Jalan-jalan

Cerita tentang jalan-jalan

Ayana Gedongsongo, Semarang

Update per July 2018 : Ayana Gedongsongo berubah namanya menjadi Ayanaz Gedongsongo.

Dari hasil browsing tempat-tempat yang lagi hits di Semarang, akhirnya pilihan kami jatuh pada Ayana Gedongsongo. Tempat ini mempunyai spot foto kekinian yang keren banget yang pasti diburu para kawula muda dan emak-emak, tentunya. Ayana Gedongsongo terletak di dalam kompleks Candi Gedongsongo, Bandungan, Semarang. Sebenarnya aku pingin banget explore Candi Gedongsongo, tapi berhubung perginya bareng rombongan dan ga semua tertarik liat candi dan juga letak kesembilan candi yang agak berjauhan sehingga butuh naik kuda kalau mau sampai candi ke-sembilan, akhirnya aku batalkan niat explore candinya..hiks. Next time, maybe.

Untuk masuk ke Ayana Gedongsongo, sebelumnya harus membeli tiket masuk Candi Gedongsongo terlebih dahulu sebesar Rp. 10.000,-/orang. Tidak jauh di dalam kompleks Candi ada loket pembelian tiket Ayana Gedongsongo. HTM-nya Rp. 20.000,-/orang untuk dewasa dan Rp. 10.000,-/orang untuk anak-anak di bawah 10 tahun. Untuk berfoto di dalam bubble dikenakan biaya lagi Rp. 5.000,-/orang. Selain itu terdapat 35 spot foto yang bisa digunakan secara gratis.

Tips ke Ayana Gedongsongo : bawa kacamata hitam dan topi/payung. Walaupun udaranya sejuk tapi terik matahari terasa banget di kulit serta kurangnya area untuk berteduh.

.

.

.

.

.

.

Bayar lagi kalau mau foto di dalam bubble

MG Suites, Semarang

Awalnya liburan lebaran tahun ini, seperti tahun-tahun yang lalu, ga ada rencana kemana-mana karena parno sama yang namanya macet. Tapi gara-gara ada jalan tol baru dan berita-berita di TV yang bilang mudik tahun ini lancar, jadi kepo deh kita. Ditambah lagi adik ipar yang ngojok-ngojoki, “Ayo dong mbak, jalan-jalan.. masa liburan di rumah aja. Kita satu mobil aja, biar nyetirnya bisa gantian.” Cus dah, akhirnya si papa mau. Eh, tapi ternyata yang pingin ikut malah nambah dan akhirnya berangkat pakai dua mobil juga..haha.

Berhubung dadakan rencana perginya, nyari hotelnya juga agak susah plus mahal karena kami berangkat pas lebaran H-1. Tapi beruntung kami dapat kamar di MG Suites, Semarang.

Kami berangkat dari rumah pukul 6 pagi, ditambah berhenti beberapa kali di rest area untuk makan atau ke toilet. Di jalan lancar jaya, hanya kena macet di tol Pejagan karena ada kecelakaan. Dari Pemalang, tol-nya juga masih tol fungsional, jalannya sudah beton tapi masih 1 arah. Sampai di Semarang sekitar jam 3 sore dan langsung check-in ke hotel.

MG Suites merupakan hotel apartemen yang dikelola oleh manajemen yang sama dengan MG Setos (Semarang Town Square). Keduanya terletak bersebelahan tapi mempunyai pintu masuk yang berbeda. Pintu masuk MG Setos berada di Jl. Inspeksi sedangkan pintu masuk MG Suites berada di Jl. Petempen. Jalannya kecil, tapi cukup untuk 2 mobil, sehingga kata orang MG Suites itu kepanjangan dari Mlebu Gang Suites.. haha. Tapi sebenarnya kepanjangan MG itu adalah Mutiara Garden. Loby hotel MG Suites berada di lantai 6. Kalau dari gedung parkir, naik terus sampai lantai 6 dan mentok. Nah ini agak menyusahkan, karena lobynya seakan-akan menutupi jalanan, sehingga mobil yang sudah mencapai loby di lantai 6 harus berputar maju mundur untuk kembali turun. Jalan di tempat parkirnya juga 2 arah, sehingga harus hati-hati bila bersisipan dengan mobil lain. Tempat parkir yang agak luas berada di lantai 3, itupun kalau aku bilang masih kurang, apalagi kalau musim liburan.

Kami booking 2 kamar Maven Suites yang luasnya 67m2, memiliki 2 kamar tidur, 2 kamar mandi, living room, dry pantry dan lemari es. Pertama kali masuk ke kamarnya, lantainya terlihat agak berdebu. Tapi meja-mejanya oke, ga ada debunya. Karena hotel ini merupakan hotel apartemen, maka setiap kamarnya terbilang luas dan memiliki dry pantry.

Ada yang ga mau minggir ^_^

Maven suite

Room 1 (Abaikan cermin :D)

Room 2

Kamar mandi

Dry pantry dan lemari es

 

MG Suites mempunyai 1 kolam renang yang berada di lantai 7 yang kedalamannya sekitar 1.2m. Untuk kolam anak terdapat di lantai 2 yang mana sebenarnya kolam ini merupakan fasilitas dari MG Setos. Tapi kita boleh kok berenang juga di sana.

Kolam renang di  lantai 7

Kolam renang di lantai 7 yang bersebelahan dengan Bottega Restaurant

Kolam renang di lantai 2

 

Breakfast disajikan di Bottega Restaurant, yang letaknya bersebelahan dengan kolam renang di lantai 7. Sayang tempatnya kurang luas sehingga tamu yang tidak kebagian tempat dialihkan makan di lantai 6. Mungkin karena tamunya banyak, pelayannya juga kocar-kacir meladeni permintaan tamu yang ingin menu yang hanya ada di lantai 7, seperti telor misalnya, sehingga makanan di lantai 6 ini sering telat diisi kembali bila sudah habis.

Kesimpulannya, menginap di MG Suites ini cukup menyenangkan dan terjangkau, apalagi bila mengajak anggota keluarga yang banyak. Tinggal gelar tikar sama kasur angin di living roomnya.. haha. Oya, bagi yang ingin fitness atau spa, juga tersedia di hotel ini.

Neo+ Green Savana, Sentul – Bogor

Bandung macet. Bogor macet. Puncak macet juga, ditambah ada longsor. Haiiissh.. mau liburan aja susah banget, kemana-mana macet. Lagian liburnya cuma sebentar, tapi suntuk di rumah aja. Akhirnya inget pernah ada postingan teman yang nginep di salah satu hotel di Sentul yang ada kolam renangnya persis di depan kamar. Sebenarnya aku kurang suka kamar di depan kolam renang, karena pasti berisik. Tapi mumpung nginepnya weekday, pas banget nih nyoba kamar di depan kolam renang karena pasti tidak banyak tamu yang menginap.

Hotel yang aku maksud adalah Neo+ Green Savana yang letaknya ga jauh dari Jungleland, pas di belakangnya Taman Budaya Sentul. Hotelnya sendiri ga terlalu besar. Hanya terdiri dari 2 lantai sehingga kamarnyapun tidak banyak. Agak susah untuk booking di hotel ini kalau weekend karena sering penuh terutama untuk kamar yang berada persis di depan kolam renang.

Neo+ Green Savana by Aston

 

Tipe kamarnya hanya 2 macam, Standard dan Suite. Aku pilih yang Standard, itupun sudah luas banget sekitar 32m². Kalau bawa anak sebaiknya pilih yang Twin Bed karena kasurnya besar (2 queen bed), jadi lega banget apalagi kalau tempat tidurnya digeser dijadikan satu. Ada connecting doornya juga di setiap kamar.

Standard Room – Twin Bed

 

Kamar mandinya juga luas banget. Tempat shower, toiletnya dan area wastafel dipisahkan oleh dinding kaca. Jadi kalau yang satu mau pup, yang satu mau mandi, yang satu mau dandan ga rebutan tempat… haha…

Kamar mandi

 

Kolam renangnya sendiri terbagi jadi 3 bagian. Kolam dewasa, tapi ga dalam-dalam banget sekitar 1.2m, kolam anak-anak dan kolam jacuzzi. Kolam Jacuzzinya air hangat. Kolam renangnya bisa digunakan sampai jam 8 malam. Si kakak sempat minta berendam di jacuzzi malam-malam, tapi berhubung penerangannya kurang jadi agak-agak creepy juga berenang malam-malam.. ga keliatan nanti ada apa di dasar kolamnya…hiiyy..

Kolam dewasa

.

Kolam anak dan Jacuzzi

 

Untuk breakfastnya cukup lumayan. Ga enak-enak banget tapi acceptable lah. Tapi sayangnya peralatan makannya, terutama piring-piringnya, kurang bersih nyucinya. Masih terlihat bekas-bekas minyak di piringnya, ga keset gitu. Bahkan terlihat masih ada remah-remah di piringnya.

Oya, di samping hotel ada lapangan luas banget. Entah punyanya hotel atau punyanya Taman Budaya. Jadi selain berenang, anak-anak bisa main di sini. Pihak hotel juga menyediakan sepeda untuk disewa. Sewanya Rp.40.000,-/jam (weekday).

Lapangan di samping hotel

Sewa sepeda

.

Secara keseluruhan, hotel ini bisa dijadian aternatif tempat menginap yang menyenangkan. Ga jauh dari Jakarta, dan bebas macet. Kapan-kapan pasti balik menginap di sini :)