Jalan-jalan

Cerita tentang jalan-jalan

Hotel Santika – Purwokerto

Dari Yogya, rencananya kami akan mampir dulu di Pangandaran. Tapi karena di Yogya gak sempet ziarah ke Goa Maria Sendangsono, akhirnya disempet-sempetinlah untuk mampir ke Goa Maria Kaliori di Purwokerto. Berhubung dari Goa Maria Kaliori sudah sore banget hampir jam 17.30, akhirnya kami putuskan untuk batal ke Pangandaran dan menginap di Purwokerto. Buka dulu situs travel online cari-cari tempat menginap di Purwokerto, dan langsung pilih Hotel Santika. Cari jalan di GPS dan capcus langsung ke tujuan.

Sampai di hotel, anak-anak langsung kegirangan. Iyalah, soalnya hotelnya bagus..hihi.. Kamar dan kamar mandinya bersih. Kayanya udah ga perlu direview lagi..hehe..
Sehabis mandi, anak-anak udah ga mau diajak kemana-mana lagi bahkan untuk cari makan malam. Udah bosen kali ya seharian di jalan aja. Akhirnya aku dan suami yang jalan keluar cari makan malam, anak-anak pada nunggu di kamar sambil main game.

Habis mandi, langsung sibuk berdua..haha..

Habis mandi, langsung sibuk berdua..haha..

Keesokan harinya anak-anak pada minta berenang dulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandung. Kolam renangnya tidak terlalu besar dan terletak di sebelah ruang makan, jadi sambil sarapan bisa ngawasin anak-anak berenang. Menu sarapan di hotel ini juga sangat beragam, gak nanggung-nanggung mentang-mentang weekday. Selain menu prasmanan ada juga bubur, gado-gado, pecel, aneka kue-kue, roti dan buah-buahan yang enak-enak bahkan ada jamu juga.

Kolam Renang Santika Purwokerto

Kolam Renang Santika Purwokerto

Oya, di depan hotel ada rumah makan yang namanya Griya Dahar D’best. Semalam aku dan suami cari makan malam di sini dan ternyata menunya sangat beragam. Ada masakan Chinesse Food, nasi timbel, soto, pecel, dll. Rasanya lumayan, kami pesan Mie Goreng untuk anak-anak dan Mie Nyemek Psikopat untuk aku dan suami. Kenapa disebut psikopat? Soalnya pake irisan cabe rawit merah dan rasanya pedas bangeett..

Mie Nyemek Psikopat

Mie Nyemek Psikopat

Restoran ini cukup bagus dan rasanya pun enak. Sudah buka dari jam 7 pagi.

Goa Maria Kaliori – Banyumas

Karena ga berhasil mampir ke Goa Maria Sendangsono, maka dalam perjalanan pulang kembali ke Jakarta diniat-niatkan untuk mampir ke Goa Maria ini. Sebenarnya tidak terpikirkan sama sekali tentang Goa Maria ini, bahkan baru tahu di Banyumas ada Goa Maria. Sering sih dengar nama Goa Maria Kaliori, tapi ga tahu ada dimana hehehe… Tetapi sewaktu perjalanan berangkat menuju ke Yogya dari Purwokerto, tanpa sengaja baca papan nama Goa Maria Kaliori di pinggir jalan sekitaran Banyumas, dan suami langsung pencet GPS-nya kasih tanda tempat itu. Berarti memang sudah diatur sama Yang Di Atas kali yaa..

Sampai Goa Maria Kaliori sekitar jam 4 sore. Suasana disekitar sangat sepi, tidak ada pengunjung lain selain kami, hanya ada anak-anak yang sedang bermain bola di lapangan tidak jauh dari situ. Memasuki pendopo ada patung Yesus yang terentang tangannya, seakan-akan menyambut kehadiran kita.

goa-maria-kaliori

Untuk menuju ke Goa Maria harus menaikin anak-anak tangga yang lumayan banyak dan jalannya menanjak. Di sebelah kirinya ada area pemakaman yang terdiri dari batu-batu nisan yang besar-besar. Semakin ke atas, kita seperti masuk lewat hutan kecil dimana kanan-kirinya banyak terdapat pohon.  Aku dan anak-anak yang sudah jalan duluan, tiba-tiba dipanggilin sama si papa, disuruh tungguin soalnya dia tiba-tiba sakit pertu dan pingin pup… haiks… hahaha… Padahal sudah lumayan naik tangganya, mau nunggu di situ kok serem, karena di kanan-kirinya cuma pohon-pohon, ga keliatan orang lewat. Akhirnya aku dan anak-anak turun lagi nunggu ga jauh dari toilet yang mana pemandangan sekitarnya adalah tempat pemakaman. Asli ga berani liat apalagi foto-foto, takut ada penampakan.. haha..

Sebelah kiri adalah area pemakaman, tapi ga aku foto :D

Sebelah kiri adalah area pemakaman, tapi ga aku foto :D

Jalan menuju Goa Maria Kaliori

Jalan menuju Goa Maria Kaliori

 

Finally, after the business was done, kami naik lagi ke atas dan kami melihat ada sebuah gereja, namanya Gereja Ratu Surga Kaliori. Tampak pula patung Pieta seperti yang ada di Katedral Jakarta. Kami mengikuti petunjuk yang ada untuk sampai ke Goa Maria. Goa Maria Kaliori memiliki halaman yang luas. Goa Marianya sendiri terlihat sangat megah dan dilengkapi lantai keramik sehingga para peziarah yang ingin berdoa dapat duduk lesehan dengan nyaman di dalamnya.

goa-maria-kaliori1

Setelah selesai berdoa, anak-anak ribut mau pasang lilin. Tidak lupa juga kami foto-foto sebentar. Terlihat juga ada yang namanya Taman Rosario Hidup, tapi entah apa di dalamnya kami tidak melihat karena waktu sudah semakin sore dan hampir gelap.

Taman Pintar – Yogyakarta

Dari GL Zoo, rute selanjutnya adalah ke Taman Pintar. Taman Pintar adalah sarana pembelajaran ilmu pengetahuan dari tingkat pra sekolah sampai sekolah menengah. Di sini anak-anak diajak untuk memperdalam materi pelajaran yang diterima di sekolah sambil berekreasi. Kalau yang sudah pernah ke Museum IPTEK di TMII, nah Taman Pintar ini mirip seperti itu, tapi alat-alat yang ada di Taman Pintar ini lebih lengkap dan beraneka ragam dan tidak rusak.. *kalau di TMII banyak yang tidak berfungsi alatnya…hehe.. *. Ditambah lagi di sini ada mbak atau mas yang membantu memandu dan menerangkan cara kerja alatnya.

Taman Pintar terdiri dari berbagai wahana, yaitu wahana untuk PAUD, Gedung Oval, Gedung Kotak, Memorabilia, Planetarium dan Playground. Wahana PAUD ditujukan untuk anak usia 2-7 tahun. Berhubung Marsha udah ga boleh masuk ke sini, Edward jadi ga mau masuk karena ga ada yang nemenin…hihi… Orang tuapun juga tidak diperkenankan masuk ke dalam, hanya disediakan ruang tunggu untuk menunggu.

Playground

Di arena bermain ini banyak sekali terdapat permainan yang bersifat mendidik seperti Dinding Berdendang, Tapak pintar, Tapak Prestasi, Sclupture, Parabola Berbisik, Pipa Bercerita, Sistem Katrol, Forum batu, Desaku Permai, Taman Air Menari,  Koridor Air.

Dinding Berdendang. Terdiri dari beberapa gendang yang bila dipukul akan terdengar nada yang berbeda tergantung dengan luas permukaan gendangnya.

Dinding Berdendang. Terdiri dari beberapa gendang yang bila dipukul akan terdengar nada yang berbeda tergantung dengan luas permukaan gendangnya.

 

Pipa Bercerita. Bisa saling ngobrol lewat pipa yang berwarna sama.

Pipa Bercerita. Bisa saling ngobrol lewat pipa yang berwarna sama.

 

Sistem Katrol, Observatorium, Parabola Berbisik, Taman Air. Kalau bawa baju ganti, boleh main basah-basahan di Taman Air.

Sistem Katrol, Observatorium, Parabola Berbisik, Taman Air.
Kalau bawa baju ganti, boleh main basah-basahan di Taman Air.

 

Semua permainan yang ada di Playground ini bisa dinikmati secara gratis.

Selain itu, terdapat juga beberapa wahana kreativitas seperti Rumah Batik dan Rumah Gerabah. Di sini anak-anak bisa ikut berkreasi seperti membuat kreasi batik, membuat gerabah, melukis gerabah, dll. Tarifnya berbeda-beda tergantung aktivitas yang dilakukan dan tentunya hasil karya anak dapat dibawa pulang.

 

Planetarium

Untuk masuk ke Planetarium kita harus tahu jadwal pertunjukkannya. Kapasitas di dalam Planetarium hanya sekitar 50 kursi, jadi sebaiknya kalau ke Taman Pintar beli tiket Planetariumnya dulu lalu bermain di playground sambil menunggu waktu pertunjukan, kemudian baru masuk ke Gedung Memorabilia, Gedung Kotak dan Gedung Oval. Pertunjukan di Planetarium yang ditampilkan selama 30 menit adalah mengenai suasana langit kota Yogyakarta pada  malam  hari  dengan susunan  bintang  dan  benda-benda  langit.  Selain  itu  ada  juga  film  tentang  perjalanan manusia  di bulan.

Suasana di dalam Planetarium

Suasana di dalam Planetarium

 

Dari Planetarium, kami melanjutkan masuk ke Gedung Memorabilia, Gedung Oval dan Gedung Kotak. Pengunjung hanya membayar 1 tiket untuk masuk ke 3 tempat ini.

 

Gedung Memorabilia

Setelah membeli tiket masuk, pengunjung diarahkan untuk masuk ke Gedung Memorabilia terlebih dahulu. Di dalam gedung ini terbagi 3 zona yaitu Zona Sejarah Kasultanan Keraton, Zona Tokoh Pendidikan dan Zona Sejarah Presiden.

Zona Kasultanan Keraton

kasultanan-keratonkasultanan-keraton2

Zona Sejarah Tokoh Pendidikan

tokoh-pendidikan-taman-pintar

Zona Sejarah Presiden

sejarah-presiden-taman-pintar

Dari kiri atas ke kanan bawah : Halaman 1 surat Presiden Soekarno kepada Jendral Sudirman, Teks Pengunduran Diri Soekarno, Foto-foto peristiwa penting 17 Agustus, Baju Koko Presiden Abdurrahman Wahid, Karman Award untuk Presiden Habibie dan benda-benda yang berkaitan dengan Presiden SBY

presiden-ri

 

Gedung Oval dan Gedung Kotak

Dari Gedung Memorabilia, kami memasuki Gedung Oval yang bersambung dengan Gedung Kotak. Pada pintu masuk Gedung Oval, terdapat aquarium raksasa yang berbentuk lorong. Berbagai koleksi ikan dapat kita lihat di sini. Di ujung lorong terdapat Zona Kehidupan Purba.

aquarium-gedung-oval

Selanjutnya kami tiba di sebuah ruangan berbentuk lingkaran. Di sini terdapat banyak alat peraga sains lengkap dengan mbak atau mas yang siap menjelaskan cara kerja alatnya. Kemudian ada jalan melingkar untuk naik ke lantai atas yang di dindingnya terdapat foto-foto ilmuwan dunia.

14342966928502

Dari lantai atas dan seterusnya, aku udah ga gitu perhatian lagi sama zona-zonanya karena kami terburu-buru mengejar waktu berhubung Taman Pintar ini tutup pukul 4 sore. Coba alat ini, coba alat itu, dan ga ketinggalan foto-foto… hihi… Tapi secara keseluruhan, zona-zona dan wahana-wahana yang ada di dalam gedung oval dan kotak ini bagus untuk menambah pengetahuan anak-anak. Sayang di Jakarta tidak ada tempat seperti ini. Next time kalau ada kesempatan ke Yogyakarta lagi, kami pasti mengunjungi Taman Pintar ini dari pagi :)

143429824305131434298363756414342984290835

HTM Taman Pintar

HTM Taman Pintar