Jalan-jalan

Cerita tentang jalan-jalan

Kampung Gajah – Lembang

Dari Floating Market, tujuan selanjutnya adalah Kampung Gajah. Baca-baca di internet, harga untuk tiket terusannya adalah Rp. 250.000,- untuk weekend dan Rp. 200.000,- untuk weekday. Tapi setelah kami sampai di sana, ternyata sedang ada promo selama bulan Maret sehingga harga tiket terusannya hanya Rp. 75.000,-, walaupun ada beberapa wahana yang tidak termasuk di dalam tiket terusan. Yipiieee.. lumayan banget. Soalnya anak-anakku juga ga bakal naik semua wahana yang ada. Pada penakut…hehe..

 kampung-gajah-lembang

Oya, sebelumnya pada saat memasuki area parkir Kampung Gajah, ada pungutan lagi untuk tiket masuk. Aku lupa perorangnya kena berapa plus mobil. Jadi tiket terusan itu belum termasuk tiket masuk. Hadooohh… wisata Lembang ini semua-semua mahal lho. Hampir semua wisata di Lembang belum apa-apa udah dipungut tiket masuk duluan.

Kembali ke tiket terusan. Tiket seharga Rp. 75.000,- itu mencakup Futuristic Train, Bodycycle, Mini ATV, Children Playground, Tubby Slide, Horse Riding, Mini Buggy, Sky Rider, Bumper Boat, Formula Kart, Side Car, Buggy Futuristic, Buggy Family, Delman Royal. Lumayan banget lah, kalau harga segitu bisa naik berbagai macam wahana. Tapi ternyata… ga semua wahana dibuka. Alasannya hujan. Padahal waktu kami di sana hujan sudah berhenti, hanya cuacanya saja masih mendung.

Dapat harga promo :) Kalau ga promo harga tiket terusan dan satuannya lebih mahal.

Dapat harga promo :)
Kalau ga promo harga tiket terusan dan satuannya lebih mahal.

 

Yang pertama kami naiki adalah Buggy Family. Kereta ini memiliki tempat duduk untuk 4 orang dengan mesinnya yang berada di belakang. Suaranya? Ngalah-ngalahin bajaj! Asli ribut banget, kenceng pula. Yang duduk di belakang otomatis selama perjalanan harus tutup telinga.

Jalannya nanjak.

Jalannya nanjak.

 

Dari Buggy Family, kami mau mencoba Sky Rider. Tapi ternyata tutup. Bah!

Selanjutnya beralih ke Mini Buggy. Mini Buggy ini hanya bisa dinaiki anak-anak usia 7 tahun ke atas. Alhasil hanya si kakak yang naik.

pizap.com13965737745642

 

Ini adalah Children Palyground. Lumayan aku bisa duduk-duduk sambil nungguin anak-anak main.

children-playground-kampung-gajah

 

Suamiku misah sendiri karena penasaran mau naik Segway dan ATV untuk yang dewasa (bayar lagi, karena tidak termasuk tiket terusan). Tapi gak lama kok udah balik lagi, ternyata Segway-nya dipakai semua dan ATV yang dewasa ga jalan alias tutup…hihi..

Ini adalah Bumper Boat. Kami ga naik ini karena dikira tidak termasuk dalam tiket terusan. #tepokjidat

bumper-boat-kampung-gajah

 

Water bike, tidak termasuk di dalam tiket terusan. Jadinya ga bisa naik. Waktu aku lihat web-nya Kampung Gajah, kelihatannya jalur water bike nya panjang, ternyata cuma kolam kecil dan water bikenya cuma tiga.

water-bike-kampung-gajah

Rata-rata jumlah peralatan untuk menikmati setiap wahana seperti, water bike, buggy, segway, futuristic train, delman, kuda dsb tidak terlalu banyak. Jadi ga tau deh kalau pas lagi ramai pengungjung, antri apa engga.

Nah ini adalah Futuristic Train which is not so futuristic. Apanya yang futuristik sih? Udah keretanya biasa aja, jalannya asli lambat banget, bunyinya gledeg..gledeg.. dan cuma keliling jalur yang pendek 1 putaran. Barangkali memang sengaja dibuat lambat jalannya biar ga cepet turun… hahaha..

futuristic-train-kampung-gajah

 

Ini adalah permainan trampolin yang tidak dirawat, alias sudah rusak.

bungee-trampolin-kampung-gajah

 

Area Human Slide dan Buggy Slide di sebelah kiri yang berwarna hijau. Jalannya kotor tertutup dedaunan.

human-slide-kampung-gajah

 

Si kakak aku paksa naik Mini ATV, awalnya takut-takut jadi ketagihan. Soalnya rugi banget nih ga banyak permainan yang bisa dinikmati. Ini juga khusus untuk anak 7 tahun ke atas, jadi adeknya ga bisa naik. Mini ATV ini bisa dinikmati selama 5 putaran.

mini-atv-kampung-gajah

Selanjutnya kami mau naik Formula Kart, eeh.. tutup juga. Apalagi dong ya…
Akhirnya pilih naik Delman Royal. Suamiku ga mau ikut karena kasihan sama kudanya. Kebetulan jalur yang dilalui sama dengan jalur Buggy Family. Jalannya menanjak. Naik buggy aja berat, apalagi ini si kuda disuruh narik penumpang. Yah tapi kalau kita ga naik, orang lain juga naik. Iya kan? Daripada udah bayar tiket terusan tapi ternyata ga semua beroperasi juga ya sudahlah cuma aku sama anak2 yang naik. Eh, pas mau berangkat si kusir nambah 2 penumpang lagi. Sama juda boong dong, nambah beban lagi. :p

royal-delman-kampung-gajah

Delmannya melewari Rumah Hantu.

rumah-hantu-kampung-gajah

Wahana 4D Rider, tidak termasuk dalam tiket terusan.

4D-kampung-gajah

 

Secara keseluruhan, kunjungan ke Kampung Gajah ini kurang menyenangkan. Disamping banyaknya wahana yang tutup, terlihat juga permainan yang ada terutama yang dapat dinaikin anak-anak kurang seru. Lamanya permainan juga kurang lama, tidak sebanding dengan harganya. Apalagi yang namanya Futuristic Train itu, bikin geleng-geleng kepala. Mending ganti nama aja, ga usah pakai kata ‘Futuristic’ :p
Beberapa permainan juga terlihat kurang terawat. Oya, untuk setiap permainan juga hanya dapat dimainkan satu kali yaa.. jadi walaupun pakai tiket terusan, ga bisa terus-terusan main permainan yang sama.

Bagi para remaja dan orang tua, sebaiknya jangan beli tiket terusan karena disamping permainan yang ada dalam tiket terusan kurang seru, kebanyakan juga hanya untuk anak-anak di atas 7 tahun seperti Mini Buggy dan Mini ATV. Jadi yang punya anak di bawah 7 tahun, beli tiket satuan aja juga.

Sayang, ga sempat melongok ke dalam Waterboomnya, takut anak-anak pada minta berenang..hihi..

 

Floating Market – Lembang

Floating Market adalah salah satu tempat wisata terbaru di daerah Lembang, tepatnya di danau Situ Umar. Di sini kita bisa menikmati berbagai aneka makanan khas Jawa Barat yang dijual di dalam perahu-perahu. Tetapi jangan kuatir, para pembeli tidak usah bersusah-susah menyeberang dari satu perahu ke perahu lainnya untuk membeli makanan karena perahu-perahunya berjajar rapi di sekitar area makan.

Memasuki area parkir, setiap pengunjung dikenakan HTM Rp. 10.000,- plus Rp. 5.000,- untuk mobil. Tiket yang diberikan berupa voucher yang dapat ditukarkan dengan minuman. Wah, lumayan juga nih, beli tiket masuk tapi bisa ditukar dengan voucher minum. Tapi ternyata… vouchernya hanya bisa ditukarkan dengan minuman yang terdapat di pintu masuk Floating Market, tidak bisa ditukarkan dengan minuman yang terdapat di area makan Floating Market. Minuman yang tersedia adalah minuman dari mesin Nescafe berupa teh hangat, Milo, Nescaffe Latte, Choco Latte dan Ice Lemon Tea. Yaah… ini mah diam-diam kita dipaksa beli minuman sponsor..hihi..

Dari pintu masuk kita bisa langsung menyaksikan pemandangan danau yang indah, bersih dan banyak pepohonan. Area makannya berada persis  di seberang danau.

floating-market-lembang1

Untuk mencapai area makan, bisa dilakukan dengan berjalan kaki sambil menikmati pemandangan dan wahana-wahana yang ada, bisa juga dilakukan dengan menyeberangi danau dengan naik perahu. Tarifnya Rp. 1.000,-/orang.

floating-market-lembang-2

Ini adalah kios-kios yang menjual oleh-oleh khas Lembang, baju-baju anak dan dewasa. Di setiap kios pasti menjual jas hujan plastik seharga Rp. 5.000,-. Kebetulan banget aku ga payung, mana lagi gerimis :)

floating-market-lembang-3

pizap.com13959711854963

Ada berbagai macam wahana di sini yang bisa dinikmati oleh anak-anak maupun orang dewasa, antara lain :

  • Memberi makan angsa. Harga pakannya Rp. 5.000,-
  • Taman Kelinci. Kelincinya gemuk-gemuk, lucu. Harga tiket masuknya Rp. 20.000,-
  • Mancing belut. Harga tiketnya Rp. 20.000,-/2 jam.

taman-kelinci-floating-market-lembang

  • Mewarnai Keramik.

mewarnai-keramik-floating-market-lembang

  • Kampung Leuit. Leuit adalah adalah tempat penyimpanan padi yang biasa terdapat di daerah pasundan, merupakan bangunan khas sunda yang terdiri dari tiang-tiang kayu, dindingnya dari bilik bambu sementara atapnya menggunakan ijuk. Orang-orang Sunda jaman dulu memanfaatkan Leuit sebagai tempat menyimpan gabah. Di Kampung Leuit ini, kita dapat menikmati suasana pedesaan dengan desain khas Jawa Barat tempo dulu, di lengkapi dengan tumbuhnya tanaman pagi yang menghijau.

kampung-leuit-floating-market-lembang

  • Panen sayur organik. Di sini kita bisa membeli berbagai macam sayuran organik.
  • Petik strawberry.
  • Berbagai permainan untuk anak-anak.

wahana-anak-floating-market-lembang

  • Berbagai permainan di air.

wahana-floating-market-lembang

Nah, berhubung kami datang ke sini hari Senin, semua wahana yang ada tutup sodara-sodara… hihihi.. Tapi memang cuacanya kebetulan mendung dan hujan gerimis, jadi anak-anak ga terlalu kecewa karena ga bisa main.

Oya, untuk bertransaksi di area makan Floating Market ini, pengunjung diwajibkan membeli koin terlebih dahulu. Koin tersedia dalam pecahan 5.000-an dan 10.000-an. Jadi, semua makanan dan minuman yang ada di sini merupakan kelipatan 5.000. Dan tidak ada refund, jadi sebaiknya tentukan dulu mana makanan dan minuman yang akan dipesan baru beli koinnya. Harga makanan dan minumannya juga tidak terlalu murah. Ini cemilan yang kami pesan. Pisang Keju Gula Aren 15.000, Tahu Goreng Pedas 10.000, Potato Twister 10.000 dan Teh Botol botol palstik 10.000. Rasanya sih tidak mengecewakan. Tahunya enak, lembut walaupun isinya yang pedas cuma secuil. Potato Twisternya akhirnya dibungkus karena kami sudah kekenyangan, dan dimakan keesokan harinya masih enak.
makanan-floating-market-lembang

Bakpaonya lucu ^^

Bakpaonya lucu ^^

 

tahu-susu-floating-market-lembang

floating-market-lembang-4

Selain makanan yang tersedia di area Floating Market, ada juga makanan yang dijual area restoran yang berupa bangunan permanen. Kalau kita capek tapi belum mau pulang, masih pingin leyeh-leyeh sambil menikmati udara sejuk di Lembang, kita bisa menyewa saung-saung yang letaknya tersebar di seluruh area Floating Market. Ada yang kecil, ada juga yang besar untuk rombongan.

Senang banget jalan-jalan di sini. Udaranya segar, pemandangannya juga asri, hijau, bikin mata seger. Oya, buat yang mau bikin foto pre-wed juga bisa loh di sini. Pas, kami ke sini kebetulan ada yang lagi bikin juga :D

pizap.com13963179263954

Harris Festival Citylink Bandung

Harris lagi.. Harris lagi…hihi… Yup, suka banget nginep di Harris. Disamping warna hotelnya yang cerah -Putih, Oranye, Hijau-, desain kamarnya yang minimalis, spreinya putih, trus ada bangku panjangnya -lumayan jadi tempat tidur tambahan-, dan sukaa banget sama sandal oranye-nya *kudu dibawa pulang*..hehe..

Tapi sebenarnya sebab utama milih nginep di sini adalah karena kami mau nonton Mr. Peabody & Sherman yang kebetulan lagi diputar di bioskop XXI Mall Festival Citylink (di Jakarta ga sempat nonton karena nungguin si kakak selesai ulangan harian), jadinya kami pilih hotel yang dekat sekalian dengan bioskop.

Mall Festival Citylink ini terletak di daerah Pasir Koja dan tersambung dengan 2 hotel, yaitu Harris Hotel dan Pop Hotel. Kami pilih menginap di Harris karena mengincar kamar yang lebih luas seperti kamar Harris yang di kota Malang. Tapi ternyata kamar yang kami pesan di Harris Festival Citylink ini tidak terlalu besar, kamar mandinya pun sempit. Pemandangan dari kamar hotelnya juga ga bagus.

 

Harris Room.  Dari kaca elips di tembok itu kita bisa lihat ke dalam showernya. Agak kurang nyaman jadinya kalau sekamar dengan orang yang bukan keluarga.

Harris Room.
Dari kaca elips di tembok itu kita bisa lihat ke dalam showernya. Agak kurang nyaman jadinya kalau sekamar dengan orang yang bukan keluarga.

 

Bad window view :(

Bad window view :(

 

Meskipun demikian, ada enaknya juga menginap di Harris terutama yang bawa anak-anak karena hotel ini punya akses langsung menuju mall. Kebetulan anakku pada picky eater, jadi selamet deh kalau ketemu mall. Tinggal beliin KFC, HokBen atau Solaria, yang penting mereka makan kenyang biar ga masuk angin dibawa jalan-jalan.. hehe.. Trus ada bioskopnya juga.. jadi yang mau nonton sampai malam atau midnight pulangnya tinggal jalan kaki masuk hotel.

Untuk kolam renangnya tidak terlalu besar, kurang lebih ukuran 4 x 20 m2. Terbagi dua, kolam anak (dalamnya 0,6m) dan kolam dewasa (dalamnya 1,2m). Kolam renangnya dibatasi kaca dengan lobby jadi agak kurang nyaman.

Harris Pool.

Harris Pool.

 

Pemandangan dari Lobby.. bisa sambil cuci mata :D

Pemandangan dari Lobby.. bisa sambil cuci mata :D

 

Secara keseluruhan, pengalaman menginap di Harris Bandung ini cukup menyenangkan. Meskipun kamar yang kami dapat tidak seperti yang dibayangkan (kurang luas), tetapi kebersihan dan kenyamanannya tetap terjaga. Kami juga minta non-smoking floor, dan itulah yang didapat :)

Kesimpulan : Menginap di Harris ini mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Kelebihannya :

  • Kamarnya nyaman dan bersih, staffnya juga ramah
  • Ada akses hotel dengan Mall Festival Citylink, bisa jalan-jalan sampai mall-nya tutup. Mau cari makanan atau cemilan bisa ke Food Court atau ke Lotte Mart. Ada bioskopnya juga.
  • Parkir kena flat charge Rp. 10.000,- selanjutnya keluar masuk ga perlu bayar lagi dari check in sampa check out.
  • Ada Dino Kid’s Club. Yang bawa anak pasti anaknya senang dengan kegiatan di sini, tentunya ada biaya tambahan lagi yang harus dibayar.
  • Dekat dengan gerbang tol Pasir Koja

Kekurangannya :

  • Kamarnya tidak terlalu besar, kamar mandinya kecil. Pemandangan kota Bandungnya kurang bagus.
  • Kolam renangnya kecil, bersebelahan dengan Lobby jadi agak kurang nyaman.
  • Yang senang cari-cari makan di luar atau lihat-lihat FO di sekitaran hotel siap-siap kecewa.
  • Bila tujuannya berwisata ke Bandung Utara seperti Dago atau Lembang, sebaiknya jangan menginap di sini karena lokasinya cukup jauh belum lagi macetnya.