Jalan-jalan

Cerita tentang jalan-jalan

Jalan-jalan ke Baturraden

Yeaaayy… Finally, our very first long road trip!
Berhubung anak-anak lagi libur sekolah dan si papa bisa libur panjang karena pindahan kerja, akhirnya kami bisa jalan-jalan menuju ke Yogyakarta naik mobil. Rencananya sih pingin 10 harian, tapi berhubung tgl 9 Juli ada pilpres, jadinya liburnya dipangkas jadi 8 hari. Kami berangkat dari Jakarta tgl 1 Juli. Tujuan pertamanya adalah ke Baturraden, Purwokerto. Dari rumah berangkat sekitar jam 9-an dan sampai di Baturraden jam 7 malam.

Liburan sekolah ini bertepatan dengan bulan puasa, jadi jalanan tidak terlalu ramai. Untungnya sepanjang perjalanan, tidak susah mencari makan. Banyak rumah makan yang tetap buka walau ditutup-tutupin pintu atau etalase-nya. Kami juga berkendara dengan santai. Kalau capek berhenti dulu di pom bensin, anak-anak beli snack dan kemudian lanjut jalan lagi.

Aku ga booking hotel di Baturraden, karena rencananya pingin go-show. Tapi ternyata sampai di sana sudah malam (sebelum cari hotel, kami makan malam dulu) dan hujan pula. Akhirnya berbekal foto di internet akan salah satu hotel yang kelihatan luas tempat tidurnya (kayak di Savoy Homan, double king size) kami mampir di hotel tersebut. Namanya Hotel Moroseneng. Bener sih tempat tidurnya double king size, tapi ruangannya biasa (hotel melati). Kamar mandi jelek, flush toiletnya ga jalan. Hadooh… mana udah cape banget, males liat-liat hotel lainnya. Akhirnya minta kamar yang lain.

Di kamar berikutnya langsung periksa kamar mandinya. Aman… semua bisa berfungsi, tapi tempat tidurnya cuma 1 queen size. Gapapa lah, akhirnya kami ambil kamar tersebut. Minta 1 extra bed ternyata eh, extra bednya digelar di lantai. Begitu mau mandi, taraaaa… pintunya ga ada kuncinya dan selalu terbuka terus, kudu diganjel pakai bolpen. Daannn… sewaktu mau tidur baru liat kalau spreinya dan bantalnya warnanya sudah abu-abu! Hiiii…. Anak-anak sih ga peduli langsung pada tidur, tapi aku jijik banget. Buat taruh kepala, aku alasin bantalnya pakai mantel. Sampai-sampai aku ngimpi kutuan. Paraahh… Udah gitu sempet mati lampu pula sekitar 20 menitan. Alhasil di kamar gelap banget.

Besok paginya kami sarapan dan melihat-lihat area sekitar hotel ini. Ternyata hotel ini lumayan luas dan banyak kamarnya. Tamu-tamunya juga banyak, telihat dari banyaknya mobil yang diparkir. Mungkin kami kebetulan dapat kamar sisa-sisa yang jelek.. hihi.. Anyway, tetep aja never again nginep di sini.

Selanjutnya kami berwisata ke air terjun Baturraden. Terakhir ke tempat ini aku masih SD, jadi sudah banyak banget perubahannya. Sekarang tempatnya bagus dan dikelola dengan baik. Untuk masuk ke area wisata dikenakan tiket Rp. 8.000,-/orang. Pemandangannya bagus banget dan di dalamnya tersedia beberapa wahana yang bisa dinikmati oleh anak-anak.

pemandangan-baturraden

pemandangan-baturraden1

wisata-baturraden

4234546564

Selain itu terdapat juga obyek wisata berupa sumber air panas yang namanya Pancuran 3 (Pancuran Telu) di area Lokawisata Baturraden ini. Jaraknya kurang lebih 300m dari tempat kami berfoto di batu2an dan jalannya menanjak. Untuk masuk ke sana dikenakan HTM Rp. 7.500,-/orang. Dinamakan Pancuran 3 karena di sini ada terdapat 3 pancuran air panas yang mengandung belerang dan dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit.

jalan menanjak menuju Pincuran 3. Di sebelah kanan jalan terlihat tempat mainan anak yang terbengkalai... spooky.. hiii

Jalan menanjak menuju Pincuran 3. Di sebelah kanan jalan terlihat tempat mainan anak yang terbengkalai… spooky.. hiii

 

Sumber air panas Pancuran 3, Baturraden

Sumber air panas Pancuran 3, Baturraden

 

Pancuran-3-baturraden1

Gambar di sebelah kanan atas adalah Petilasan Mbah Tapa Angin. Tadinya aku pikir petilasan itu semacam tempat pemandian, wah keren juga ternyata nenek moyang kita udah kenal sauna pikirku (karena dekat sumber air panas)… hihi… Ternyata petilasan itu merupakan suatu tempat dimana seseorang pernah tinggal atau bertapa di situ, dalam hal ini petilasan ini dinamakan Petilasan Mbah Tapa Angin karena konon kawasan ini ditemukan oleh Mbah Tapa Angin. Yak maaf, bahasa Jawanya pas-pasan.. hehe.. Pantesan aja, pas anak-anak disuruh masuk ke dalam pada ga berani semua… sereemm kata mereka.

Di Pancuran Telu ini ada beberapa kolam. Ada kolam yang suhunya sangat panas, sedang dan ada yang hangat karena airnya sudah bercampur air yang berasal dari air terjun kecil. Panas tidaknya kolam bisa dilihat dari pekat tidaknya warna kolamnya. Semakin berwarna ke oranye-an semakin panas airnya.

Dari Pancuran 3, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan menuju Pancuran 7 (Pancuran Pitu) yang jaraknya 2.5 km dari Pancuran 3, melewati hutan pinus dan jalan menanjak… hihihi… Aku mah terimakasih aja kalau disuruh lanjut, mana bawa anak-anak. Titip salam aja deh. Tapi bagi yang berminat, jangan takut nanti pulangnya bisa naik ojek :)

Agro Wisata Gunung Mas – Puncak

Bingung mau jalan-jalan kemana di Puncak, akhirnya suami ngajak ngelihat kebun teh. Kebetulan anak-anak juga belum pernah lihat kebun teh. Pernah juga lihat di televisi mengenai wisata Gunung Mas ini dan kelihatannya menarik. Agro Wisata Gunung Mas Puncak ini adalah milik PTP Nusantara VIII. Dengan ketinggian 800-1200 m di atas permukaan laut membuat tempat ini sejuk sekali dan layak untuk ditanami teh.

Harga tiketnya aku lupa catat, soalnya buru-buru sambil nyari uang di tas. Kami masuk berlima (4 dewasa, 1 anak + mobil) dikenakan biaya Rp. 48.500,-. Bila dilihat dari papan petunjuk di gerbang masuk, banyak fasilitas yang bisa dinikmati di sini antara lain kolam renang, lapangan bola, lapangan voley, tea walk, menunggang kuda, tempat camping dan disewakan juga bungalow-bungalow bagi yang ingin menginap di area agro wisata ini.

Memasuki area perkebunan, mata terasa adem dengan melihat hamparan pohon teh yang hijau. Udaranya pun sejuk.

pemandangan-kebun-teh-agro-wisata-gunung-mas-puncak

Setelah masuk lebih dalam, agak bingung juga nih mau ke mana. Akhirnya suami parkir mobil di tanah lapang dan ngajak anak main layang-layang.

Main layangan

Main layangan

 

Pemandangan alam dari tempat kami main layangan

Pemandangan alam dari tempat kami main layangan

 

Ga jauh dari tempat main layang-layang ada bungalow-bungalow yang disewakan untuk umum. Ada kolam renangnya juga. Tetapi ketika aku dekati kolamnya ternyata airnya hijau…waakks.. Kata Marsha, “Oh itu airnya dicelup pakai teh hijau, ma.”.. wkwkwk.. Padahal aku ke sana 1 hari setelah libur paskah. Kalau memang kolam tersebut dipakai untuk umum ga mungkin airnya sampai hijau begitu, berarti kolam tersebut memang sudah lama belum dibersihkan. >.<

kolam-renang-gunung-mas-puncak

Di sekitar kolam renang adalah bungalow-bungalow yang bisa disewa

 

Ada juga seluncuran buat anak-anak dan fasilitas buat kegiatan outbond kayanya. Aku juga ga ngerti ini buat apa..hihi.. (lihat di gambar).

fasilitas-wisata-gunung-mas

Selain bungalow yang ada di sekitar kolam renang, masih ada banyak  bungalow-bungalow lain yang letaknya tersebar di area wisata Gunung Mas ini. Suami ngajak kapan-kapan nginep di sini, tapi aku ogah..haha.. Pertama ngelihat kolam renangnya kaya gitu, trus kalau diperhatikan bungalow-bungalownya -terutama bungalow yang besar- letaknya tidak berdekatan satu sama lain. Dan bila malam hari sepertinya jalanannya bakalan gelap banget karena penerangan jalannya kurang.

Tapi buat yang penasaran, silahkan lihat di website resminya www.pn8.co.id untuk jenis bungalow, dalamnya seperti apa dan tarifnya. Tempat ini cocok buat keluarga besar. Disamping harganya murah, mau masuk berapa orangpun sepertinya ga ada yang ngelarang..hihihi..

Bagi yang mencari tempat wisata yang masih asri dan murah meriah dimana anak bisa berlari-lari bebas dan melihat kebun teh, tempat ini layak dikunjungi. Anak-anak juga bisa menunggang kuda mengelilingi kebun teh dan mengunjungi pabrik tehnya.

Seru Nih di Seruni

Sudah lama penasaran sama yang namanya Hotel Seruni, karena denger dari teman-teman dan membaca blog orang katanya tempat ini bagus banget. Sebenarnya males banget nginep di daerah Puncak, secara jalanannya macet dan tempat hiburannya juga itu-itu aja. Tapi karena penasaran sama hotel ini terutama sama beach poolnya, jadi liburan kali ini tujuannya adalah ke Hotel Seruni.

Hotel Seruni terletak di Cisarua, dekat dengan Taman Safari. Ambil jalur yang menuju Taman Safari, nanti di sebelah kiri jalan ada belokan yang menuju ke Hotel Seruni. Hotel ini terdiri dari 3 hotel, yaitu Seruni Pangrango (Seruni 1), Seruni Gunung Gede (Seruni 2) dan Seruni Gunung Salak (Seruni 3). Semuanya berada di dalam 1 area yang luas dengan pemandangan alamnya yang bagus banget. Masing-masing hotel juga punya kolam renang sendiri-sendiri, tapi bila menginap di sini kita bebas menggunakan kolam renang yang mana aja.

Seruni Pangrango

Seruni Pangrango atau disebut juga Seruni 1 terletak paling depan dekat pintu masuk hotel. Seruni Pangrango hanya terdiri dari 2 tingkat dan harganya paling murah dibanding Seruni lainnya. Nah berhubung harganya paling murah, makanya kami ambil kamar yang di sini..hihihi..

Tampak depan kamar Deluxe Seruni Pangrango

Tampak depan kamar Deluxe Seruni Pangrango

 

Kolam renang Seruni Pangrango. Yang sebelah kanan adalah kolam untuk anak.

Kolam renang Seruni Pangrango. Yang sebelah kanan adalah kolam untuk anak.

 

Playground Seruni Pangrango

Playground Seruni Pangrango

 

Ada lapangan tenisnya juga

Ada lapangan tenisnya juga

 

Seruni Gunung Gede

Seruni Gunung Gede mempunyai tipe kamar yang lebih banyak lagi dan mempunyai kamar untuk keluarga yang saling terhubung. Di Seruni 2 ini dilengkapi juga dengan 2 restoran, ruang meeting, ruang fitness, ruang spa dan massage.

Hotel Seruni Gunung Gede

Hotel Seruni Gunung Gede

 

Kolam renang di Seruni Gunung Gede. Kabarnya di kolam ini ada air hangatnya, tapi pas kami ke sana airnya dingin semua :) Mungkin karena weekday.

Kolam renang di Seruni Gunung Gede. Kabarnya di kolam ini ada air hangatnya, tapi pas kami ke sana airnya dingin semua, mungkin karena weekday :)
Oya, ada jacuzzi-nya juga loh..

 

Sarapan di restoran Seruni Gunung Gede diiringi permainan kulintang

Sarapan di restoran Seruni Gunung Gede diiringi permainan kulintang

 

Seruni Gunung Salak

Seruni Gunung Salak merupakan hotel yang paling baru atau terakhir dibangun. Dilengkapi dengan beach pool yang menjadi favorit pengunjung di sini.

Pemandangan Seruni Gunung Salak

Pemandangan Seruni Gunung Salak

 

Kolam ini terbagi 3, yaitu kolam dewasa, kolam anak-anak dan kolam pasir. Sebenarnya masih ada 1 kolam lagi yang dilengkapi olahraga air dan seluncuran yang letaknya agak jauh ke bawah, tapi sayang ga difoto :)

Kolam ini terbagi 3, yaitu kolam dewasa, kolam anak-anak dan kolam pasir.
Sebenarnya masih ada 1 kolam lagi yang dilengkapi olahraga air dan seluncuran yang letaknya agak jauh ke bawah, tapi sayang ga difoto :)

 

Kids are having so much fun

Main pasir di gunung :)

 

Secara keseluruhan pemandangan alam di Seruni ini memang menakjubkan dan sepertinya hotel ini selalu ramai pengunjung meskipun bukan pada hari libur. Sebelum ke sini, aku sempat cari-cari voucher hotelnya di web diskon hotel. Hasilnya nihil. Ada sih travel agent lokal yang memberikan harga lebih murah, tapi murahnya cuma 25 ribu… hihi.. Mendingan engga deh, daripada malah ketipu. Di resepsionis aku nyoba minta special rate untuk nginep 2 malam, ga dikasih. Nanya harga kalau ga pakai breakfast, sama aja. Minta mau lihat kamarnya dulu, malah disuruh liat fotonya aja di tv yang ada di lobby resepsionis.. hahaha… Susah emang kalau hotel ga pernah sepi kaya gini :)

Tarif hotel Seruni

Tarif hotel Seruni

 

Review Deluxe Room Seruni Pangrango

Aku ambil kamar di Seruni Pangrango plus extra bed karena mertua kebetulan ngikut. Kamarnya sendiri cukup lebar dan tempat tidurnya bersih dan nyaman. Ada balkonnya juga. Tapi untuk kamar seharga 400 ribu weekday/500 ribu weekend, aku rasa fasilitasnya sangat kurang. Tidak ada AC-nya (semua kamar di Seruni 1,2,3 tidak ada yang menggunakan AC. Bayangkan sudah berapa banyak penghematan biaya listrik yang diperoleh), tidak ada kulkas kecil/mini bar, TV nya masih tv tabung dengan siaran tv-nya bruntusan alias gambar ga jernih (padahal saluran tv kabel), kamar mandi tidak dilengkapi dengan exhaust fan sehingga kamar mandi tidak pernah kering.

Deluxe Room Seruni Pangrango

Deluxe Room Seruni Pangrango

 

Makin sebel lagi liat Tabel Ganti Rugi atas Rusak atau Hilangnya Barang-barang Hotel yang ditempel dekat lampu tidur. Jadi keliatan banget kalau pemilik Seruni ini bener-bener pelit…hahaha.. Masa penggantian tv yang rusak besarnya 7,5 juta padahal tv-nya masih tv tabung 21″. Belum lagi charge 200 ribu kalau ketahuan menurunkan tempat tidur dan charge 1 juta bila membawa peralatan masak dan barang elektrik. Hadeeh…

Tarif penggantian barang rusak atau hilang

Tarif penggantian barang rusak atau hilang

 

Itu tadi review kamar di Seruni 1 ya.. Entah bagaimana fasilitas yang ada di kamar Seruni 2 dan 3. Tapi kalau aku liat di website hotelnya sepertinya fasilitasnya sama. Hanya luas kamar, view dan hiasan kamarnya saja yang berbeda.

Oya, kalau aku perhatikan nampaknya ada juga pengunjung yang datang berenang di beach pool meskipun bukan tamu hotel. Maklum deh, area hotel ini luas banget, jadi ga mungkin ngawasin tamunya satu-satu. Dan akses ke kolam renangnya memang benar-benar terbuka. Selain itu juga nampak penduduk sekitar yang turut berenang di sini. Well, soal yang satu ini sih aku sama sekali ga keberatan karena aku juga tahu beberapa hotel memang memperbolehkan hal seperti ini demi menjaga keharmonisan dengan penduduk sekitar. Mending mereka yang numpang berenang di sini daripada orang yang lebih mampu yang  numpang berenang gratis di sini :D .

Jadi kesimpulannya.. meskipun menurutku fasilitas kamar hotelnya kurang, menginap di Seruni bisa dijadikan alternatif liburan keluarga yang mengasyikan terutama buat anak-anak. Bagi yang tidak suka berdiam diri di kamar pasti ga terlalu ambil pusing dengan fasilitas kamarnya. Bagi emak-emak yang suka bawa kompor buat masak atau ngangetin makanan anak-anak (seperti aku), hati-hati aja jangan sampai ketahuan… hahaha..

pizap.com13983513514192