Jalan-jalan

Cerita tentang jalan-jalan

GL Zoo

Selama di Yogyakarta, salah satu tempat yang kami kunjungi adalah GL Zoo. GL Zoo adalah nama kerennya Kebun Binatang Gembira Loka di Yogyakarta. Tempatnya ternyata bagus, bersih, terawat tidak seperti Kebun Binatang Ragunan.. hiks. Harga tiket masuknya adalah Rp. 20.000,- untuk weekday dan Rp. 25.000,- untuk weekend.

gembira-loka-zoo

Memasuki kawasan GL Zoo, tempat yang kami lihat pertama kali adalah Museum Diorama Flora dan Fauna. Di dalam ruangan ini kita bisa menyaksikan berbagai jenis replika baik hewan maupun tumbuhan yang diletakannya di dalam kaca atau toples. Uniknya, ada diorama juga yang diletakkan di dalam kaca yang ditanam di lantai ruangannya.

diorama-gembira-loka-zoo

Sebagian diorama flora dan fauna

Sebagian diorama flora dan fauna

 

diorama-flora-fauna-gl-zoo

Diorama keanekaragaman kerang, bunga Raflesia Arnoldi, keanekaragaman umbi yang dipajang di lantai.

GL Zoo juga mempunyai Arboretum yang sangat luas. Arboretum merupakan suatu lahan yang ditanami berbagai macam tanaman untuk keperluan penelitian, koleksi dan konservasi. Arboretum ini juga dapat berfungsi sebagai paru-paru kota.

Berbagai macam binatang dapat kita temui di sini seperti layaknya kebun binatang. Tapi yang menjadi perhatian utama adalah Pinguin Jackass yang khusus didatangkan dari Afrika. pinguin-jackass-gembira-loka-zoo

Terdapat juga berbagai macam wahana. Ada wahana Reptiles and Amphibians Park yang berisi berbagai macam hewan reptil dan amfibi seperti biawak, kura-kura, kadal, katak dan salamander. Di wahana ini kita dapat berfoto bersama dengan ular, iguana atau kura-kura besar. Ada juga wahana Bird Park yang berisi beraneka jenis burung. Mau foto sama burungnya juga bisa.

Yang paling menarik di kebun binatang ini adalah kita dapat berinteraksi dengan satwa-satwa yang ada. Ada jadwal tertentu dimana kita bisa ikut memberi makan satwa seperti ular, simpanse, harimau. Ada juga atraksi-atraksi yang ditampilkan oleh gajah, burung kakaktua, beruang madu, linsang, orang utan. Kurang lebih sama seperti yang ada di Ocean Dream Ancol. Mau menyentuh ikan-ikan juga bisa di kolam sentuh. Untuk wahana-wahana ini kita tidak lagi dikenakan biaya alias gratiiss…

Selain melihat satwa-satwa, ada banyak berbagai macam permainan yang dapat dinikmati. Ada ATV, Speed boat, Bumper boat, Skuter Air, Perahu Kayuh, Perahu Katamaran Kolam Tangkap, Terapi Ikan, Onta Tunggang dan Gajah Tunggang. Harga tiketnya berbeda-beda… ga hafal :p

pizap.com14217162933901

pizap.com14217183805401

Mau bikin acara di GL Zoo juga bisa. GL Zoo menyediakan sebuah tempat berupa perahu yang berada di  danau buatan yang berada di dalam area kebun binatang. Perahunya diberi nama Mayang Tirta, yang dapat menampung kurang lebih 200 orang dan dilengkapi dengan panggung dan soundsystem.

mayang-tirta-gl-zoo

Area di GL Zoo ini lumayan luas, tapi jangan takut, tersedia juga transportasi untuk bisa berkeliling dengan nyaman yaitu dengan menyewa sepeda atau naik mobil keliling. Untuk tarif sewa sepeda adalah Rp. 20.000,- tanpa batas waktu.

pizap.com14217195964632

Nah, GL Zoo ini bisa dijadikan alternatif tempat wisata di Yogya. Selain satwa-satwanya terawat, tempatnyapun bersih dan gak bau. Permainan yang bisa dinikmati juga banyak. Pokoknya beda banget sama Ragunan deh…

Hotel Puri Chorus – Yogyakarta

Sampai di Yogyakarta sudah malam, sekitar jam 7.30-an. Kami cari makan dulu sebelum masuk hotel. Agak deg-degan juga sih sama hotelnya karena pengalaman di hotel Baturraden semalam. (Sebelum road trip, aku browsing-browsing dulu cari hotel di Yogyakarta, dan ketemulah hotel Puri Chorus yang dari foto dan hasil ulasannya bagus, harganya juga murah.) Sampai di hotel, waahh.. ternyata hotelnya bersih dan baguuss. Kamarnya juga luas. Hotel ini terletak di Jl. Samirono Baru, Gejayan. Patokannya di sebelah PLN Gejayan ada belokan. Langsung masuk aja ke dalam dan letaknya kurang lebih 50m, jadi tidak di pinggir jalan.

Hotel ini terbagi menjadi 2 bangunan. Bangunan pertama terletak kira-kira 20m dari bangunan ke-2. Bangunan pertama hanya ada 2 tingkat, sedangkan bangunan ke-2 ada 3 tingkat -kalau ga salah- dan ada minimarket di depannya. Aku booking 2 kamar standar, tapi 1 kamar diupgrade menjadi business suite karena kamar standarnya penuh, tanpa kena tambahan biaya lagi. Tempat parkirnya ada, namun tidak terlalu luas dan kelihatannya aman karena ada satpamnya.

Hotel-Puri-Chorus-Yogyakarta

Tampak depan bangunan 1 Hotel Puri Chorus

Puri-Chorus-Yogyakarta

Lobi sekaligus ruang makan di bangunan 1 hotel Puri Chorus Yogyakarta

 

Business Suite Room.

Business Suite Room

 

Business Suite Room

Business Suite Room

 

Kamar mandi Business Suite Room

Kamar mandi Business Suite Room

 

Tampak depan bangunan 2 Puri Chorus Yogyakarta

Tampak depan bangunan 2 Hotel Puri Chorus

 

Standard Room, terletak di bangunan kedua. Luas dan ada lemari esnya juga. Hanya TV nya masih TV tabung.

Standard Room, terletak di bangunan kedua. Luas dan ada lemari esnya juga.

 

Standard Room

Standard Room

 

Untuk makan paginya emang standar banget. Kami menginap 2 malam 3 hari. Hari pertama menunya nasi ayam goreng. Hari kedua menunya nasi goreng dan telur. Hari ketiga balik lagi nasi ayam goreng. Makanannya disajikan sudah di piring, jadi bukan prasmanan. Sekedar tips, sebaiknya jangan laundry ke hotel ini karena akan di-outsource ke tempat lain a.k.a laundry kiloan. Aku sempat laundry-in beberapa kaos anak-anak dan hasilnya warna langsung pada bule semua, sedangkan kaos yang berwarna putih malah jadi abu-abu…haikkss.

Tapi secara keseluruhan, hotel ini sangat recommended untuk tetap meningap di Yogyakarta. Selain harganya murah, kamarnya juga bagus, luas dan bersih. Sayang tidak ada kolam renangnya.

tarif-hotel-puri-chorus-yogya

 

Penasaran Sama Restoran Pringsewu

Dari Baturraden, perjalanan selanjutnya adalah menuju kota Yogyakarta. Kami makan siang di Restoran Pringsewu. Bagi yang belum pernah makan di sini atau baru pertama kali berkendara menuju Jawa Tengah/Jawa Timur lewat jalur selatan pasti penasaran sama restoran ini, karena banyaknya papan reklame yang dipasang di jalan. Bahkan papan reklamenya sudah ada 50km sebelum restorannya. Macam-macam pula kata-katanya: xxkm Es Kelapa Muda Restoran Pringsewu, xxkm Mushola Restoran Pringsewu, xxkm Ruang Laktasi/Menyusui, xxkm Ada Sulap Setiap Hari, Ulang Tahun dirayakan di Pringsewu, Tempat Parkir Luas, dll. Pokoknya ada aja deh kalimatnya. Restoran ini bahkan masuk MURI karena iklan terpanjangnya or something like that.

iklan-pringsewu

 

Nah, saya dan suami salah satu korban iklannya. Karena penasaran, akhirnya kami mencoba Restoran Pringsewu yang ada di Sumpiuh. Dari sudut pelayanannya memang oke. Begitu kami keluar dari mobil langsung dipayungin. Halah.. padahal parkirnya udah sengaja di bawah pohon biar teduh tetep aja dipayungin. Setelah order makanan, kami ditanyakan apakah ada dari anggota keluarga yang berulang tahun. Kami jawab tidak ada. Sambil menunggu makanan, anak-anak dihibur dengan fasilitas yang ada di sana, seperti magic mirror dan diajak bermain kartu ajaib sama mbak-mbaknya.

14156698478001

Ketika kami sedang makan, tiba-tiba terdengar musik “Selamat Ulang Tahun”, ooh ternyata meja sebelah kami ada yang berulang tahun. Rame banget dah musiknya, pakai angklung, kulintang, rebana. Dan yang berulang tahun dapat es kelapa batok plus kembang api kecil di atasnya.

Selesai makan, kami diberikan questioner dan dapat voucher makan untuk kunjungan berikutnya. Rasa makanannya sendiri sih biasa aja, harganya agak mahal mungkin buat biaya service dan biaya pasang iklan. Aku dan suami sih ga mau makan di Resto ini lagi. Not value for money.

Dalam perjalanan kembali ke Jakarta, tepatnya di Banjar, kami harus menelan kembali kata-kata kami…hehe.. Anak-anak minta makan di Pringsewu lagi karena terpikir banyak mainannya. Ya sudahlah.. kasian juga mereka seharian di mobil. Tapi ternyata pelayananannya jauh berbeda. Di sana -kebetulan lagi bulan puasa- menunya tidak banyak. Cara memesannya juga berbeda, kita pilih-pilih makanan yang sudah disajikan di piring-piring dan bayar di kasir. Untung sebelum pilih makanan aku tanya-tanya dulu harganya. Ayam 1 potong (paha/dada) harganya 25rb, 1 ekor gurami kecil (buat porsi 1 orang) 90rb. Haiikkss… semakin menetapkan hati untuk tidak makan di Pringsewu lagi. Dan aseli rasa makanannya ga enak banget, mungkin karena tidak fresh disajikannya.

Oya, sedikit info, kalau lewat sekitar Sumpiuh ada Gurame Bakar Kecap yang maknyus banget, nama restorannya Waroeng Djoglo. Dalam perjalanan pulang dari Yogyakarta, kami mencoba makan di tempat ini. Restorannya bergaya Joglo, tempat parkirnya juga luas. Kami makan ikan Gurame Bakar Kecap yang jadi andalannya. Harganya murah banget, cuma 52rb untuk ikan gurame seberat 8 ons. Nah kalau ini benar-benar value for money. Suami bahkan ngajak makan di sini lagi kapan-kapan..hihi.. jauh banget yak.

waroeng-djoglo