Jalan-jalan

Cerita tentang jalan-jalan

Penitipan Mobil di Bandara Soekarno-Hatta

Mau share sedikit pengalaman menitipkan mobil di Bandara Soekarno-Hatta.

Berhubung kami pergi dengan bawaan yang lumayan banyak, agak repot juga bila harus naik taksi atau bus Damri, apalagi bawa anak-anak. Pulang kembali ke Jakarta juga dapat pesawat yang malam. Jadilah aku dan suami cari-cari info di internet tentang penitipan mobil di Bandara Soekarno-Hatta. Sejauh yang kami baca dari hasil googling, sepertinya lumayan aman.

Sekarang mobil bisa diparkir di mana saja di area parkir bandara. Ga perlu khusus di tempat penitipan mobilnya. Kalau masih kurang percaya keamanannya, ya silahkan parkir di tempat khususnya.. tapi tempatnya agak jauh, walaupun ada shuttle car yang akan mengantar/jemput kita dari dan ke terminal keberangkatan/kedatangan.

Suamiku parkir pas di depan Terminal 1C, jadi bukan di tempat khusus penitipan mobil. Lebih dekat dengan pintu check-in, tinggal nyebrang aja. Ditinggal selama 4 malam 5 hari. Puji Tuhan, mobilnya aman-aman aja :D

Tarif parkirnya adalah 20 ribu/6 jam pertama, per jam berikutnya 2 ribu.  Lamanya kami menitipkan mobil adalah 106 jam, jadi yang harus dibayarkan adalah 220 ribu. Lebih murah bila dibandingkan naik taksi atau naik bus Damri (yang harus nyambung taksi lagi ke rumah).

penitipan-mobil-bandara-soekarno-hatta

Tips parkir :

  1. Jangan meninggalkan barang berharga di dalam mobil.
  2. Bawa kunci pengaman mobil tambahan.
  3. Bawa selimut mobil, untuk mencegah orang liat-liat ke dalam mobil

 

Update info :

Per 1 Maret 2015, area penitipan mobil sudah dipisahkan dari area parkir reguler. Ada 2 area penitipan mobil, yaitu di antara Terminal 1 dan 2 (ex pool taxi) dan di Terminal 3. Tarifnyapun sudah naik yaitu Rp. 4.000 untuk 1 jam pertama dan Rp. 3.000 untuk setiap jam selanjutnya. Jangan lupa serahkan struk parkir umum ke petugas jaga untuk diganti selembar kertas tanda terima berikut jam masuknya.

Toko Oen – Malang

Kalau ke Malang, jangan lupa mampir ke Toko Oen. Itu kata orang-orang :)
Apa sih Toko Oen itu? Toko Oen adalah toko yang berdiri sejak jaman Belanda, yaitu tahun 1930. Berlokasi di Jl. Jend. Basuki Rahmat, toko ini tetap mempertahankan bentuk bangunan dan interiornya sampai sekarang. Hidangan yang disajikan adalah hidangan ala Belanda, Cina dan Indonesia. Kebetulan suami pernah tinggal di Malang waktu kecil dan sering makan di Toko Oen ini, makanya dia pingin banget makan di sini.

masih terdapat interior jaman dulu, termasuk mesin pemotong rotinya

masih terdapat interior jaman dulu, termasuk mesin pemotong rotinya

Begitu sampai Toko Oen, langsung dong pasang status di bb : @Toko Oen, Malang. Ga berapa lama langsung banyak teman-teman yang bbm : Aneett.. cobain steik lidahnya deh; Mba, aku nitip rotinya dong…; ih, es krimnya enak lho..; dll.
Ternyata beken juga nih Toko Oen. Okelah, mari kita pesan makanan.

Pertama-tama suami nyari makanan yang sering dia makan waktu kecil. Berhubung ga tau nama makanannya, dia jelasin ciri-ciri makanannya ke pelayannya. Pelayannya agak kebingungan, setelah beberapa lama akhirnya dia nyerah ga tau nama menunya dan keluarlah kata-kata sakti ini : “Maaf Pak, sekarang di sini memang menunya sudah banyak berubah.” wkwkwk…
Akhirnya suamiku pesan Steik Lidah dan anak-anak pesan es krim.

Selagi menunggu pesanan datang, Marsha melihat-lihat cake yang dipajang di dalam etalase dan tertarik dengan penampilan dari Chocolate Ganache Cake.  Aku orderin 1 slice untuk dimakan berdua dengan Edward. Ternyata anak-anak pada kecewa berat, karena rasanya tidak sesusai dengan penampilannya. Cakenya kasar, coklatnya juga ga enak.

Sekarang beralih ke es krimnya. Nngg.. kalau dimakan nih.. misalnya rasa coklat, berasa sih coklatnya.. tapi setelah di lidah kok es krimnya ga berasa meninggalkan jejak. Seperti makan es batu yang terbuat dari coklat aja.

Aku nanya ke suami, enak ga steik lidahnya? Engga dia bilang, rasanya agak ketolong karena dikasih saos sambel. Aku cobain juga saos steiknya, hambar. Hahaha… waduh, kenapa selera kami berbeda sama orang-orang lainnya. Kebetulan ibuku sehari sebelumnya juga makan di Toko Oen ini bareng dengan tanteku. Beliau makan Huzarensalade, dan ga enak juga. Ga kaya dulu, katanya.

menu-toko-oen

Belakangan baru dapat bbm dari oomku yang tinggal di Surabaya. Beliau bilang yang punya Toko Oen sekarang sudah beda, jadi rasanya sudah ga enak lagi, tidak seperti dulu… Weleh, telat oom bbm-nya…wkwkwk..
Jadi sebenarnya si mas pelayan itu udah ngomong jujur ke kami yaa..

Ternyata makan di Toko Oen tidak seenak yang dibayangkan. Suami juga kecewa berat. Harga menunya juga mahal-mahal sama seperti harga Jakarta. (Soalnya dari hari pertama menginjakkan kaki di Malang, makanannya murah-murah terus… hihi..)

Bagi yang belum pernah ke Toko Oen, silahkan mencoba sendiri ya. Mungkin saja seleramu berbeda dengan seleraku :)

 

(Update April 2014 : Dapat info dari teman ibuku yang tinggal di Negeri Belanda tapi masih punya saudara di Malang, bahwa Toko Oen yang asli pindah di Hotel Tugu – Alun-alun Bunder).

Batu Night Spectacular

Keluar dari Jatim Park 2 sudah hampir jam 6 sore. Tadinya mau langsung balik ke hotel, tapi kata suamiku mumpung sudah dekat sama Batu Night Spectacular lebih baik mampir aja. Ya sudahlah, akhirnya kami mampir di BNS berbekal baterai kamera yang tinggal beberapa kali jepret bakalan habis..hihi..

Batu Night Spectacular

Batu Night Spectacular

 

Tiket masuknya Rp. 15.000/org, tapi belum termasuk dengan wahana-wahana di dalamnya. Jadi kalau mau naik wahana yang ada di dalam BNS harus bayar lagi.
Wahana-batu-night-spectacular

pizap.com13819970732035

Si papa naik gokart. Bayar 35rb/2 lap.

Si papa naik gokart. Bayar 35rb/2 lap.

 

BNS ini terkenal juga dengan Lampion Gardennya. Kalau yang pernah liat Celebration of Lights-nya Disney di Taman Mini lebaran tahun lalu pasti udah punya bayangan seperti apa lampion garden ini. Masuk ke Lampion Garden ini harus bayar lagi. Tarifnya 12.500/org.

Setelah ambil foto ini, baterai kamera langsung habis, ga mau nyala lagi..hihi..

Setelah ambil foto ini, baterai kamera langsung habis, ga mau nyala lagi..hihi..