Ini pertama kalinya ngajak anak-anak keluar negeri, tepatnya ke Singapur. Udah bikin paspor dari 3 tahun yang lalu, tapi baru kepake sekarang. Haha.. Kebetulan aja si papa ada training di sana 1 hari, jadi sekalian deh kitanya pada ngikut.

Singkat cerita, mendaratlah kami di Changi dan langsung naik MRT menuju hotel. Hotelnya ada di sekitaran Bugis, tepatnya di Bencoolen Street. Nama hotelnya juga Bencoolen. Dapat hotel ini dari hasil browsing sana sini. Di Singapur peraturan untuk tamu hotel cukup ketat, ga seperti di sini yang bisa pesen kamar 1 tapi yang masuk se-RT. Haha.. engga se-RT ding. Tapi misalnya punya anak 3, ga masalah cuma booking 1 kamar dengan 2 bed trus tidurnya umpel-umpelan.

Kalau di Singapur, semua tamu yang datang paspornya discan dan jumlah tempat tidurnya disesuaikan dengan jumlah tamunya. Tapi biasanya anak-anak di bawah umur tertentu masih bisa sharing tempat tidur dengan ortunya. Sebaiknya sebelumnya cek dulu langsung ke hotelnya mengenai batasan umurnya, karena masing-masing hotel punya kebijakan sendiri, sehingga nantinya kita gak kena charge tambahan sampai di sana.

Waktu booking hotel ini, si papa nelpon dulu ke sana tanya kalau anak umur 9 tahun bisa sharing bed apa engga. Dijawab bisa, tapi kena tambahan untuk breakfast sebesar SGD 10/night. Kebetulan mereka punya kamar triple room, 1 double bed dan 1 single bed. Jadinya kami booking di situ, pas buat kami berempat.

Hotel Bencoolen ini letaknya dekat dengan MRT Bencoolen Station (Downtown Line, jalur biru). Pintu masuk/keluarnya kurang lebih 50 meteran dari hotel. Ada yang diseberang hotel, ada juga yang disebelah kanannya. Di Singapur pintu masuk/keluar MRT biasanya dibuat lebih dari 1. Tidak jauh dari situ juga ada MRT Bras Basah Station(Circle Line, jalur kuning). Persis di depan hotel ada Nanyang Academy of Fine Arts dan di sebelah hotel ada Masjid Bencoolen. Ga ketinggalan juga ada Halte Bus dan public bike.

.

Sampai di hotel kami disambut oleh Pak Cik Muhammad. Beliau asli orang Singapur tapi fasih bahasa Indonesia. Orangnya ramah banget. Beliau juga yang nunjukin arah jalan kalau kami mau pergi-pergi.

Hotel Bencoolen

Lobby hotel

Hotel Bencoolen merupakan hotel bintang 3, namun cukup lengkap fasilitasnya. Ada kolam renang, restaurant, gym dan spa. Gedungnya sendiri agak nyempil di antara bangunan sekitarnya. Untuk interior lorong kamar, kamar dan kamar mandinya terlihat sudah lama.

Lorong kamar

 

Kamar yang kami tempati luasnya kurang lebih 4×5 meter dengan kamar mandi, 1 queen bed dan 1 single bed. Lumayan sempit buat 4 orang lalu lalang di dalamnya. Belum lagi koper-kopernya. Ada safe deposit box, lemari es dan hair dryer. Kebersihan kamar, kamar mandi dan sprei tempat tidurnya baik.

Triple room

.

.

.

Breakfastnya sederhana tapi menurut aku enak. 3 hari sarapan pagi selalu ada telor ceplok, chicken ham dan baked beans. 2 menu lainnya ganti-ganti. Oya, ternyata si Edward ga kena charge lagi breakfastnya. Jadi di kupon breakfastnya ditulis 3+1. Mungkin karena dilihat anaknya kecil kali.. hihi.

.

.

Kalau mau ambil air minum atau es batu, tersedia di lantai 2. Di sana juga terdapat kolam renang dan gym. Sayang kami ga sempat berenang karena kebetulan Singapur lagi hujan terus dan udaranya cukup dingin. Kolamnya kecil tapi bagus.

Kesimpulannya, menginap di Hotel Bencoolen bisa dijadikan alternatif menginap di Singapur. Selain lokasinya yang strategis, rate kamarnya juga terjangkau. Daripada menginap di hostel, harganya tidak akan beda terlalu jauh. Di hostel biasanya tidak memperbolehkan anak kecil untuk menginap, kecuali booking 1 kamar penuh. Belum lagi kamar mandinya yang sharing. Anak-anak udah pesan ga mau sharing bathroom. Hehe.

Oh ya, mau kasih info aja. Kalau lagi browsing hotel, ada banyak hotel-hotel murah di kawasan Geylang. Tapi sebenarnya kawasan tersebut merupakan red district-nya Singapur atau tempat prostitusi. Jadi kalau malam jangan kaget banyak perempuan-perempuan berpakaian minim di pinggir jalan yang melakukan transaksi. Tapi sekali lagi, di sana hotelnya murah-murah. Haha… Jadi silahkan dipertimbangkan lagi, terutama kalau perginya sama keluarga dan bawa anak-anak.

Leave a reply

required

*