banget. Tapi hasilnya ga ada apa-apa. Dokter bilang cuma psikis aja. Thanks God.
Tanteku akhirnya memutuskan opname, karena oomku ada tugas di luar kota. Daripada sendirian di rumah, mending di RS ada yang jagain. Aku juga pamit karena anak-anak keliatan capek. Berhubung udah sore, liat waze dimana-mana macet, akhirnya aku pilih hotel yang paling dekat, yaitu Fave Hotel Paskal. Untung ga sempat booking Mason Pine :)

Sampai di hotel, ternyata tempat parkirnya cuma sebatas di depan hotelnya aja. Mana penuh dan gerimis. Pas check-in, oleh resepsionis kami mau diberi smoking room yang sudah dibersihkan sehingga tidak bau, padahal pas booking aku minta yang non smooking floor. Aku tolak dong. “Ga bisa mba, aku alergi,” kubilang. Akhirnya dapat juga yang non smoking room. Cuma dari kamar kedengaran kamar sebelah berisik banget. Ternyata ada manten dan saudara-saudaranya yang nginap di situ. Jadi rame banget.

Fave Hotel Room

Fave Hotel Room

Kamar mandinya

Kamar mandinya

 

Malamnya kami makan di Paskal Hypersquare Food Market. Terakhir aku makan di sini pas Marsha umur setahun lebih. Berarti udah 10 tahun yang lalu. Dulu perasaan ramai. Sekarang kok sepi. Apa karena hujan?

Paskal Food Market

Paskal Food Market

Paginya aku sama si papa sarapan sekitar jam 9. Makanan udah tinggal sedikit dan ga ditambahin lagi. Menunya tabrakan. Nasi putih, nasi merah, capcay, ayam opor, tahu gimbal dan bubur.

Tempat sarapan

Tempat sarapan

Kesimpulannya, nginap di sini kurang menyenangkan. Pertama, tempat parkir kurang memadai. Aku sempat ngobrol sama satpam hotel, beliau bilang di depannya Fave Hotel ini nanti akan dibangun mall. Pemiliknya sama dengan pemilik hotelnya. Jadi nanti kemungkinan parkirnya bisa masuk ke mall.
Kedua, di dalam kamar kedengaran suara-suara orang di kamar sebelah dan di luar. Mungkin karena memang pas ada acara keluarganya pengantin.
Ketiga, sarapannya menunya harus diperbaiki. Ga masalah kalau ragamnya sedikit, namanya juga budget hotel, asal nyambung. Opor ayam enaknya pakai sambel goreng atau oseng-oseng sayur. Atau kalau capcay ketemunya ya sama chinese food lainnya.

Rencananya kami masih semalam lagi di Bandung, dan kamipun memutuskan untuk pindah hotel.